Frame Daily, Jakarta - Gedung Badan Gizi Nasional di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat sempat diwarnai isu teror penembakan. Isu tersebut beredar karena kaca bagian depan di lantai dua gedung pecah. Pihak kepolisian langsung turun tangan memeriksa lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi mata di tempat.
Penyelidikan Polres Jakarta Pusat Terkait Kaca Pecah
Petugas dari Polres Metro Jakarta Pusat segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan masyarakat. Mobil tim Inafis diterjunkan untuk memeriksa secara langsung kondisi gedung serta serpihan kaca yang berserakan. Aparat keamanan juga memeriksa area sekitar untuk mencari bukti pendukung terkait insiden di Kantor BGN tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, polisi menepis dugaan adanya bekas lubang peluru pada pecahan kaca. Petugas belum menemukan proyektil maupun selongsong peluru di sekitar lokasi saat proses olah TKP awal berlangsung.
Polisi Sebut Pecahan Kaca Akibat Cuaca Panas
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyatakan kaca pecah bukan akibat tembakan orang tak dikenal (OTK). Beliau menegaskan kerusakan tersebut terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem
Menurut Reynold, suhu panas di luar ruangan berinteraksi dengan suhu dingin dari pendingin udara di dalam gedung. Hal ini memicu pemuaian pada material kaca hingga akhirnya pecah secara alami
Fenomena seperti ini kerap terjadi pada bangunan bertingkat dengan dinding kaca saat musim kemarau
Langkah Selanjutnya Kepolisian
Pihak Polres Jakarta Pusat masih melanjutkan proses penyelidikan secara menyeluruh. Petugas kepolisian terus mengumpulkan kesaksian dari pegawai Kantor BGN dan warga di sekitar lokasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti dari kerusakan gedung tersebut agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Komentar