Langkah China Terlalu Tangguh, Timnas Basket Putri Indonesia Harus Mengakui Keunggulan Lawan

Sejak kuarter pertama dimulai, China langsung mengambil alih kendali permainan dengan menerapkan tekanan tinggi. Postur tubuh para pemain lawan yang jauh lebih jangkung memberi keuntungan besar, terutama saat menguasai bola-bola mati dan perebutan rebound di bawah ring

Langkah China Terlalu Tangguh, Timnas Basket Putri Indonesia Harus Mengakui Keunggulan Lawan
Kekalahan dengan skor mencolok ini memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai peta kekuatan basket putri di level regional maupun global/[framedaily.id]

Frame Daily, Jakarta - Perjuangan Tim Nasional Basket Putri Indonesia di ajang Asian Games 2026 kembali mendapat ujian berat. Dalam lanjutan babak penyisihan Grup A yang berlangsung sengit, skuad Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan sang juara bertahan, China, setelah menelan kekalahan telak dengan skor akhir 41-110. Kekalahan berjarak 69 poin ini menegaskan tantangan besar yang dihadapi timnas saat berhadapan dengan raksasa bola basket Asia yang tampil sangat dominan sejak menit awal laga.

Pertandingan yang mempertemukan Indonesia dan China tersebut menyajikan perbedaan kualitas serta kedalaman skuad yang cukup mencolok. Sejak tip-off dilakukan, China langsung mengambil alih kendali permainan lewat tekanan intensif dan efisiensi tembakan yang sangat tinggi. Kendati demikian, anak-anak asuh pelatih Gitautas Kievinas sebenarnya sempat memberikan perlawanan gigih pada kuarter pertama. Mengandalkan pergerakan cepat dan drive tajam ke dalam area pertahanan lawan, Indonesia berupaya keras mengimbangi permainan cepat China hingga kuarter pertama ditutup dengan skor 13-19.

Namun, situasi berbalik drastis saat memasuki kuarter kedua. Petaka bagi pertahanan Indonesia datang saat China memaksimalkan keunggulan postur tubuh para pemainnya, terutama lewat kehadiran center raksasa setinggi 2,23 meter, Zhang Ziyu. Postur jangkung Zhang Ziyu benar-benar menjadi tembok kokoh di bawah ring yang sangat sulit dibendung oleh para pemain Indonesia. Keunggulannya dalam merebut rebound serta penyelesaian akhir yang tenang membuat Indonesia nihil poin selama hampir lima menit pertama di kuarter kedua. Rotasi pemain yang dilakukan pelatih Indonesia pun belum mampu menghentikan dominasi China, sehingga babak pertama berakhir dengan ketertinggalan jauh 18-53.

Basket Putri Indonesia vs Basket Putri China Asian Games 2026

Memasuki kuarter ketiga dan keempat, Indonesia mencoba tampil lebih menekan. Sang kapten, Dewa Ayu Made Sriartha, berulang kali berupaya membongkar pertahanan lawan melalui aksi layup dan tembakan jarak menengah. Akan tetapi, China tidak mengendurkan tempo permainan sama sekali. Kombinasi serangan balik yang cepat, akurasi tembakan tiga poin, dan pertahanan berlapis membuat keunggulan China semakin melebar. Pertandingan pun akhirnya ditutup untuk kemenangan mutlak China dengan skor 110-41.

Kekalahan ini lantas memicu pertanyaan besar di kalangan pencinta olahraga tanah air Timnas basket putri Indonesia di urutan berapa? Hasil buruk atas China tersebut menempatkan Indonesia di urutan kedua (runner-up) pada klasemen akhir Grup A. Posisi ini didapatkan Indonesia setelah sebelumnya berhasil mengamankan kemenangan krusial atas Thailand di laga perdana dengan skor 61-52. China sendiri mengunci posisi puncak klasemen Grup A secara sempurna berkat sapu bersih kemenangan.

Meskipun harus puas berada di peringkat kedua grup usai kalah telak dari China, langkah Timnas Basket Putri Indonesia di ajang Asian Games ini dipastikan belum terhenti.

Keberhasilan mengalahkan Thailand di laga pembuka sudah cukup untuk mengamankan satu tiket berharga menuju babak perempat final (delapan besar). Status runner-up Grup A membuat Garuda Pertiwi tetap berhak melaju ke fase gugur untuk menantang salah satu tim kuat dari grup lain.

Laga melawannya China memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi evaluasi tim. Perbedaan kekuatan fisik, transisi bertahan ke menyerang, serta efisiensi shooting menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi oleh jajaran pelatih sebelum memasuki fase krusial. Mengingat persaingan di babak perempat final akan jauh lebih ketat, ketahanan fisik dan mental bertanding anak-anak asuh Gitautas Kievinas akan kembali diuji. Para penggemar bola basket nasional tentu berharap skuad Garuda Pertiwi dapat bangkit dari kekalahan ini, merapatkan barisan pertahanan, dan tampil lebih solid demi mencetak sejarah baru di panggung Asia.

Charentio Dimas
Ditulis oleh Charentio Dimas

Komentar