Frame Daily, Jakarta - Grup musik HIVI! kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui karya terbaru mereka yang bertajuk "Main". Berbeda dari rilisan-rilisan terdahulu yang kerap identik dengan romantika percintaan, karya teranyar ini menghadirkan sudut pandang yang lebih dewasa dan reflektif mengenai penerimaan diri serta dinamika kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan frame daily, kehadiran single "Main" menjadi angin segar sekaligus penanda fase baru perjalanan bermusik HIVI!. Lagu ini disajikan bukan sekadar sebagai hiburan nada, melainkan sebuah ajakan hangat bagi para pendengarnya untuk sejenak berhenti, bernapas, dan belajar berdamai dengan situasi yang sedang dihadapi.
Dalam narasi utama yang diusung melalui "Main", HIVI! berusaha menggeser batasan tema lagu pop pada umumnya. Pesan yang ingin disampaikan berfokus pada pentingnya memahami realitas hidup ketimbang terus-menerus lari dari kenyataan. Band ini menekankan bahwa setiap perjalanan memiliki pasang surutnya sendiri, dan kunci untuk menghadapinya adalah menemukan hal-hal kecil yang masih dapat disyukuri.
Ilham, salah satu personel HIVI!, mengungkapkan latar belakang pemikiran di balik lirik dan tema lagu ini. Menurutnya, ada saat-saat di mana seseorang berhadapan dengan kondisi yang sulit atau tidak bisa dihindari begitu saja.
"Kadang ada hal-hal yang tidak bisa kita tinggalkan begitu saja. Yang bisa kita lakukan adalah memahami situasinya, lalu mencari apa yang masih bisa kita nikmati dan syukuri," ungkap Ilham.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwasanya lagu "Main" berfungsi sebagai pengingat emosional bagi pendengar agar tidak terlalu larut dalam penyesalan atau ketidakpastian. Fokus utama diarahkan pada bagaimana seseorang dapat menyikapi keadaan dengan lapang dada dan tetap menemukan celah kebahagiaan di tengah kerumitan.
Selain pesan moral yang kuat, rilisan "Main" memiliki arti strategis dan emosional yang sangat mendalam bagi internal band. Lagu ini tercatat sebagai karya orisinal pertama yang melibatkan Kei secara penuh sebagai bagian dari HIVI!.
Sebelum merilis single ini, Kei telah bergabung dan tampil bersama HIVI! di berbagai panggung hiburan selama lebih dari satu tahun. Namun, keberadaan "Main" menjadi tonggak sejarah tersendiri karena memberikan ruang eksplorasi musikal yang utuh baginya sejak resmi menjadi anggota.
Kei menyambut gembira momen bersejarah ini dan menyampaikan rasa antusiasmenya terhadap materi baru yang akhirnya bisa dibagikan kepada publik.
"Rasanya menyenangkan sekali akhirnya punya lagu baru yang bisa kami bawakan bersama di atas panggung," kata Kei penuh semangat.
Kehadiran energi baru dari Kei memberikan warna segar pada karakter musik HIVI!, sekaligus memperkuat keharmonisan yang telah terjalin di antara para personel selama menjalani tur panggung ke panggung.
Sisi menarik lain dari single "Main" terlihat jelas melalui penyampaian visual dalam video musiknya. HIVI! memilih untuk menyoroti realitas sosial yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat modern, yaitu dinamika kehidupan para pekerja.
Dalam video musik tersebut, ditampilkan gambaran nyata mengenai rasa lelah, tingkat kejenuhan yang tinggi, hingga munculnya dorongan atau keinginan untuk menyerah akibat beban kerja yang menumpuk. Isu ini dinilai sangat relevan dengan kondisi emosional generasi muda dan pekerja urban saat ini.
Kendati mengangkat topik yang terkesan berat, HIVI! menyampaikannya dengan nada penyampaian yang tenang dan tidak menghakimi. Pesan yang ingin ditanamkan cukup sederhana: perasaan lelah adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak perlu ditutupi atau dipendam sendirian.
Namun, sebelum mengambil keputusan besar untuk berhenti atau menyerah, HIVI! mengajak pendengar untuk melakukan perenungan sejenak. Lagu ini menyarankan agar setiap individu mengambil jeda, memikirkan kembali langkah-langkah yang telah diambil, dan melihat masalah dari perspektif yang lebih jernih.
Rilisan lagu "Main" memperlihatkan kematangan HIVI! dalam merajut karya musik yang tidak hanya enak didengar secara melodi, tetapi juga memiliki kedalaman makna lirik. Langkah ini membuktikan bahwa grup musik ini terus berkembang seiring bertambahnya usia dan pengalaman para personelnya.
Dengan menggabungkan isu kesehatan mental, realitas pekerjaan, serta pentingnya rasa syukur, "Main" diharapkan dapat menjadi teman setia bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati titik jenuh dalam hidup. Lagu ini kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital, sementara video musiknya telah tayang untuk memberikan pengalaman visual yang selaras dengan pesan emosional yang diusung.
Komentar