Apa Itu Kimpul? Umbi Viral yang Kaya Manfaat

Apa itu kimpul? Kenali umbi yang viral di TikTok, mulai dari kandungan gizi, manfaat kesehatan, cara mengolah, hingga perbedaannya dengan talas.

Apa Itu Kimpul? Umbi Viral yang Kaya Manfaat
Kimpul, umbi-umbian lokal yang kembali populer setelah viral di TikTok. Selain menjadi sumber karbohidrat, kimpul dapat diolah menjadi beragam hidangan tradisional maupun camilan kekinian. (Frame Daily)

Frame Daily, Jakarta – Kimpul menjadi salah satu bahan makanan tradisional yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Beragam konten yang menampilkan olahan kimpul, mulai dari keripik, kolak, hingga camilan kukus, membuat banyak orang penasaran mengenai jenis umbi yang selama ini kurang populer dibandingkan singkong atau ubi jalar.

Popularitas kimpul di TikTok juga mendorong masyarakat mencari informasi mengenai asal-usul, kandungan gizi, hingga manfaat kesehatannya. Padahal, kimpul bukanlah tanaman baru. Umbi ini telah lama dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai sumber pangan alternatif dan menjadi bagian dari kuliner tradisional.

Selain memiliki cita rasa yang khas, kimpul juga dikenal mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, pengolahannya perlu dilakukan dengan benar agar rasa gatal yang terkadang muncul akibat kandungan kristal kalsium oksalat dapat diminimalkan.

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan tanaman umbi dari keluarga talas-talasan (Araceae). Di Indonesia, kimpul dikenal dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium dan banyak tumbuh di daerah beriklim tropis.

Sekilas, kimpul memang tampak mirip dengan talas. Namun, keduanya berasal dari genus yang berbeda. Kimpul umumnya memiliki bentuk umbi yang lebih memanjang dengan kulit berwarna cokelat muda hingga keunguan, sementara tekstur daging umbinya cenderung lebih lembut setelah dimasak.

Tanaman ini mudah dibudidayakan dan mampu tumbuh di berbagai jenis lahan, sehingga sejak lama dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.

Kandungan Gizi Kimpul

Kimpul mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Selain itu, umbi ini juga mengandung serat pangan yang baik untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Berdasarkan berbagai referensi pangan dan penelitian mengenai umbi lokal, kimpul juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin B, kalium, fosfor, magnesium, serta sejumlah antioksidan alami. Kandungan lemaknya relatif rendah sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan dalam pola makan yang seimbang.

Meski demikian, nilai gizi dapat berubah bergantung pada varietas, kondisi budidaya, serta metode pengolahan yang digunakan.

Manfaat Kimpul bagi Kesehatan

Berkat kandungan serat dan karbohidrat kompleksnya, konsumsi kimpul dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan dengan karbohidrat sederhana. Hal ini berpotensi membantu mengontrol pola makan apabila dikonsumsi dalam porsi yang sesuai.

Serat dalam kimpul juga berperan mendukung kesehatan saluran cerna, sedangkan kandungan kalium diketahui berkontribusi dalam menjaga fungsi otot dan keseimbangan cairan tubuh. Selain itu, vitamin C berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.

Meski memiliki berbagai manfaat, kimpul bukanlah makanan yang dapat menggantikan terapi medis maupun menjadi solusi tunggal untuk mencegah atau mengobati penyakit tertentu. Konsumsi tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi dan gaya hidup sehat.

Cara Mengolah Kimpul agar Tidak Gatal

Perkedel kimpul menjadi salah satu olahan umbi lokal yang kini viral di media sosial. Bertekstur lembut di dalam dan renyah di luar, camilan ini menawarkan cita rasa gurih sekaligus menjadi alternatif olahan kimpul yang mudah dibuat. (Frame Daily)

Salah satu tantangan saat mengolah kimpul adalah munculnya rasa gatal pada mulut atau tenggorokan apabila proses pengolahannya kurang tepat. Kondisi ini disebabkan oleh keberadaan kristal kalsium oksalat yang memang terdapat pada beberapa jenis umbi talas-talasan.

Untuk mengurangi efek tersebut, kimpul sebaiknya dikupas menggunakan sarung tangan atau setelah tangan diolesi minyak. Umbi kemudian dicuci bersih dan direbus hingga matang. Sebagian masyarakat juga merendam potongan kimpul dalam air garam sebelum dimasak.

Setelah melalui proses tersebut, kimpul dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti kolak, keripik, sayur santan, kue tradisional, hingga camilan kukus yang kini banyak bermunculan dalam konten media sosial.

Mengapa Kimpul Viral di TikTok?

Popularitas kimpul meningkat setelah banyak kreator konten membagikan resep sederhana berbahan dasar umbi lokal. Video yang memperlihatkan tekstur lembut kimpul setelah dikukus maupun diolah menjadi camilan menarik perhatian pengguna media sosial.

Fenomena tersebut juga sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan lokal. Selain dianggap memiliki cita rasa unik, penggunaan bahan pangan tradisional dinilai dapat mendukung diversifikasi konsumsi pangan serta memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara kepada generasi muda.

Sejumlah pelaku usaha mikro juga mulai memanfaatkan tren ini dengan menghadirkan berbagai produk olahan kimpul yang dipasarkan melalui platform digital.

Meningkatnya pencarian mengenai apa itu kimpul menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya memengaruhi tren kuliner, tetapi juga mendorong masyarakat mengenal kembali bahan pangan lokal yang selama ini kurang mendapat perhatian. Dengan kandungan gizi yang cukup baik, beragam pilihan olahan, serta kemudahan budidayanya, kimpul berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat yang layak dipertimbangkan dalam menu sehari-hari, selama diolah dengan benar dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar