96 Rumah Rusak, Warga Compang Raci Bertahan di Tenda

96 rumah di Desa Compang Raci terdampak gempa. Warga bertahan di tenda darurat, sementara akses air dan distribusi bantuan masih menjadi tantangan.

96 Rumah Rusak, Warga Compang Raci Bertahan di Tenda
Warga Desa Compang Raci, Manggarai Timur, bertahan di tenda darurat di luar rumah setelah gempa dan gempa susulan menyebabkan kerusakan bangunan. (Foto : Bowman/frameDaily id)

Frame Daily, MANGGARAI TIMUR, NTT - Warga Desa Compang Raci, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di tenda darurat setelah rumah mereka terdampak rangkaian gempa dan gempa susulan. Dengan kondisi tempat tinggal yang rusak, sebagian warga memilih berada di luar rumah menggunakan tenda yang dibuat secara swadaya dan dengan perlengkapan seadanya.

Pantauan di lapangan tim liputan framedaily, Data sementara yang di himpun dari Kepala Desa Compang Raci mencatat sebanyak 96 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 60 rumah mengalami kerusakan sedang dan 36 rumah mengalami kerusakan berat.

Pendataan terhadap warga dan bangunan terdampak masih berlangsung. Karena proses tersebut belum selesai, jumlah rumah dan keluarga yang terdampak masih memungkinkan bertambah.

Foto: Bowman/frameDaily.id

Warga Bertahan di Tenda Buatan

Kerusakan rumah membuat warga harus mencari tempat yang dinilai lebih aman untuk sementara. Tenda-tenda sederhana didirikan di luar rumah dan digunakan sebagai tempat berlindung.

Kondisi tersebut dilakukan setelah gempa susulan menyebabkan dampak tambahan terhadap sejumlah rumah.

“Warga bertahan dengan tenda buatan di luar rumah, dengan kondisi seadanya,” demikian keterangan yang disampaikan Kepala Desa Compang Raci.

Situasi ini membuat kebutuhan warga tidak berhenti pada bantuan pangan. Tempat berlindung sementara, air bersih, kebutuhan sehari-hari serta penanganan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan menjadi kebutuhan penting selama masa tanggap dan pemulihan.

Foto : Bowman/frameDaily.id

Akses Desa Berada di Ketinggian 800 Mdpl

Desa Compang Raci berada di wilayah perbukitan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan dalam distribusi bantuan. Akses menuju lokasi relatif sulit sehingga mobilisasi bantuan dan kebutuhan logistik membutuhkan perhatian khusus.

Di tengah kondisi tersebut, warga juga sempat menghadapi persoalan akses air. Aliran air dilaporkan sempat terputus total.

Warga kemudian melakukan gotong royong secara mandiri dengan memanfaatkan bambu untuk membantu memperbaiki akses air.

Foto : Bowman/frameDaily.id

Baca Juga : Kalimantan Belum Usai, Kini 279 Titik Panas Ditemukan di Papua Tengah

Bantuan Pangan Mulai Diterima

Dari informasi pemerintah desa, bantuan yang telah diterima antara lain 275 kilogram beras untuk desa.

Selain itu, terdapat lima paket bantuan yang masing-masing berisi mi instan, ikan sarden, gula, dan beras 5 kilogram.

Foto: Bowman/framedaily.id

Sementara itu, dari pendataan awal terdapat 96 KK yang telah teridentifikasi terdampak. Di wilayah Desa Compang Raci sendiri terdapat sekitar 327 KK, dan pendataan masih berjalan untuk mengetahui dampak secara keseluruhan.

Angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dilakukan secara bertahap setelah terjadinya gempa dan gempa susulan.

Kebutuhan Warga Masih Berlanjut

Kondisi warga yang masih bertahan di tenda darurat menunjukkan bahwa kebutuhan pascagempa di Desa Compang Raci masih berlangsung.

Selain memastikan kecukupan pangan, perhatian terhadap tempat tinggal sementara, air bersih, kebutuhan dasar, dan keamanan bangunan menjadi bagian penting dalam penanganan warga terdampak.

Dengan kondisi desa yang berada di kawasan perbukitan dan akses yang tidak mudah, distribusi bantuan juga perlu mempertimbangkan kondisi geografis agar dapat menjangkau warga yang berada di lokasi terdampak.

Pemerintah desa masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi warga serta bangunan yang terdampak. Data terbaru diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kebutuhan masyarakat Desa Compang Raci dalam masa pascagempa.

Catatan redaksi : Data kerusakan dan jumlah warga terdampak masih bersifat sementara berdasarkan keterangan Kepala Desa Compang Raci dan dapat berubah setelah proses pendataan serta verifikasi lapangan selesai.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar