Sayembara Pemilihan Logo HUT Kemerdekaan Dibuka, Ramaikan!

Pemerintah membuka pemilihan logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI hingga 28 Juni 2026, melibatkan publik dan menyediakan 300 hadiah.

Sayembara Pemilihan Logo HUT Kemerdekaan Dibuka, Ramaikan!
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kiri), Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro (tengah), dan Plt. Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI Fahd Pahdepie (kanan) di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026), menekan tombol sebagai simbol peluncuran laman resmi logo HUT Ke-81 RI yang dibuka untuk publik. (ANTARA)

Frame Daily, Jakarta - Pemerintah membuka pemilihan logo HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan masyarakat untuk menentukan satu dari lima karya terkurasi. Partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT Kemerdekaan itu dibuka mulai 24 hingga 28 Juni 2026 melalui laman resmi yang disiapkan pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah agar proses penentuan logo HUT Kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui keputusan internal. Arahan tersebut diberikan kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Kebijakan pemilihan logo HUT Kemerdekaan ini berbeda dari pola sebelumnya, ketika karya terbaik hasil seleksi umumnya dikerucutkan menjadi tiga desain untuk dipilih Presiden. Pada peringatan HUT Ke-81 RI, lima finalis dipublikasikan agar masyarakat dapat ikut menentukan desain yang akan digunakan secara resmi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan keterlibatan publik menjadi arahan langsung Presiden. Menurut dia, pemilihan logo HUT Kemerdekaan melalui partisipasi masyarakat memberi ruang yang lebih luas bagi warga untuk terlibat dalam momentum nasional.

“Biasanya lima besar itu menjadi tiga, kemudian Bapak Presiden pilih. Tetapi, kali ini, alhamdulillah, Bapak Presiden ingin ini juga agar dipilih oleh publik kelimanya begitu,” kata Teuku Riefky saat jumpa pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menilai proses pemilihan logo HUT Kemerdekaan tersebut menjadi bentuk partisipasi publik yang positif. Lima desain yang tersedia telah melalui seleksi dan kurasi sebelum ditampilkan kepada masyarakat.

Lima Finalis dari 124 Karya

Lima desain logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI berasal dari proses sayembara yang melibatkan Asosiasi Desain Grafis Indonesia atau ADGI. Kementerian Ekonomi Kreatif bersama ADGI menerima 124 karya dari desainer grafis di berbagai daerah.

Perwakilan ADGI, David Irianto, menjelaskan proses pengumpulan karya dilakukan melalui mekanisme open call. Kesempatan tersebut terbuka bagi anggota ADGI maupun desainer yang bukan anggota organisasi.

“Proses awalnya adalah open call, di mana kami membuka open call kepada seluruh desainer grafis di Indonesia,” kata David dalam sesi jumpa pers yang sama.

Setelah periode pengiriman karya ditutup, peserta yang lolos seleksi memasuki tahap kurasi. Tahapan itu kemudian dilanjutkan dengan sayembara tertutup atau pitching yang mempertemukan lima desainer finalis dengan perwakilan pemerintah.

Dalam sesi pitching, para finalis mempresentasikan konsep logo HUT Kemerdekaan di hadapan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, dan Badan Komunikasi Pemerintah. Proses tersebut digunakan untuk menilai gagasan, relevansi tema, serta pendekatan visual setiap karya.

Lima desain yang lolos kurasi berasal dari sejumlah kota. Pemerintah menyatakan seluruh karya tersebut berangkat dari tema HUT Ke-81 RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Lima Pilihan dan Konsep Desain

Finalis pertama adalah karya David Wirawan P dari Surakarta, Jawa Tengah, dengan konsep “8 Harapan, 1 Tujuan”. Konsep tersebut menjadi salah satu pilihan dalam pemungutan suara publik untuk logo HUT Kemerdekaan tahun ini.

Pilihan kedua merupakan karya Fajar Novario dari Kota Padang, Sumatera Barat. Desain tersebut mengangkat konsep “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh” yang menekankan kerja bersama dalam perjalanan bangsa.

Karya ketiga dibuat oleh Kanda Putra dari Denpasar, Bali, dengan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung”. Desain itu turut masuk dalam lima kandidat logo HUT Kemerdekaan yang dapat dipilih masyarakat melalui laman resmi.

Finalis keempat adalah Rizkiawan dari Malang, Jawa Timur, dengan konsep “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama”. Kandidat terakhir berasal dari Tiffany Djohan dari Batam, Kepulauan Riau, yang mengusung konsep “Demokrasi dan Kemandirian”.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan setiap karya menawarkan penafsiran kreatif terhadap tema peringatan tahun ini. Ia menyebut kelima desain memiliki pendekatan visual yang berbeda, meski berlandaskan semangat yang sama.

“Setiap karya menghadirkan interpretasi kreatif dan unik terhadap tema HUT RI Ke-81. Jadi, semua desain ini berlandaskan atau didasarkan pada pemahaman mengenai tema, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” ujar Juri.

Pemilihan Dibuka hingga 28 Juni

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat membuka laman resmi logo HUT Ke-81 RI selama periode pemilihan berlangsung. Pemerintah menetapkan pemungutan suara dimulai pada 24 Juni dan berakhir pada 28 Juni 2026.

“Periode pemilihan logo mulai hari ini sampai tanggal 28 Juni 2026,” kata Juri.

Pemerintah belum memerinci jumlah pemilih yang ditargetkan dalam proses tersebut. Informasi mengenai mekanisme pemungutan suara, syarat partisipasi, dan pengumuman hasil dapat diakses melalui kanal resmi yang disediakan Panitia Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemilihan publik menjadi bagian dari rangkaian persiapan peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Logo terpilih nantinya akan menjadi identitas visual berbagai kegiatan resmi peringatan kemerdekaan di tingkat pusat dan daerah.

Penggunaan identitas visual HUT RI biasanya mencakup materi publikasi, dekorasi kegiatan, dokumen komunikasi, hingga kampanye peringatan nasional. Pemerintah diharapkan menerbitkan pedoman penggunaan logo setelah hasil pemilihan ditetapkan.

Panitia Siapkan 300 Hadiah

Panitia Peringatan HUT Ke-81 RI menyediakan 300 hadiah bagi masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam pemilihan logo. Hadiah tersebut dibagi ke dalam tiga kategori dengan jumlah masing-masing 100 penerima.

Sebanyak 100 peserta terpilih akan memperoleh undangan untuk menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi. Seratus peserta lain akan menerima suvenir yang biasa diberikan kepada tamu undangan upacara peringatan kemerdekaan.

Kategori ketiga berupa 100 bantuan pendidikan bagi masyarakat terpilih. Juri menyampaikan insentif tersebut disiapkan sebagai apresiasi terhadap partisipasi warga dalam proses pemilihan identitas visual peringatan nasional.

“Seratus berupa undangan untuk hadir di Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, kemudian 100 lagi adalah suvenir yang biasa diterima oleh peserta undangan upacara peringatan kemerdekaan. Kemudian juga kita menyediakan 100 bantuan pendidikan,” kata Juri.

Pemerintah menyatakan pemilihan logo HUT Kemerdekaan akan ditutup pada 28 Juni 2026. Setelah periode itu berakhir, panitia akan menghimpun hasil partisipasi publik untuk menentukan desain resmi yang akan digunakan dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Ditulis oleh IR

Komentar