Pendaki 18 Tahun Ditemukan Tewas, Polisi Australia Minta Maaf karena Salah Informasi

Lily Hooper, 18, ditemukan tewas setelah delapan hari hilang saat mendaki di Nattai National Park, Australia. Keluarganya sempat diberi kabar keliru bahwa Lily ditemukan hidup sebelum polisi mengoreksinya.

Pendaki 18 Tahun Ditemukan Tewas, Polisi Australia Minta Maaf karena Salah Informasi
Lily Hooper,18. Frame Daily/CNN World

Frame Daily, Australia- Lily Hooper, remaja 18 tahun asal New South Wales (NSW), Australia, ditemukan tewas setelah delapan hari hilang saat melakukan pendakian seorang diri.

Dilansir CNN World. Kabar duka itu disertai persoalan komunikasi yang membuat keluarga Hooper sempat menerima informasi keliru bahwa putri mereka ditemukan dalam kondisi hidup.

Kepolisian NSW kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut. Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon mengatakan informasi mengenai kondisi Hooper mengalami miskomunikasi setelah tubuh remaja itu ditemukan di kawasan hutan lebat.

“Saya dengan tulus meminta maaf atas miskomunikasi tersebut,” kata Lanyon dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).

Permintaan maaf itu juga ditujukan atas trauma tambahan yang dialami keluarga Hooper akibat informasi yang berubah dalam waktu singkat.

Hilang Saat Mendaki Seorang Diri

Hooper meninggalkan rumahnya di Oakdale, New South Wales, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Ia kemudian pergi untuk melakukan pendakian seorang diri di Nattai National Park. Hooper tidak kembali ke rumah pada malam harinya sehingga keluarganya melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi.

Pencarian besar-besaran langsung dilakukan dengan melibatkan sejumlah lembaga dan tim penyelamat.

Mobil Hooper ditemukan di sekitar akses menuju jalur pendakian di kawasan taman nasional tersebut. Tim pencari kemudian menyisir area hutan yang memiliki medan berat dan vegetasi sangat lebat.

Selama pencarian, kondisi cuaca juga menjadi tantangan. Kawasan tersebut mengalami angin kencang dan suhu dingin pada malam hari.

Nattai National Park berada sekitar 90 kilometer barat daya Sydney dan dikenal memiliki medan terjal, hutan lebat serta tebing batu pasir yang besar.

Keluarga Sempat Merayakan Kabar Hooper Ditemukan

Setelah delapan hari pencarian, tim menemukan tubuh Hooper di kawasan terpencil Nattai National Park.

Dalam proses penyampaian informasi awal, terjadi miskomunikasi mengenai kondisi Hooper.

Keluarga yang menerima kabar bahwa Hooper ditemukan dalam keadaan hidup sempat merayakan kabar tersebut di lokasi pencarian. Informasi yang sama kemudian sampai kepada Premier New South Wales Chris Minns.

Minns bahkan sempat mengumumkan dalam siaran langsung bahwa Hooper telah ditemukan selamat.

Kabar tersebut hanya bertahan beberapa menit. Minns kemudian menarik kembali pernyataannya dan mengonfirmasi bahwa Hooper telah meninggal dunia.

“Saya sangat sedih untuk keluarganya,” ujar Minns setelah mengoreksi pernyataan sebelumnya.

Perubahan informasi dalam waktu singkat itu membuat keluarga Hooper kembali menghadapi kenyataan pahit setelah sempat mendapatkan harapan bahwa putri mereka selamat.

Polisi Selidiki Miskomunikasi

Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon mengatakan informasi mengenai penemuan Hooper harus melewati sejumlah pihak karena lokasi penemuan berada di kawasan terpencil.

Menurut Lanyon, miskomunikasi tersebut muncul setelah kabar mengenai penemuan Hooper disampaikan dari lokasi pencarian.

“Miscommunication obviously was born out of elation that Lily had been found,” kata Lanyon, seperti dikutip The Guardian, Kamis (20/8/2026).

Lanyon mengatakan kesalahan informasi tersebut kemudian berubah menjadi situasi yang sangat menyakitkan bagi keluarga.

Polisi kini melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui bagaimana informasi yang belum akurat tersebut dapat diteruskan hingga sampai kepada keluarga dan pejabat pemerintah.

Penyebab Kematian Diselidiki Koroner

Selain penyelidikan terkait miskomunikasi, penyebab kematian Hooper juga akan diperiksa oleh koroner.

Polisi belum mengungkap penyebab kematian remaja tersebut. Berdasarkan laporan media Australia, penyidik sejauh ini tidak menyatakan adanya dugaan tindak pidana terkait kematiannya.

Tim pencarian yang terdiri dari berbagai lembaga telah bekerja selama delapan hari untuk menemukan Hooper di kawasan yang memiliki kondisi geografis sulit.

Keluarga Hooper sebelumnya terus berharap pencarian membuahkan hasil setelah putri mereka tidak kunjung ditemukan sejak meninggalkan rumah pada 12 Agustus.

Pencarian tersebut akhirnya berakhir dengan ditemukannya tubuh Hooper. Kesalahan komunikasi setelah penemuan itu kini menjadi bagian lain dari penyelidikan yang dilakukan otoritas Australia.

Ditulis oleh Why

Komentar