Frame Daily, Jakarta - Penanganan korban bencana di Nusa Tenggara Timur tidak berhenti pada pengiriman bantuan tahap pertama. TNI Angkatan Darat mulai menyiapkan dukungan logistik untuk kebutuhan yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Kapal ADRI 92 BM diberangkatkan membawa berbagai kebutuhan dasar, mulai dari beras, minyak goreng, popok bayi, pembalut wanita hingga tangki air.
Pengiriman juga mencakup lima truk dan dua ambulans untuk mendukung mobilitas serta pelayanan di wilayah terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi TNI AD terhadap kebutuhan korban bencana yang dilakukan dari waktu ke waktu.
Kepala Angkatan TNI AD Maruli Simanjuntak melepas keberangkatan kapal tersebut mengatakan penanganan bencana membutuhkan dukungan berkelanjutan. Menurutnya bantuan tidak bisa hanya diberikan sekali lalu dihentikan.
“Dalam menghadapi bencana ini, kita selalu harus punya napas panjang,” ujarnya.
Bantuan Bencana NTT Disiapkan untuk Berbulan-bulan
TNI AD memperkirakan kebutuhan korban tidak berhenti ketika fase evakuasi dan pengungsian selesai. Persediaan makanan, air bersih, layanan kesehatan, hingga kebutuhan kelompok rentan tetap diperlukan ketika masyarakat mulai menjalani kehidupan di tengah kondisi pascabencana.
Karena itu, kebutuhan di lapangan akan kembali dievaluasi dalam satu hingga tiga bulan mendatang.
Pola tersebut membuat pengiriman ADRI 92 BM tidak sekadar membawa bantuan dalam jumlah besar, tetapi juga menyiapkan sarana yang bisa digunakan untuk distribusi lanjutan.
Lima truk disiapkan agar bantuan dapat bergerak lebih mudah menuju wilayah yang membutuhkan. TNI AD juga membawa dua ambulans serta fasilitas kesehatan yang tersedia di kapal.
Untuk kebutuhan air, sekitar 100 tandon atau toren turut dikirim. Persediaan tersebut disiapkan setelah diperoleh informasi bahwa tandon air di sejumlah lokasi telah habis.
Ketersediaan air menjadi perhatian tersendiri dalam penanganan bencana. TNI AD menyebut rencana pengeboran sumber air juga sedang disiapkan di sejumlah titik.
Jika dilakukan, sumber air tersebut diharapkan tidak hanya membantu selama masa tanggap darurat, tetapi tetap bisa dimanfaatkan masyarakat setelah situasi bencana berakhir.
Dua Dokter dan Delapan Tenaga Medis Ikut Dikirim
Dukungan kesehatan juga menjadi bagian dari misi kapal ADRI 92 BM.
Di wilayah terdampak, TNI AD sebelumnya telah mengerahkan dokter dan tenaga kesehatan dari rumah sakit Kodam. Dari kapal yang diberangkatkan, terdapat dua dokter dan delapan tenaga medis.
Mereka dapat memberikan pelayanan dari fasilitas kesehatan yang tersedia di kapal. Jika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan langsung, personel medis tersebut juga dapat diterjunkan.
Obat-obatan telah disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama misi berlangsung.
Kesiapan tersebut menjadi penting karena kebutuhan medis korban bencana dapat berubah seiring pergerakan pengungsi dan kondisi wilayah.
TNI AD Kerahkan Ribuan Personel di NTT
Dukungan logistik melalui ADRI 92 BM melengkapi pengerahan personel TNI di wilayah terdampak.
TNI AD menyebut sebanyak 2.253 personel telah berada di lokasi, termasuk personel yang dikerahkan dari Bali dan Kupang. Jumlah itu belum termasuk kekuatan dari TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut.
Secara keseluruhan, jumlah personel TNI yang berada di wilayah bencana disebut telah mencapai sekitar 5.000 orang.
Selain membantu korban, personel juga terus memantau kondisi infrastruktur. TNI AD mendapat informasi terdapat delapan jembatan yang mengalami kerusakan. Namun, perbaikan terhadap jembatan tersebut disebut telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk wilayah yang sulit dijangkau, TNI AD meminta informasi lokasi dari masyarakat agar bantuan dapat segera diarahkan.
Kondisi pengungsian juga tidak seluruhnya terpusat di posko. Sebagian warga disebut memilih tinggal di rumah atau tempat kerabat. Pola ini membuat pendataan kebutuhan menjadi lebih dinamis.
TNI AD memastikan distribusi bantuan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan. Jika kebutuhan baru muncul, dukungan tambahan akan disiapkan.
Komentar