Frame Daily, Medan – Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam operasi pencarian hari kedua pascaruntuhnya bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026).
Korban berjenis kelamin perempuan ditemukan pada pukul 15.40 WIB di bawah timbunan material bangunan. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang.
Korban diketahui bernama Jesika, perempuan berusia 36 tahun. Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia menjadi dua orang. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR Hari Kedua Fokuskan Pencarian di Empat Sektor
Operasi SAR memasuki hari kedua diawali dengan apel briefing pada pukul 07.30 WIB. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama seluruh unsur SAR gabungan mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus menyusun strategi lanjutan.
Tim kemudian dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses pencarian.
SRU I melakukan penyisiran menggunakan drone thermal guna mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di sekitar lokasi.
SRU II melaksanakan pencarian menggunakan metode ASR 1 dengan memperluas sektor pencarian sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya di area operasi.
SRU III melakukan pencarian cepat melalui metode ASR 3 dengan memanfaatkan peralatan ekstrikasi pada struktur bangunan yang diperkirakan masih menyimpan korban.
Sementara SRU IV bertugas mengevakuasi material reruntuhan menggunakan crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, alat pemotong besi, serta berbagai peralatan berat lainnya untuk membuka akses menuju titik pencarian.
Satu Korban Masih Dalam Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC) menjelaskan seluruh personel bekerja secara terpadu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
"Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara terpadu dengan membagi sektor pencarian serta memanfaatkan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi untuk mempercepat proses pencarian korban. Medan operasi memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyak material bangunan yang tidak stabil, sehingga setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tetap menjamin keselamatan personel sekaligus memaksimalkan peluang menemukan korban," ujar Hery Marantika.
Ia menyampaikan penemuan korban pada hari kedua menjadi hasil kerja keras seluruh unsur SAR yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai. "Saat ini fokus kami adalah menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan proses pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga seluruh korban berhasil ditemukan," katanya.
Perhatian publik terhadap proses evakuasi terus meningkat seiring perkembangan operasi penyelamatan. Sejumlah media nasional pada Selasa (21/7/2026) turut memberitakan jalannya proses pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat di lokasi kejadian.
Empat Korban Selamat dan Dua Meninggal Dunia
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh korban dalam peristiwa tersebut.
Empat orang berhasil diselamatkan, yakni Jeavelin (2), Hasan, seorang sopir yang identitasnya masih diverifikasi, serta seorang kurir yang juga masih dalam proses verifikasi.
Dua korban ditemukan meninggal dunia, termasuk Jesika (36). Satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi SAR.
Puluhan Personel dan Alat Berat Dikerahkan
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Brimob Polda Sumut, Dit Samapta Polda Sumut, Polres, TNI AU, TNI AD, BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, PT MBS, pemerintah setempat, serta unsur pendukung lainnya.
Berbagai peralatan diterjunkan, mulai dari Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, drone thermal, crane, ekskavator, dozer, mobil tangga pemadam kebakaran, peralatan ekstrikasi, perlengkapan mountaineering, ambulans, perangkat komunikasi, alat penerangan, hingga perlengkapan medis.
Tim SAR Gabungan masih menghadapi tantangan berupa akses menuju lokasi yang sempit dan kondisi bangunan yang rawan mengalami runtuhan susulan. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Komentar