Frame Daily, Tanjung Selor – Ekonomi Kalimantan Utara tumbuh 4,96 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pengadaan listrik dan gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 190,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pengeluaran, investasi melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah dengan pertumbuhan 20,18 persen.
Kepala BPS Kalimantan Utara Mustaqim mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Kaltara tetap bergerak positif.
"Dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 20,18 persen," kata Mustaqim di Tanjung Selor, dikutip dari ANTARA, Kamis (7/8/2026).
Investasi Menguat pada Triwulan II
Dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh 2,53 persen secara quarter to quarter (qtq).
Sektor pengadaan listrik dan gas kembali mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 182,66 persen. Sementara investasi tumbuh 27,19 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltara pada periode ini tidak hanya berasal dari konsumsi, tetapi turut ditopang peningkatan pembentukan modal dan aktivitas sektor kelistrikan.
Ekonomi Semester I Tumbuh 5,09 Persen
Secara kumulatif sepanjang semester I 2026, ekonomi Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BPS mencatat meningkatnya aktivitas di sejumlah sektor ekonomi, terutama kelistrikan dan investasi, menjadi penopang pertumbuhan selama enam bulan pertama tahun ini.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku tercatat Rp42,47 triliun. Sementara PDRB berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp19,79 triliun.
"Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi," ujar Mustaqim, dikutip dari ANTARA.
Kontribusi Kaltara Masih Terkecil di Kalimantan
Meski ekonomi tumbuh positif, kontribusi Kalimantan Utara terhadap keseluruhan perekonomian Pulau Kalimantan masih sebesar 8,04 persen, paling kecil dibandingkan provinsi lain di wilayah tersebut.
Kalimantan Timur tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap ekonomi Kalimantan dengan kontribusi 46,70 persen.
Sementara dari sisi laju pertumbuhan ekonomi tahunan, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Kalimantan sebesar 5,87 persen.
Kaltara tetap mempertahankan tren positif meski pertumbuhan tahunannya berada di bawah Kalimantan Barat.
Listrik dan Investasi Jadi Penopang
Data triwulan II menunjukkan dua sinyal penting bagi ekonomi Kalimantan Utara, yakni peningkatan tajam aktivitas sektor kelistrikan serta penguatan investasi.
Namun, data BPS yang tersedia belum merinci proyek atau aktivitas spesifik yang menyebabkan sektor pengadaan listrik dan gas dapat melonjak hingga 190,26 persen secara tahunan.
Penjelasan lebih lanjut mengenai sumber pertumbuhan tersebut menjadi penting untuk melihat apakah lonjakan bersifat sementara atau mencerminkan peningkatan kapasitas ekonomi Kaltara dalam jangka lebih panjang.
Komentar