Frame Daily, Yogyakarta – Peternak ayam petelur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah terkait keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi damai peternak ayam petelur di Yogyakarta. Mereka meminta pemerintah mengambil kebijakan yang dapat memberikan kepastian bagi keberlanjutan usaha peternakan sekaligus menjaga ketersediaan telur bagi masyarakat.
Salah satu tuntutan peternak berkaitan dengan harga telur. Mereka meminta pemerintah menghadirkan kebijakan harga telur yang wajar, masuk akal, dan tetap terjangkau bagi masyarakat, tetapi tidak membuat peternak terus menanggung kerugian.
Peternak juga meminta tata kelola harga yang lebih adil dengan mempertimbangkan kondisi biaya produksi serta kebutuhan konsumen. Menurut aspirasi yang disampaikan, kepastian harga menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur.
Peternak Soroti Tata Niaga Pakan dan Jagung
Selain harga telur, peternak meminta pemerintah membenahi tata niaga bahan baku pakan dan berbagai komoditas peternakan agar berjalan sehat, adil, dan transparan dari sektor hulu hingga hilir.
Ketersediaan jagung juga menjadi salah satu perhatian peternak. Mereka meminta adanya jaminan ketersediaan jagung sekaligus kemudahan akses bagi peternak ayam petelur.
Peternak juga menginginkan harga jagung berada pada tingkat yang wajar dan adil. Mereka menilai pengendalian biaya bahan baku pakan penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Tuntutan berikutnya berkaitan dengan penguatan kelembagaan sektor peternakan. Peternak mendorong kelembagaan yang lebih kuat untuk mendukung keberlanjutan usaha serta memperkuat posisi peternak dalam rantai tata niaga.
Peternak juga meminta pemerintah memberikan perhatian dan langkah nyata terhadap keberlangsungan sektor peternakan rakyat.
Peternak Minta Penanganan Ayam Tua
Persoalan lain yang disampaikan adalah kondisi yang oleh peternak disebut sebagai overpopulasi ayam petelur. Mereka meminta pemerintah mengatur penyerapan ayam tua yang telah berusia lebih dari 90 minggu.
Penanganan ayam tua dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak. Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dan dinas terkait.
Aspirasi Diterima DPRD DIY
Aspirasi para peternak diterima Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY Yudi Ismono.
“Saya mewakili menerima teman-teman dari forum peternak ayam petelur. Ini nanti kita hadirkan dinas terkait dalam rangka untuk mengakomodasi masukan-masukan dari permasalahan yang ada,” kata Yudi.
Yudi mengatakan aspirasi tersebut akan diteruskan kepada dinas terkait. Persoalan yang disampaikan peternak juga akan dikomunikasikan secara politik melalui partai agar mendapat perhatian.
“Dari sini akan kami teruskan ke unsur dinas terkait, sama secara politik ke partai supaya permasalahan ini bisa segera diatasi,” ujarnya.
Aksi Peternak Berlangsung Kondusif
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo mengatakan aksi penyampaian aspirasi berlangsung kondusif.
Menurut Ari, kepolisian melakukan pengamanan sekaligus pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Dalam kegiatan tersebut, para peternak juga membagikan ayam kepada masyarakat.
“Kita akan mendampingi kegiatan ini sampai dengan selesai dari para peternak ayam yang menyampaikan aspirasi, baru membagi-bagi ayam kurang lebih dua ribu ekor,” kata Ari.
Ari mengatakan sebanyak 167 personel diterjunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut. Personel bertugas dalam pengamanan kegiatan sekaligus pengaturan lalu lintas.
Aspirasi para peternak selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti pemerintah melalui dinas terkait, terutama mengenai harga telur, ketersediaan dan harga jagung, tata niaga pakan, penguatan kelembagaan, serta penanganan ayam tua.
Komentar