Perusahaan Energi China Tampil di EDRR 2026, Bawa Teknologi Nuklir hingga Hidrogen

Shanghai Nuclear Power dan teknologi hidrogen Sunwise tampil di EDRR Indonesia 2026. Kehadiran mereka memperlihatkan luasnya teknologi energi yang terkait dengan ketahanan dan kondisi darurat.

Perusahaan Energi China Tampil di EDRR 2026, Bawa Teknologi Nuklir hingga Hidrogen
Booth Shanghai Nuclear Power dalam EDRR Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Teknologi energi menjadi salah satu sektor yang hadir dalam pameran penanggulangan bencana tersebut. (Foto: Frame Daily/Senida)

Frame Daily, Jakarta – Teknologi penanganan bencana tidak lagi terbatas pada alat penyelamatan dan sistem peringatan dini. Ketersediaan energi ketika infrastruktur utama terganggu juga menjadi bagian penting dalam menjaga layanan vital tetap berjalan saat kondisi darurat.

Hal tersebut terlihat dalam Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 12–14 Agustus 2026.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Shanghai Nuclear Power. Nama perusahaan tersebut terpampang pada salah satu booth pameran, sementara di area yang sama terdapat materi teknologi dari Shanghai Sunwise Energy Systems yang menampilkan sejumlah solusi energi.

Kehadiran perusahaan energi tersebut memperlihatkan semakin luasnya teknologi yang masuk ke dalam ekosistem penanganan bencana, mulai dari pasokan energi darurat hingga teknologi hidrogen.

Shanghai Nuclear Power Bergerak di Teknologi Nuklir

Shanghai Nuclear Power bukan perusahaan yang hanya bergerak di sektor pameran teknologi.

Berdasarkan profil Shanghai Electric, Shanghai Nuclear Power Technology Equipment Co., Ltd. berdiri pada 2005 sebagai perusahaan patungan Shanghai Electric Group, Shanghai Nuclear Engineering Research and Design Institute, serta Shanghai Nuclear Power Industrial Company.

Bisnis perusahaan mencakup integrasi sistem dan peralatan tenaga nuklir, desain peralatan khusus, konsultasi teknis, layanan hingga pelatihan di bidang nuklir.

Meski demikian, kehadiran Shanghai Nuclear Power dalam EDRR Indonesia 2026 tidak dapat langsung diartikan sebagai rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

Belum ditemukan informasi mengenai kesepakatan proyek PLTN tertentu yang berkaitan dengan kehadiran perusahaan tersebut dalam pameran.

Sunwise Bawa Teknologi Hidrogen

Teknologi yang terlihat di area pameran juga mencakup sektor hidrogen.

Berdasarkan materi yang ditampilkan dalam EDRR Indonesia 2026, Shanghai Sunwise Energy Systems memiliki bisnis yang mencakup hydrogen supply systems, infrastruktur energi hidrogen, serta peralatan energi.

Beberapa teknologi yang ditampilkan antara lain Intelligent Modular Multi-Fuel Distributed Energy System dan Hydrogen-Electric Coupled Power Supply Device.

Materi perusahaan juga memperlihatkan emergency energy equipment, menunjukkan hubungan teknologi energi dengan kebutuhan pasokan listrik dalam kondisi darurat.

Sunwise sendiri telah bergerak di industri tersebut sejak 2004. Riset Frost & Sullivan yang dimuat dalam dokumen Hong Kong Stock Exchange mencatat perusahaan tersebut bergerak pada sistem pasokan hidrogen untuk kendaraan, peralatan stasiun pengisian hidrogen, serta layanan teknik.

Data Frost & Sullivan juga menempatkan Sunwise sebagai pemain kedua di pasar sistem pasokan hidrogen bertekanan tinggi untuk kendaraan di China berdasarkan nilai penjualan pada 2023, dengan pangsa pasar 21,1 persen.

Mengapa Teknologi Energi Masuk Pameran Kebencanaan?

Kehadiran teknologi energi dalam EDRR memiliki relevansi dengan penanganan kondisi darurat.

Bencana dapat mengganggu jaringan listrik dan infrastruktur energi. Pada saat bersamaan, rumah sakit, pusat komando, sistem komunikasi, lokasi pengungsian hingga perangkat penyelamatan membutuhkan pasokan energi untuk tetap beroperasi.

Karena itu, sistem energi terdistribusi dan sumber pasokan energi alternatif menjadi salah satu bagian dari teknologi yang dapat mendukung ketahanan terhadap bencana.

EDRR Indonesia 2026 sendiri tidak hanya menghadirkan teknologi tanggap darurat. Pameran ini mempertemukan perusahaan, pemerintah, organisasi dan pelaku industri yang membawa beragam solusi, mulai dari sistem peringatan dini, peralatan penyelamatan hingga teknologi pendukung pemulihan pascabencana.

Kehadiran Shanghai Nuclear Power dan teknologi Sunwise menjadi salah satu contoh bagaimana sektor energi mulai bersinggungan dengan industri teknologi kebencanaan.

Bagi pelaku industri, kebutuhan menjaga pasokan energi ketika infrastruktur utama terganggu sekaligus membuka ruang pengembangan teknologi emergency power, sistem energi terdistribusi, hidrogen dan berbagai solusi pendukung lainnya.

EDRR Indonesia 2026 pun menjadi tempat untuk melihat bagaimana teknologi tersebut berkembang dan mulai ditawarkan untuk kebutuhan yang semakin luas.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar