Nirmal Purja Tewas dalam Longsor Salju Broad Peak

Nirmal Purja tewas dalam longsor salju di Broad Peak, Pakistan. Pendaki legendaris Nepal itu menjadi satu dari 10 korban dalam tragedi ekspedisi internasional.

Nirmal Purja Tewas dalam Longsor Salju Broad Peak
Pendaki Nepal Nirmal "Nimsdai" Purja berpose usai mencatatkan rekor dunia dengan total 57 kali mencapai puncak gunung di atas 8.000 meter, termasuk setelah berhasil menaklukkan Gasherbrum II. Beberapa waktu kemudian, Purja dilaporkan hilang bersama sejumlah pendaki lain dalam insiden longsoran salju di Broad Peak, Pakistan. (Foto: Instagram/@nimsdai)

Frame Daily, KARAKORAM – Dunia pendakian gunung kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh. Nirmal Purja atau yang akrab disapa Nims Dai dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor salju saat memimpin ekspedisi di Broad Peak, Pakistan. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan ekspedisinya, Elite Exped, setelah beberapa hari operasi pencarian dilakukan di kawasan Pegunungan Karakoram.

Purja menjadi salah satu dari 10 pendaki yang menjadi korban dalam bencana yang terjadi pada Kamis (30/7) waktu setempat. Longsor salju menghantam rombongan ekspedisi internasional ketika mereka berada di jalur pendakian menuju puncak Broad Peak yang memiliki ketinggian sekitar 8.051 meter di atas permukaan laut.

Tragedi tersebut mengejutkan komunitas pendaki dunia. Selama bertahun-tahun, Purja dikenal sebagai sosok yang mampu memecahkan berbagai rekor pendakian gunung ekstrem dan menjadi inspirasi bagi banyak pendaki profesional maupun pemula.

Longsor Salju Terjadi Saat Pendakian Menuju Puncak

Menurut laporan sejumlah media internasional, longsor terjadi sekitar tengah hari ketika tim sedang bergerak menuju titik yang lebih tinggi di jalur Broad Peak. Kondisi cuaca yang memburuk serta medan bersalju membuat proses pencarian berlangsung sangat sulit.

Helikopter militer Pakistan, tim penyelamat, serta pendaki berpengalaman diterjunkan ke lokasi. Namun cuaca buruk dan tingginya risiko longsor susulan sempat memaksa operasi dihentikan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali ketika kondisi memungkinkan.

Selain Nirmal Purja, korban berasal dari berbagai negara, termasuk Nepal, Pakistan, Amerika Serikat, Oman, dan China. Broad Peak sendiri dikenal sebagai salah satu gunung paling menantang di dunia dengan tingkat risiko yang tinggi, terutama akibat perubahan cuaca yang sangat cepat.

Nirmal Purja, Pendaki yang Mengubah Sejarah Himalaya

Nama Nirmal Purja telah lama dikenal sebagai salah satu pendaki terbaik dunia. Pria asal Nepal tersebut mencatat sejarah pada 2019 setelah berhasil menaklukkan seluruh 14 gunung berketinggian lebih dari 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan enam hari, jauh lebih cepat dibandingkan rekor sebelumnya.

Prestasinya semakin dikenal luas setelah kisahnya diangkat dalam film dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Dokumenter tersebut memperlihatkan perjuangannya menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia sekaligus mempromosikan kemampuan para pendaki Nepal di panggung internasional.

Sebelum menjadi pendaki profesional, Purja juga pernah bertugas sebagai anggota pasukan elite Gurkha Inggris. Pengalaman militernya dikenal membentuk ketangguhan fisik dan mental yang kemudian membawanya meraih berbagai pencapaian luar biasa di dunia pendakian.

Operasi Pencarian Berlangsung di Tengah Cuaca Ekstrem

Tim penyelamat menghadapi tantangan besar selama proses evakuasi. Angin kencang, salju tebal, dan ancaman longsor susulan membuat akses menuju lokasi kejadian sangat terbatas.

Pencarian dilakukan menggunakan kombinasi helikopter, drone, serta tim penyelamat darat yang terdiri dari pendaki berpengalaman. Beberapa jenazah berhasil ditemukan lebih dahulu, sementara identifikasi korban dilakukan secara bertahap sebelum akhirnya perusahaan Elite Exped mengonfirmasi wafatnya Nirmal Purja.

Broad Peak yang berada di wilayah Gilgit-Baltistan memang menjadi salah satu gunung favorit pendaki kelas dunia. Namun, gunung ini juga memiliki sejarah panjang kecelakaan akibat longsor salju, cuaca ekstrem, dan medan teknis yang sangat berat.

Duka Mendunia bagi Komunitas Pendaki

Kabar meninggalnya Nirmal Purja memicu gelombang belasungkawa dari komunitas pendakian internasional. Banyak pendaki profesional mengenangnya sebagai sosok yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga aktif membantu operasi penyelamatan di Himalaya dan mengangkat peran para Sherpa Nepal ke tingkat dunia.

Purja selama ini dikenal mendorong batas kemampuan manusia melalui berbagai ekspedisi ekstrem. Ia juga menjadi simbol bahwa pendaki asal Nepal mampu berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh besar dunia dalam olahraga pendakian gunung.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia mountaineering internasional. Tragedi di Broad Peak kembali mengingatkan bahwa meskipun teknologi pencarian dan peralatan pendakian terus berkembang, alam pegunungan tetap menyimpan risiko yang sangat besar. Nirmal Purja akan dikenang sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh dalam sejarah modern, sementara tragedi Broad Peak menjadi catatan duka yang membekas bagi komunitas pendaki dunia.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar