Raffi Ahmad & The Dudas Donasi Rp1 Miliar ke Desa Adat Sade

Raffi Ahmad bersama Nagita Slavina dan grup The Dudas Minus One mengunjungi lokasi pascabencana di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Minggu (23/8/2026). Selain memberikan dukungan moral dan menghibur warga terdampak di pengungsian, rombongan menyerahkan bantuan donasi senilai Rp1 miliar.

Raffi Ahmad & The Dudas Donasi Rp1 Miliar ke Desa Adat Sade
Raffi Ahmad bersama Nagita Slavina dan grup The Dudas Minus One (Ariel, Desta, Gading Marten) mengunjungi lokasi pascabencana di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Minggu (23/8/2026) (Dok. Instagram @raffinagita1717)

Frame Daily, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (23/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Raffi hadir didampingi sang istri, Nagita Slavina, serta memboyong deretan figur publik yang tergabung dalam kelompok The Dudas Minus One, yaitu Nazril Irham (Ariel), Deddy Mahendra Desta, dan Gading Marten. Kehadiran rombongan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi pemukiman warga pasca diterjang kebakaran hebat beberapa waktu lalu, sekaligus memastikan proses penanganan pascabencana berjalan optimal.

Selain melakukan peninjauan lapangan dan memberikan dukungan moril kepada para pengungsi, rombongan juga menyerahkan bantuan dana kemanusiaan secara simbolis sebesar Rp1 miliar.

Bantuan dana tersebut dialokasikan secara spesifik untuk mendukung percepatan rekonstruksi rumah warga dan fasilitas umum yang rusak, serta mendanai pemulihan infrastruktur di kawasan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok tersebut.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab moral untuk mendampingi masyarakat Desa Adat Sade yang sedang berjuang bangkit dari musibah," ujar Raffi di sela-sela kunjungannya. Menurutnya, percepatan pemulihan Desa Adat Sade sangat krusial mengingat posisinya yang strategis sebagai pemelihara kelestarian adat dan ikonisasi pariwisata daerah di Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan rombongan di area pengungsian disambut antusias oleh warga setempat, khususnya anak-anak dan para korban terdampak. Untuk mengurangi trauma psikologis pascabencana (trauma healing), Ariel, Desta, dan Gading Marten turut berinteraksi langsung, menyapa, dan menghibur para warga di tenda-tenda darurat.

Langkah cepat tanggap ini diharapkan tidak hanya dapat meringankan beban ekonomi warga lokal yang kehilangan tempat tinggal, namun juga mampu mengembalikan denyut aktivitas pariwisata dan kebudayaan di Desa Adat Sade dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Desa Adat Sade selama ini dikenal luas hingga mancanegara karena mempertahankan arsitektur rumah tradisional suku Sasak serta pola hidup adat yang otentik. Kejadian kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat tersebut sempat menghentikan aktivitas perekonomian berbasis pariwisata yang menjadi tumpuan utama mata pencaharian warga setempat.

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait dan pemangku kepentingan terus berkoordinasi untuk mematikan tata ruang pemukiman pascarekonstruksi tetap menjaga keaslian nilai-nilai adat dan kebudayaan lokal. Suntikan donasi sebesar Rp1 miliar dari Raffi Ahmad dan rekan-rekan diproyeksikan akan langsung masuk ke tahap pengadaan material bangunan tradisional dan pemulihan sarana sanitasi warga.

Proses pemulihan dan rekonstruksi Desa Adat Sade ditargetkan dapat berjalan bertahap dalam beberapa bulan ke depan agar masyarakat dapat kembali menempati hunian yang layak serta menyambut kembali wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ditulis oleh DF

Komentar