Kenapa Komentar Judi Online Masih Bermunculan di Facebook dan Instagram?

Komentar promosi judi online masih sering muncul di Facebook dan Instagram meski terus diblokir. Simak penyebabnya, cara kerja bot, hingga langkah yang dilakukan Komdigi dan Meta.

Kenapa Komentar Judi Online Masih Bermunculan di Facebook dan Instagram?
Ilustrasi komentar spam judi online di Facebook dan Instagram. (Ilustrasi Frame Daily)

Frame Daily, Jakarta – Pernah membuka kolom komentar di Facebook atau Instagram lalu menemukan promosi situs judi online dengan deretan angka, tautan mencurigakan, atau ajakan bergabung ke grup tertentu? Fenomena tersebut kini semakin sering ditemui, bahkan di akun media, tokoh publik, hingga instansi pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut spam promosi judi online di media sosial terus meningkat. Pemerintah bahkan membentuk tim bersama Meta untuk memperkuat moderasi konten, mendeteksi akun otomatis (bot), serta mempercepat penanganan komentar spam yang semakin masif.

Baca juga: Kenapa Spam Judi Online Sulit Dihentikan? Ini Penyebabnya

Bukan Dilakukan Manusia Satu per Satu

Sebagian besar komentar promosi judi online tidak dikirim secara manual. Pelaku umumnya menggunakan bot atau sistem otomatis yang mampu mengirim ribuan komentar dalam waktu singkat ke berbagai unggahan publik.

Bot tersebut bekerja menggunakan akun palsu yang dibuat dalam jumlah besar. Ketika satu akun diblokir, pelaku dapat mengaktifkan akun lain sehingga komentar serupa terus bermunculan.

Dalam banyak kasus, akun-akun tersebut juga menggunakan nama, foto profil, hingga pola komentar yang berbeda agar tidak mudah dikenali sistem moderasi.

Mengapa Masih Bisa Lolos?

Platform seperti Facebook dan Instagram sebenarnya telah memiliki sistem moderasi otomatis untuk mendeteksi spam.

Namun, pelaku terus mengubah cara mereka beroperasi, misalnya dengan:

  • menggunakan variasi huruf dan angka;
  • menyisipkan emoji;
  • mengubah ejaan kata tertentu;
  • menggunakan gambar sebagai pengganti teks;
  • memanfaatkan akun yang baru dibuat.

Cara tersebut membuat sistem pendeteksi spam membutuhkan waktu untuk mengenali pola baru.

Akibatnya, sebagian komentar masih sempat tampil sebelum akhirnya dihapus.

Komdigi Sebut Spam Terus Meningkat

Komdigi mengungkapkan bahwa spam promosi judi online mengalami kenaikan hingga 128 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Lonjakan tersebut mendorong pemerintah memperkuat koordinasi dengan Meta untuk meningkatkan efektivitas moderasi konten, mempercepat penghapusan spam, serta menindak akun yang terindikasi menjadi bagian dari jaringan promosi judi online.

Langkah tersebut tidak hanya menyasar unggahan publik, tetapi juga aktivitas bot yang memanfaatkan kolom komentar sebagai media promosi.

Mengapa Pelaku Memilih Kolom Komentar?

Bagi pelaku, kolom komentar memiliki jangkauan yang sangat luas.

Setiap kali sebuah unggahan viral memperoleh ribuan hingga jutaan interaksi, bot akan otomatis membanjiri kolom komentar dengan promosi judi online.

Strategi ini dipilih karena biaya operasional relatif rendah, tetapi mampu menjangkau banyak pengguna dalam waktu singkat.

Semakin tinggi interaksi sebuah unggahan, semakin besar peluang komentar tersebut dilihat oleh pengguna lain.

Apa yang Dilakukan Meta?

Sebagai pemilik Facebook dan Instagram, Meta terus mengembangkan teknologi moderasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi akun palsu, aktivitas otomatis, dan komentar spam.

Namun, sistem tersebut harus terus diperbarui karena pelaku juga menggunakan teknik yang semakin kompleks untuk menghindari deteksi.

Karena itu, kerja sama dengan pemerintah dinilai penting untuk mempercepat identifikasi pola baru serta mempersempit ruang gerak jaringan spam.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?

Selain mengandalkan sistem moderasi platform, pengguna juga memiliki peran penting dalam mengurangi penyebaran spam judi online.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • melaporkan komentar spam;
  • memblokir akun pengirim;
  • tidak mengklik tautan mencurigakan;
  • mengaktifkan filter komentar jika mengelola akun publik;
  • menghindari membalas komentar spam agar tidak meningkatkan interaksi.

Semakin banyak laporan yang diterima platform, semakin cepat akun dan komentar tersebut diproses oleh sistem moderasi.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar