Kaesang soal Kandang Gajah, Ganjar: Jateng Masih Banteng

Majunya Kaesang Pangarep sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah memanaskan dinamika politik menuju Pemilu 2029. Ambisi PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai "Kandang Gajah" ditanggapi santai PDI Perjuangan yang menegaskan provinsi tersebut masih menjadi "Kandang Banteng"

Kaesang soal Kandang Gajah, Ganjar: Jateng Masih Banteng
Presiden Ke-7 Joko Widodo bersama putra bungsunya Kaesang Pangarep yang merupakan Ketua Umum PSI Partai Super Tbk. (Ilustrasi : FrameDaily)

Frame Daily, Jakarta - Majunya Kaesang Pangarep sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah memanaskan dinamika politik menuju Pemilu 2029. Ambisi PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai "Kandang Gajah" mendapat respons santai dari PDI Perjuangan yang menegaskan provinsi tersebut masih menjadi "Kandang Banteng".

Keputusan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep maju sebagai bakal calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029 mulai memanaskan dinamika politik nasional. Langkah tersebut memunculkan pertanyaan, mampukah PSI mengubah Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai "Kandang Banteng" menjadi "Kandang Gajah"?

Selama bertahun-tahun, Jawa Tengah identik sebagai basis kuat PDI Perjuangan. Namun, PSI kini memasang target besar. Ketua DPP PSI Bestari Barus secara terbuka menyatakan tekad partainya menjadikan Jawa Tengah sebagai "Kandang Gajah", sejalan dengan identitas baru PSI yang menggunakan logo bergambar gajah.

Langkah Kaesang dinilai bukan sekadar keputusan politik biasa. Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu memilih bertarung di Dapil V Jawa Tengah, wilayah yang memiliki nilai historis bagi PDI Perjuangan.

Dapil V Jawa Tengah juga memiliki keterkaitan dengan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani. Puan mengawali karier politik elektoralnya dengan maju sebagai calon anggota DPR dari dapil tersebut pada Pemilu 2009. Karena itu, pilihan Kaesang dinilai banyak pihak memiliki makna simbolis, meski keduanya belum tentu akan berhadapan langsung dalam kontestasi yang sama.

Ganjar: Jateng Tetap "Kandang Banteng"

Di sisi lain, PDI Perjuangan tidak menunjukkan kekhawatiran atas langkah politik Kaesang. Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menegaskan Jawa Tengah tetap menjadi basis utama partainya. Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menilai keputusan Kaesang merupakan hak politik setiap warga negara yang harus dihormati.

"Beliau memang berasal dari Solo, sehingga memilih Dapil V Jawa Tengah tentu merupakan hak politik yang patut dihormati. Bagi PDI Perjuangan, ini bukan soal siapa berhadapan dengan siapa, melainkan bagaimana rakyat diberi kesempatan menentukan pilihannya secara bebas dan demokratis," ujar Ganjar.

Ganjar juga menanggapi santai keputusan Kaesang dan menegaskan PDI Perjuangan tidak akan ambil pusing. Menurutnya, siapa pun yang maju dalam kontestasi politik pada akhirnya akan dinilai langsung oleh masyarakat melalui pemilu yang demokratis.

PSI: Tidak Perlu Panik Hadapi Kami

Menanggapi pernyataan Ganjar, Ketua DPP PSI Bestari Barus meminta semua pihak tidak perlu panik menghadapi rencana Kaesang maju dari Dapil V Jawa Tengah. Menurut Bestari, PSI menghormati setiap partai yang ingin mempertahankan basis politiknya. Namun, PSI juga memiliki hak yang sama untuk membangun kekuatan politik di Jawa Tengah.

"Kalau ada yang mengatakan 'kami akan pertahankan kandang kami', ya itu enggak apa-apa. Kami juga mau membuat kandang di sana, membesarkan partai kami, mendekat kepada masyarakat, dan mengajak masyarakat bersama-sama dengan PSI. Itu hal yang wajar. Enggak usah panik menghadapi PSI, selow saja," kata Bestari.

Pernyataan tersebut mempertegas optimisme PSI untuk menembus dominasi PDI Perjuangan di provinsi yang selama ini dikenal sebagai lumbung suara partai berlambang banteng itu.

Artikel terkait : Kaesang Pangarep Umumkan Maju Pileg 2029 dari Dapil V Jawa Tengah

Kaesang Fokus Garap Solo

Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Solo, Kaesang mengumumkan dirinya akan maju sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah. Ia juga mengingatkan seluruh kader PSI agar tidak saling berebut suara dan tetap menjaga kekompakan menjelang Pemilu 2029.

"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," ujar Kaesang.

Kaesang menjelaskan wilayah yang menjadi fokus kerjanya hanya Kota Solo. Sementara daerah lain di Dapil V telah dibagi kepada kader PSI lainnya." Insyaallah saya akan membersamai seluruh kader karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Kota Solo."

Ia menambahkan, Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten telah menjadi tanggung jawab kader lainnya. Boyolali saya tidak boleh disentuh karena ada bagian yang lain. Sukoharjo, Klaten sudah diberikan teritorinya kepada yang lain juga. Saya cuma kedapatan Solo. Tapi saya mohon benar-benar besar untuk 2029 nanti," katanya.

Meski hanya menggarap basis suara di Kota Solo, Kaesang optimistis PSI mampu mencatatkan hasil signifikan pada Pemilu 2029. Ia pun kembali mengajak seluruh kader menjaga soliditas partai. "Terima kasih atas doanya, dukungannya. Saya mohon semuanya untuk bisa solid di 2029," tutup Kaesang.

Persaingan politik menuju Pemilu 2029 pun mulai memperlihatkan babak baru. Di satu sisi, PDI Perjuangan bertekad mempertahankan Jawa Tengah sebagai "Kandang Banteng". Di sisi lain, PSI datang dengan ambisi besar menjadikannya "Kandang Gajah".

Apakah strategi Kaesang mampu mengubah peta politik Jawa Tengah, atau dominasi PDI Perjuangan tetap bertahan? Jawabannya akan ditentukan oleh pilihan masyarakat pada Pemilu 2029.

(Sumber : TEMPO, Kumparan, Kompas.com)

Ditulis oleh Junaidi Saifuddin

Komentar