Frame Daily, Jakarta - Kawasan Blok M kembali dipadati pengunjung akhir pekan ini. Bukan sekadar berburu sneakers, ribuan orang datang untuk menikmati festival yang memadukan belanja, musik, kuliner, seni, hingga hiburan dalam satu kawasan. Perputaran ekonomi yang tercipta pun diproyeksikan menembus lebih dari Rp30 miliar hanya dalam tiga hari.
Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka JSB Blok M Festival 2026, Jumat (31/7). Ia menilai antusiasme pengunjung sejak hari pertama menjadi sinyal kuat bahwa kawasan Blok M berhasil bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif di Jakarta.
"Tahun lalu saat acara digelar di JCC, nilai transaksinya sekitar Rp30 miliar. Saya berharap penyelenggaraan kali ini bisa melampaui angka tersebut," kata Pramono.
Ia mengaku masih mengingat kondisi Blok M sekitar setahun lalu yang relatif sepi. Bersama PT MRT Jakarta dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian mendorong berbagai kegiatan agar kawasan tersebut kembali hidup.
Blok M Diproyeksikan Jadi Pusat Festival Kreatif
JSB Blok M Festival merupakan pengembangan dari Jakarta Sneaker Day yang telah berlangsung selama sembilan tahun.
Pada edisi 2026, konsepnya diperluas menjadi multi-experience festival dengan sekitar 11 titik aktivitas yang tersebar di kawasan Blok M. Pengunjung dapat menikmati bazar, konser musik, pasar malam, instalasi kreatif, hingga berbagai pengalaman interaktif lainnya.
Festival Director JSB Blok M Festival, Abi Trisuran, mengatakan perluasan konsep dilakukan agar festival tidak hanya menjadi ajang jual beli sneakers, tetapi juga ruang kolaborasi berbagai industri kreatif.
Bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Blok M sebagai destinasi urban yang aktif sepanjang tahun.
"Saya berharap tahun depan bukan hanya 11 atau 12 acara, tetapi semakin banyak kegiatan yang membuat Blok M terus hidup," ujarnya.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Jakarta karena mampu menggerakkan sektor perdagangan, hiburan, hingga pariwisata secara bersamaan.
Komentar