Industri Halal Indonesia Bidik Pasar Rp11.182 Triliun

Kementerian Perindustrian menyebut potensi belanja halal Indonesia mencapai Rp11.182 triliun. Halal Indo 2026 disiapkan untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional.

Industri Halal Indonesia Bidik Pasar Rp11.182 Triliun
Kementerian Perindustrian memperkirakan potensi pasar halal Indonesia mencapai Rp11.182 triliun dan mendorong penguatan ekosistem industri halal melalui Halal Indo 2026. (Foto: Dyandra)

Frame Daily, Jakarta – Industri halal Indonesia terus menunjukkan prospek pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya permintaan pasar domestik. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan potensi belanja halal nasional mencapai Rp11.182 triliun, didukung jumlah penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 242,6 juta jiwa.

Potensi tersebut menjadi salah satu landasan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri halal nasional melalui kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, media, dan kreator konten. Upaya itu juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang akan digelar pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan, mengatakan besarnya pasar halal Indonesia harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri nasional.

"Dengan potensi tersebut, Indonesia memiliki basis kuat untuk mengangkat pertumbuhan industri halal dari skala kecil hingga besar. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok halal dari hulu hingga hilir, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang memiliki nilai tambah," ujar Adie dalam Halal Leaders & Creator Gathering di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Kolaborasi Bangun Ekosistem Industri Halal

Kegiatan Halal Leaders & Creator Gathering mempertemukan pemerintah, pelaku industri, komunitas, media, hingga kreator konten dalam satu forum kolaborasi.

Melalui pendekatan tersebut, Kemenperin ingin membangun ekosistem industri halal yang tidak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga didukung promosi, edukasi, dan penguatan citra produk halal Indonesia di ruang digital.

Menurut Adie, kreator konten memiliki peran strategis dalam memperkenalkan industri halal kepada masyarakat luas.

"Dalam pengembangan industri halal, kreator berperan penting dalam menerjemahkan berbagai aspek teknis industri menjadi narasi yang sederhana, kreatif, dan relevan. Sehingga halal tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan regulasi, tapi juga sebagai bagian dari lifestyle," katanya.

Sertifikasi Halal Terus Bertambah

Kemenperin mencatat hingga akhir triwulan II 2024 telah diterbitkan hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk.

Meski demikian, pemerintah menilai peningkatan jumlah sertifikat tersebut masih perlu diimbangi dengan meningkatnya konsumsi produk halal dalam negeri agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha nasional.

Halal Indo 2026 Diperluas

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, penyelenggaraan Halal Indo 2026 akan diperluas dengan menempati tiga hall utama di ICE BSD City.

Pameran tersebut akan menghadirkan berbagai sektor industri halal, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, modest fashion, hingga pariwisata ramah muslim.

Penyelenggara berharap perluasan skala pameran mampu mempertemukan pelaku industri, investor, pembeli, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang mendorong pertumbuhan industri halal Indonesia.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar