Frame Daily, Jakarta – Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 memperluas skala penyelenggaraan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri halal nasional. Pameran yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City itu akan menempati tiga hall utama dengan cakupan sektor yang lebih luas, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, modest fashion, hingga pariwisata ramah muslim.
Ekspansi tersebut diumumkan dalam rangkaian Halal Leaders & Creator Gathering yang digelar Kementerian Perindustrian bersama Dyandra Promosindo di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, komunitas, media, dan kreator konten untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri halal Indonesia.
Pelaksana Harian Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri halal global.
"Dengan potensi tersebut, Indonesia memiliki basis kuat untuk mengangkat pertumbuhan industri halal dari skala kecil hingga besar. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok halal dari hulu hingga hilir, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang memiliki nilai tambah," ujar Adie.
Potensi Pasar Halal Capai Rp11.182 Triliun
Kementerian Perindustrian mencatat jumlah penduduk Muslim Indonesia pada 2023 mencapai 242,6 juta jiwa, dengan potensi belanja halal diperkirakan mencapai Rp11.182 triliun.
Besarnya pasar domestik tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat daya saing industri halal nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri di berbagai sektor.
Selain memperluas pasar, pemerintah juga mendorong terbentuknya rantai pasok halal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Kreator Konten Jadi Mitra Strategis
Dalam pengembangan industri halal, Kementerian Perindustrian juga menyoroti pentingnya peran kreator konten dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk halal.
Menurut Adie, kreator digital memiliki kemampuan menerjemahkan isu-isu industri menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.
"Dalam pengembangan industri halal, kreator berperan penting dalam menerjemahkan berbagai aspek teknis industri menjadi narasi yang sederhana, kreatif, dan relevan. Sehingga halal tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan regulasi, tapi juga sebagai bagian dari lifestyle," katanya.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap produk halal lokal tidak hanya dikenal sebagai produk bersertifikat, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Halal Indo 2026 Tampil Lebih Besar
Sebagai bagian dari ekspansi, Halal Indo 2026 akan menghadirkan area pamer yang lebih luas dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Selain sektor makanan dan minuman, pameran juga akan menampilkan inovasi dari industri kosmetik, farmasi, fesyen muslim, hingga layanan wisata ramah muslim.
Penyelenggara berharap perluasan tersebut mampu mempertemukan pelaku usaha, investor, pembeli, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang mendorong pertumbuhan industri halal nasional.
Sertifikasi Halal Terus Meningkat
Kementerian Perindustrian mencatat hingga akhir triwulan II 2024 telah diterbitkan hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk.
Meski demikian, pemerintah menilai peningkatan jumlah produk bersertifikat halal masih perlu diikuti dengan peningkatan konsumsi produk halal dalam negeri agar daya saing industri nasional semakin kuat.
Komentar