BRIN Pamerkan Drone Pemetaan 3.000 Hektare di EDRR

BRIN memamerkan LSU-02 VTOL-PM di EDRR Indonesia 2026. Drone VTOL ini mampu mendukung pemetaan area hingga 3.000 hektare per penerbangan.

BRIN Pamerkan Drone Pemetaan 3.000 Hektare di EDRR

Frame Daily, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memamerkan drone LSU-02 VTOL-PM dalam ajang Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Drone berjenis fixed wing dengan kemampuan vertical take-off and landing (VTOL) tersebut ditampilkan sebagai perangkat utama dalam model tata kelola spasial desa berbasis drone. Teknologi ini diarahkan untuk mendukung perencanaan desa sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Berdasarkan informasi yang ditampilkan BRIN di EDRR Indonesia 2026, LSU-02 VTOL-PM mampu melakukan pemetaan area sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare dalam satu penerbangan.

Baca juga: EDRR 2026 Buka Peluang Investasi Teknologi Kebencanaan

Kemampuan VTOL membuat pesawat nirawak tersebut dapat melakukan lepas landas dan mendarat secara vertikal. BRIN juga mencantumkan sejumlah kemampuan lain, mulai dari pemetaan area secara cepat dan luas, akurasi tinggi, hingga pengoperasian tanpa memerlukan landasan.

Data untuk Pemetaan Risiko Bencana

Penggunaan LSU-02 VTOL-PM tidak berhenti pada pengambilan foto dari udara. Drone digunakan untuk mengumpulkan data spasial yang kemudian diolah dan dianalisis sebagai dasar perencanaan.

Data yang dapat dikumpulkan meliputi foto udara, orthomosaic, DEM/DSM, point cloud, dan video. Hasil pengolahan tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan peta dasar desa, peta tematik hingga peta risiko bencana.

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Warga Diminta Tetap Waspada Frame Daily
Gunung Semeru kembali erupsi tiga kali pada Kamis dini hari. PVMBG meminta warga mematuhi zona bahaya dan mewaspadai awan panas serta lahar.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Baca selengkaonya

Dalam konteks kebencanaan, informasi spasial tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemetaan risiko, peringatan dini berbasis data, penentuan jalur aman, monitoring pascabencana hingga mendukung proses pemulihan.

Model yang ditampilkan BRIN memiliki enam tahapan, mulai dari akuisisi data menggunakan drone, pengolahan data, analisis spasial, perencanaan mandiri, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi.

Pada tahap analisis, data digunakan antara lain untuk membaca kondisi dasar secara menyeluruh, menganalisis pola ruang, risiko bencana serta potensi dan kesesuaian lahan.

Mendukung Perencanaan Desa

Selain mitigasi bencana, data yang dihasilkan juga diarahkan untuk membantu desa menyusun perencanaan berdasarkan kondisi wilayah.

BRIN mencantumkan sejumlah keluaran dari model tersebut, termasuk peta dasar desa berbasis orthomosaic dan DEM, peta tematik yang memuat tata guna lahan dan infrastruktur, serta rencana tata ruang desa berbasis data dan partisipatif.

Pemanfaatan drone dalam sistem tersebut menunjukkan bagaimana data dari udara dapat diterjemahkan menjadi informasi spasial untuk mendukung keputusan di tingkat desa.

Kehadiran LSU-02 VTOL-PM menjadi salah satu teknologi yang ditampilkan BRIN dalam EDRR Indonesia 2026. Pameran yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 tersebut mempertemukan berbagai teknologi dan solusi untuk mitigasi, penyelamatan, serta penanganan keadaan darurat.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar