Frame Daily, Jakarta – Sebuah slip gaji yang diduga milik pesepak bola Inggris saat masih memperkuat kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dokumen tersebut menarik perhatian bukan hanya karena besarnya pendapatan yang diterima sang pemain, melainkan juga nilai pajak yang tercantum dalam rincian penghasilannya.
Dalam dokumen yang beredar, Sterling tercatat menerima gaji pokok sekitar £708.333 per bulan atau setara kurang lebih Rp15,6 miliar. Selain gaji bulanan, ia juga memperoleh bonus loyalitas sebesar £1,5 juta atau sekitar Rp33 miliar.
Jika kedua komponen tersebut digabungkan, total pendapatan kotor Sterling pada periode penggajian itu mencapai lebih dari £2,2 juta, setara sekitar Rp48,6 miliar. Angka tersebut memperlihatkan besarnya nilai kontrak yang diterima para pemain elite di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Inggris.
Angka Pajak yang Mencuri Perhatian
Meski nilai gajinya sangat fantastis, bagian yang paling banyak dibahas justru berada pada kolom potongan pajak.
Dalam slip tersebut, tercantum bahwa pajak penghasilan (Income Tax) Sterling mencapai sekitar £5,46 juta atau setara Rp120 miliar. Selain itu terdapat potongan National Insurance lebih dari £240 ribu, yang jika dikonversikan bernilai sekitar Rp5,3 miliar.
Setelah seluruh komponen diperhitungkan, pembayaran bersih yang diterima Sterling pada periode tersebut tercatat sekitar £1,16 juta, atau kurang lebih Rp25,5 miliar.
Besarnya angka pajak itu membuat banyak pengguna media sosial mengira Sterling harus membayar lebih dari Rp120 miliar hanya dalam satu bulan. Padahal, pemahaman tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Memahami Kolom "To Date" pada Slip Gaji Inggris
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah penggunaan kolom "To Date" pada sistem penggajian di Inggris.
Kolom tersebut menunjukkan akumulasi seluruh pajak yang telah dipotong sejak awal tahun pajak (tax year), bukan jumlah pajak yang dipotong khusus pada bulan diterbitkannya slip gaji tersebut.
Artinya, angka sekitar £5,46 juta merupakan total pajak yang telah dibayarkan Sterling hingga periode penggajian tersebut berlangsung. Nilai itu bukan potongan pajak untuk satu bulan saja.
Penjelasan ini sekaligus meluruskan berbagai interpretasi yang berkembang di media sosial setelah dokumen tersebut viral.
Sistem Pajak Progresif di Inggris
Kasus slip gaji Sterling juga memberikan gambaran mengenai cara kerja sistem pajak progresif yang diterapkan di Inggris.
Dalam sistem tersebut, tarif pajak meningkat seiring bertambahnya penghasilan seseorang. Semakin tinggi pendapatan yang diterima, semakin besar pula kontribusi pajak yang wajib dibayarkan kepada negara.
Bagi pemain Premier League dengan pendapatan puluhan miliar rupiah setiap bulan, nominal pajak yang harus disetor memang dapat mencapai angka yang sangat besar.
Kontribusi tersebut menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai layanan publik seperti sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga pembangunan infrastruktur.
Reaksi Warganet Terbelah
Beredarnya slip gaji Sterling memunculkan beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian pengguna media sosial mengaku terpukau melihat besarnya pendapatan yang diterima seorang pesepak bola profesional di level tertinggi. Nilai gaji yang mencapai puluhan miliar rupiah dalam sebulan dinilai mencerminkan besarnya industri sepak bola modern.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang justru lebih terkejut melihat besarnya akumulasi pajak yang harus dibayarkan. Bagi sebagian orang, angka tersebut bahkan melebihi total penghasilan yang mungkin diperoleh seseorang sepanjang hidupnya.
Perbincangan itu kembali mengingatkan publik bahwa meski atlet elite memperoleh bayaran yang sangat tinggi, mereka juga memiliki kewajiban perpajakan dalam jumlah besar sesuai aturan yang berlaku di negara tempat mereka bekerja.
Slip gaji yang viral tersebut akhirnya menjadi gambaran nyata bahwa pendapatan fantastis para bintang sepak bola selalu diiringi tanggung jawab finansial yang tidak kalah besar. Selain menikmati hasil dari karier profesional mereka, para pemain juga menjadi salah satu kontributor pajak terbesar yang ikut mendukung pembiayaan berbagai layanan publik di negaranya.
Komentar