Frame Daily, Pakistan - Sebanyak 10 pendaki hilang di Pakistan setelah longsoran salju menerjang jalur pendakian Gunung Broad Peak di kawasan Karakoram, Gilgit-Baltistan. Salah satu nama yang menjadi perhatian dunia adalah Nirmal Purja, pendaki Nepal yang dikenal luas melalui film dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible.
Hingga Jumat (31/7) waktu setempat, tim penyelamat Pakistan masih melanjutkan operasi pencarian di tengah cuaca buruk dan medan yang sangat sulit. Otoritas setempat telah menemukan beberapa korban meninggal dunia, sementara sejumlah pendaki lainnya, termasuk Purja, masih dinyatakan hilang.
Longsoran Salju Terjadi di Broad Peak
Insiden terjadi di Broad Peak, gunung setinggi 8.051 meter yang merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia. Longsoran dilaporkan menghantam rombongan pendaki saat mereka bergerak dari Camp 2 menuju Camp 3 pada ketinggian sekitar 6.500 meter.
Broad Peak dikenal sebagai salah satu gunung paling menantang di Pakistan. Selain memiliki jalur teknis yang sulit, kawasan tersebut juga rawan longsoran salju, terutama pada musim pendakian ketika kondisi cuaca dapat berubah secara drastis.
Tim penyelamat menghadapi berbagai kendala, mulai dari hujan salju, kabut tebal, hingga keterbatasan akses helikopter menuju lokasi kejadian. Drone juga dikerahkan untuk membantu pencarian di area longsoran.
Nirmal Purja Termasuk Pendaki yang Hilang
Perhatian dunia tertuju kepada Nirmal Purja, pendaki asal Nepal yang mencatat sejarah dengan menaklukkan seluruh 14 gunung di atas 8.000 meter hanya dalam waktu sekitar enam bulan pada 2019. Kisah tersebut kemudian diangkat dalam dokumenter 14 Peaks: Nothing Is Impossible.
Purja saat ini diketahui memimpin ekspedisi melalui perusahaan ekspedisinya. Sebelum menuju Broad Peak, ia baru saja berhasil mencapai puncak Gasherbrum II tanpa menggunakan oksigen tambahan sebagai bagian dari proyek pendakian ambisiusnya.
Laporan awal menyebut perangkat pelacak GPS milik Purja sempat menunjukkan penurunan drastis yang diduga terjadi saat longsoran. Namun setelah itu perangkat kembali menunjukkan adanya pergerakan sehingga sempat memunculkan harapan bahwa ia masih selamat. Meski demikian, hingga laporan terakhir belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisinya.
Operasi Pencarian Berlangsung dalam Kondisi Sulit
Otoritas Pakistan bersama Alpine Club of Pakistan mengerahkan tim darat, helikopter militer, serta drone untuk mencari para pendaki yang hilang.
Sejumlah jenazah telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi, termasuk seorang pendaki asal Amerika Serikat, seorang pendaki asal Oman, serta seorang pemandu asal Nepal. Namun sebagian besar anggota rombongan masih belum ditemukan.
Rekaman drone juga dilaporkan memperlihatkan keberadaan beberapa korban di area longsoran. Meski demikian, proses evakuasi sangat bergantung pada kondisi cuaca yang sering berubah dan membahayakan keselamatan tim penyelamat.
Broad Peak Dikenal Sebagai Gunung Berisiko Tinggi
Broad Peak berada di kawasan Pegunungan Karakoram yang juga menjadi lokasi Gunung K2. Medan yang curam, suhu ekstrem, serta ancaman longsoran salju menjadikan gunung ini sebagai salah satu destinasi pendakian paling berbahaya di dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan fatal juga pernah terjadi di kawasan pegunungan Pakistan akibat cuaca ekstrem maupun longsoran salju. Risiko tersebut membuat setiap ekspedisi membutuhkan persiapan matang, termasuk dukungan logistik dan pemantauan cuaca secara intensif.
Para pendaki profesional umumnya memahami risiko tersebut, namun perubahan kondisi alam di ketinggian ekstrem sering kali sulit diprediksi sehingga operasi penyelamatan juga menghadapi tantangan besar.
Perkembangan mengenai 10 pendaki hilang di Pakistan masih terus dipantau oleh otoritas setempat. Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian terhadap Nirmal Purja dan pendaki lainnya masih berlangsung, sementara pemerintah Pakistan bersama otoritas negara asal para pendaki terus berkoordinasi untuk mendukung proses evakuasi dan identifikasi korban.
Komentar