Frame Daily, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak positif terhadap sektor perunggasan nasional. Menurutnya, kebutuhan ayam dan telur dalam program tersebut telah menciptakan pasar baru yang membantu meningkatkan permintaan hasil produksi peternak.
Pernyataan itu disampaikan usai rembuk bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kementerian Pertanian, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sektor perunggasan di Jakarta.
Menurut Sudaryono, meningkatnya kebutuhan ayam dan telur untuk Program MBG menjadi salah satu faktor yang membantu menyerap produksi peternak di tengah kondisi surplus unggas nasional.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki kebutuhan yang sangat besar terhadap ayam dan telur, selain beras, sayuran, dan komoditas pangan lainnya,” kata Sudaryono.
MBG Ciptakan Pasar Baru
Sudaryono menjelaskan Program MBG telah membuka peluang pasar baru bagi peternak ayam dan telur.
Menurutnya, dampak program tersebut mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas produksi di sejumlah peternakan. Kandang yang sebelumnya belum terisi penuh kini kembali beroperasi, bahkan mulai bermunculan peternak baru yang melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan pangan.
“MBG menjadi emerging market yang mendorong peningkatan permintaan ayam dan telur. Dampaknya, banyak kandang peternak yang sebelumnya tidak terisi penuh kini kembali penuh, bahkan muncul peternak-peternak baru,” ujarnya.
Peternak Diminta Sesuaikan Produksi
Meski demikian, Sudaryono mengingatkan peternak agar mulai menyesuaikan pola produksi dengan kalender sekolah.
Ia menjelaskan, saat sekolah memasuki masa libur, kebutuhan Program MBG ikut menurun sehingga permintaan terhadap ayam dan telur berpotensi berkurang. Jika produksi tidak disesuaikan, kondisi tersebut dapat kembali menekan harga di tingkat peternak.
“Kami merekomendasikan agar peternak mulai menyesuaikan pola produksinya dengan kalender sekolah karena saat libur sekolah kebutuhan MBG ikut menurun,” katanya.
Menurut Sudaryono, pola tersebut merupakan kondisi baru yang perlu dipelajari bersama agar keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap terjaga sepanjang tahun.
Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menjelaskan penurunan harga ayam beberapa waktu terakhir dipengaruhi mekanisme pasar.
Ketika pasokan melimpah sementara permintaan menurun, harga di tingkat peternak akan ikut turun. Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.
Pemerintah berharap upaya tersebut mampu menjaga harga ayam dan telur tetap berada pada tingkat yang menguntungkan peternak, tanpa membebani masyarakat sebagai konsumen.
Komentar