Frame Daily, Jakarta – Kawasan Slasar Malioboro di Kompleks Stasiun Yogyakarta kini tidak hanya menjadi ruang publik bagi wisatawan dan pengguna kereta api, tetapi juga berfungsi sebagai etalase baru bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya. Kehadiran kawasan ini menjadi peluang bagi usaha mikro agar lebih mudah menjangkau pengunjung, terutama selama periode libur sekolah.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti Agus Juanedi mengatakan Slasar Malioboro dirancang sebagai ruang publik yang nyaman dan tertata sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung maupun pelaku usaha yang berjualan di kawasan tersebut.
"Kawasan itu tidak hanya nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga mampu menjadi ruang usaha yang memberikan kesempatan berkembang bagi para pelaku UMKM," kata Agus dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Rabu.
Ruang Usaha yang Lebih Tertata
Menurut Agus, Slasar Malioboro menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang usaha yang lebih terorganisasi tanpa mengurangi daya tarik kawasan wisata. Dengan konsep tersebut, aktivitas perdagangan, pariwisata, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan berdampingan.
Ia menilai kawasan tersebut tidak hanya memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk lokal, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
"Slasar Malioboro menjadi salah satu wujud bagaimana ruang usaha, aktivitas wisata, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan berdampingan," ujarnya.
Peluang UMKM Menjangkau Wisatawan
Lokasi Slasar Malioboro yang berada di dalam Kompleks Stasiun Yogyakarta dinilai menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha. Pengunjung yang menunggu jadwal keberangkatan kereta maupun wisatawan yang baru tiba dapat mengakses kawasan tersebut dengan berjalan kaki.
Di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner, membeli produk UMKM lokal, hingga memanfaatkan area bersantai yang disediakan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dari berbagai daerah tanpa harus membuka gerai di lokasi lain.
Libur Sekolah Dorong Kunjungan
Momentum libur sekolah turut memberikan dampak terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat di Stasiun Yogyakarta. Berdasarkan data KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta hingga 26 Juni 2026, jumlah penumpang di stasiun tersebut meningkat sebesar 21 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan jumlah pengunjung ini diharapkan ikut memberikan manfaat bagi pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Slasar Malioboro, karena semakin banyak wisatawan yang berpotensi singgah untuk menikmati kuliner maupun membeli produk lokal.
Kolaborasi Pariwisata dan UMKM
KAI Properti berharap pengelolaan Slasar Malioboro yang lebih terintegrasi mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih tertata sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Bagi pelaku UMKM, keberadaan ruang usaha di kawasan strategis seperti Slasar Malioboro menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pasar, membangun kedekatan dengan wisatawan, serta memperkenalkan produk lokal kepada konsumen dari berbagai daerah. Di sisi lain, kawasan tersebut juga memperkuat peran ruang publik sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal yang berjalan seiring dengan perkembangan sektor pariwisata.
Komentar