Frame Daily, Jakarta - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 3–4 Agustus 2026. Agenda utama lawatan tersebut adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, yang difokuskan pada penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Kunjungan ini menjadi pertemuan bilateral kedua sejak Indonesia dan Thailand meningkatkan hubungan menjadi Strategic Partnership pada 2025. Kesepakatan tersebut dicapai ketika Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Thailand dan menjadi fondasi perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan PM Anutin akan diterima Presiden Prabowo pada Senin sore.
"Iya nanti sore PM Thailand Anutin akan datang ke Jakarta dan akan diterima Presiden Prabowo di Istana Merdeka jam 16.30 WIB," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, juga membenarkan agenda tersebut. Ia menyampaikan bahwa pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua negara dalam meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis.
"Pertemuan ini merupakan yang kedua sejak kedua negara sepakat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Strategic Partnership pada tahun 2025 saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Thailand," ujar Yvonne.
Fokus pada Ekonomi, Investasi, dan Ketahanan Kawasan
Dalam pertemuan di Istana Merdeka, kedua pemimpin dijadwalkan membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Kerja sama ekonomi menjadi agenda utama dengan pembahasan peningkatan perdagangan, investasi, pembukaan akses pasar, serta penguatan kolaborasi di sektor pertanian, industri makanan, dan jasa.
Selain itu, Indonesia dan Thailand juga akan membahas ketahanan pangan dan energi sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global. Penguatan rantai pasok regional dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi kedua negara.
Isu keamanan kawasan turut masuk dalam agenda pembicaraan. Kedua negara diperkirakan akan memperkuat kerja sama menghadapi kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, hingga keamanan maritim di kawasan Asia Tenggara.
Usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo dan PM Anutin dijadwalkan menyampaikan hasil pembahasan dalam konferensi pers bersama.

Forum Bisnis dan Visi Thailand Menuju ASEAN 2028
Pada hari kedua kunjungannya, Selasa (4/8/2026), PM Anutin dijadwalkan menghadiri Forum Bisnis KADIN Indonesia dan Kadin Thailand.
Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha kedua negara guna membuka peluang investasi baru, memperluas kemitraan bisnis, dan meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
PM Anutin juga dijadwalkan bertemu Sekretaris Jenderal ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia akan menyampaikan pidato kebijakan luar negeri mengenai arah kepemimpinan Thailand menjelang Keketuaan ASEAN 2028.
Thailand disebut ingin mendorong ASEAN yang semakin terintegrasi, tangguh secara ekonomi, berpusat pada masyarakat, dan mampu menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Juru Bicara Pemerintah Thailand, Rachada Dhnadirek, sebelumnya menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki potensi besar bagi pengembangan investasi dan perdagangan Thailand.
Menurutnya, hubungan baik kedua negara perlu diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha dan masyarakat.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Seiring kunjungan kenegaraan tersebut, Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan dan pengawalan bagi rombongan PM Thailand.
Rekayasa lalu lintas bersifat situasional akan diterapkan di sejumlah ruas jalan protokol yang dilalui iring-iringan tamu negara, termasuk Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, serta jalur menuju Istana Kepresidenan dan Sekretariat ASEAN.
Masyarakat diimbau menyesuaikan waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Anutin diperkirakan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi implementasi kemitraan strategis yang telah disepakati sejak 2025. Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik kawasan, kedua negara diharapkan menghasilkan langkah konkret yang mampu memperkuat posisi Indonesia dan Thailand sebagai dua kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara.

Komentar