Frame Daily, Jakarta – Heart Aerospace melanjutkan pengembangan pesawat regional ES-30 setelah demonstrator listrik X1 berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya di Amerika Serikat.
Berbeda dengan X1 yang menggunakan sistem propulsi sepenuhnya berbasis baterai, ES-30 dirancang sebagai pesawat hybrid-electric dengan kapasitas standar 30 penumpang.
Heart Aerospace saat ini tengah mengembangkan ES-30 pra-produksi pertama di fasilitas manufaktur percontohannya di Los Angeles, Amerika Serikat.
Perusahaan menargetkan uji terbang pesawat tersebut dimulai pada 2028, sedangkan sertifikasi tipe ditargetkan pada 2031.
ES-30 menjadi produk komersial yang ingin dikembangkan Heart dari berbagai teknologi dan kemampuan yang telah diuji melalui program X1.
“X1 is the proof. ES-30 is the product,” demikian Heart menggambarkan hubungan kedua program pesawat tersebut.
Baca juga: Pesawat Listrik Terbesar Terbang 27 Menit, Biaya Listriknya Cuma Rp80 Ribuan
Bisa Terbang 200 Kilometer dengan Tenaga Listrik
ES-30 dirancang untuk melayani penerbangan regional jarak pendek. Berdasarkan spesifikasi terbaru Heart Aerospace, pesawat tersebut memiliki jangkauan penerbangan sepenuhnya menggunakan listrik hingga 200 kilometer.
Ketika menggunakan sistem hybrid, jangkauannya meningkat hingga 800 kilometer. Heart juga mencantumkan kapasitas bagasi sebesar 25 kilogram per penumpang dan waktu pengisian daya sekitar 30 menit.
Konfigurasi tersebut menunjukkan perbedaan utama antara ES-30 dengan X1. Ini merupakan demonstrator skala penuh yang digunakan untuk membuktikan kemampuan Heart dalam merancang, membangun, mengintegrasikan dan menerbangkan pesawat listrik.
Sementara ES-30 dirancang sebagai pesawat regional yang nantinya harus memenuhi standar sertifikasi untuk dapat digunakan dalam operasi penerbangan komersial.
Heart menyebut ES-30 sedang dikembangkan untuk sertifikasi FAA Part 25, yakni standar yang berlaku bagi pesawat kategori transportasi.
X1 Jadi Jalan Menuju ES-30
Pengembangan ES-30 mendapatkan momentum setelah X1 berhasil melakukan penerbangan perdana pada 12 Agustus 2026 di Plattsburgh International Airport, New York.
Dalam penerbangan selama 27 menit tersebut, X1 mencapai ketinggian sekitar 1.100 kaki di atas permukaan tanah atau sekitar 335 meter.
Sistem propulsi listrik pesawat menghasilkan tenaga lebih dari 1 megawatt. Dengan bentang sayap 106 kaki atau sekitar 32,3 meter dan bobot lepas landas lebih dari 11,3 ton, Heart mengklaim X1 sebagai pesawat bertenaga baterai listrik terbesar yang pernah diterbangkan.
Namun, fungsi X1 tidak berhenti pada pengujian propulsi listrik. Melalui program tersebut, Heart menguji aerodinamika, sistem pesawat, baterai, elektronika daya, kontrol penerbangan hingga integrasi avionik dalam pesawat berskala komersial.
Pengalaman tersebut kemudian digunakan untuk pengembangan ES-30. Chief Technology Officer Heart Aerospace Ben Stabler mengatakan kemampuan yang dibangun melalui X1 akan dibawa langsung ke ES-30 sebagai pesawat produksi pertama perusahaan.

Baca selengkapnya
Diklaim Bisa Pangkas Biaya Operasional
Selain menawarkan emisi yang lebih rendah, Heart membidik persoalan lain dalam penerbangan regional: biaya operasi.
Perusahaan mengklaim ES-30 dapat memiliki biaya operasional pesawat lebih dari 40 persen lebih rendah ketika mulai beroperasi dibandingkan baseline pesawat regional yang digunakan Heart dalam perhitungannya.
Heart mengaitkan potensi tersebut dengan penggunaan listrik sebagai pengganti sebagian bahan bakar jet, sistem pesawat yang lebih sederhana, serta kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dari propulsi listrik.
Perusahaan juga menyebut operasi dengan emisi lebih rendah dapat mengurangi eksposur maskapai terhadap pajak karbon dan biaya penerbangan berbasis emisi di sejumlah pasar.
Namun, angka penghematan tersebut masih merupakan proyeksi Heart Aerospace, bukan hasil operasi komersial ES-30.
United Airlines hingga Air Canada Tertarik
ES-30 juga telah menarik minat sejumlah perusahaan penerbangan. Heart menyatakan telah memperoleh komitmen pelanggan senilai US$9,4 miliar, termasuk dari maskapai besar seperti United Airlines dan Air Canada. JSX juga tercatat sebagai salah satu perusahaan penerbangan yang berkomitmen terhadap program ES-30.
JSX, misalnya, sebelumnya menandatangani letter of intent untuk 50 pesawat ES-30 dengan opsi tambahan 50 unit.
Heart berharap kombinasi biaya yang lebih rendah dan kemampuan beroperasi pada rute pendek dapat membuat ES-30 menarik untuk penerbangan regional. Namun, perjalanan menuju penerbangan komersial masih membutuhkan beberapa tahap.
Setelah penerbangan X1 membuktikan teknologi listrik dapat diterapkan pada demonstrator berskala besar, perhatian berikutnya akan beralih ke ES-30 dan target uji terbang pada 2028. Jika program ini berjalan sesuai dengan rencana, Heart akan menargetkan sertifikasi tipe ES-30 pada 2031.
Komentar