Nikita Mirzani Bongkar Masa Lalu Giorgio Antonio: Tagih Utang Rp200 Juta Terkait Kasus Narkoba

Nikita mengungkapkan bahwa dana bantuan tersebut dipinjamkan beberapa tahun lalu untuk membantu Giorgio saat terjerat kasus hukum pembelian tembakau sintetis (sinte) dan sempat melarikan diri dari sergapan aparat kepolisian.

Nikita Mirzani Bongkar Masa Lalu Giorgio Antonio: Tagih Utang Rp200 Juta Terkait Kasus Narkoba
Artis Nikita Mirzani secara terbuka menagih utang sebesar Rp200 juta kepada pengusaha Giorgio Antonio melalui akun media sosial pribadinya (Dok. Instagram)

Frame Daily, Jakarta - Panggung hiburan tanah air kembali diguncang oleh aksi blak-blakan selebriti Nikita Mirzani. Melalui unggahan di media sosial Instagram miliknya, wanita yang akrab disapa Nikmir tersebut melayangkan tagihan terbuka kepada pengusaha Giorgio Antonio terkait utang piutang bernilai fantastis, yakni sebesar Rp200 juta.

Isu finansial ini mendadak menjadi perbincangan hangat publik lantaran Nikita secara gamblang membongkar latar belakang kelam di balik pemberian pinjaman uang tersebut. Menurut keterangan yang diunggahnya, dana ratusan juta rupiah itu dikucurkan ketika Giorgio tengah berada dalam posisi terdesak akibat berhadapan dengan hukum beberapa tahun silam.

Dalam narasi tertulis yang dibagikan melalui Instagram Story, pihak Nikita menguraikan kronologi singkat peristiwa masa lalu yang menyeret nama pengusaha tersebut. Giorgio disebut-sebut pernah tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis atau yang populer dengan sebutan sinte. Transaksi haram tersebut kabarnya dilakukan secara daring melalui platform media sosial Instagram.

Peristiwa tersebut kian rumit ketika aparat kepolisian bergerak melakukan penindakan di unit apartemen yang ditempati Giorgio. Dalam unggahan tersebut diungkapkan bahwa Giorgio sempat melakukan aksi nekat untuk menghindari penangkapan petugas. Ia melarikan diri dari bangunan apartemen dengan memanfaatkan tangga darurat gedung, lalu meloloskan diri hingga ke kawasan Bandung, Jawa Barat.

Namun, pelarian tersebut tak berlangsung lama. Pihak kepolisian yang melakukan pengejaran akhirnya berhasil mengendus keberadaan Giorgio di Kota Kembang dan kembali membekuknya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Di tengah situasi krisis dan himpitan masalah hukum yang melilit Giorgio kala itu, Nikita Mirzani mengklaim hadir sebagai sosok kunci yang mengulurkan bantuan. Ibu tiga anak ini mengaku memberikan pertolongan dana segar tanpa mempikirkan risiko finansial secara panjang.

Uang tunai sebesar Rp200 juta pun diserahkan untuk membantu menopang kebutuhan finansial Giorgio di tengah badai hukum yang menghantamnya. Nikita menegaskan bahwa pada momen krusial tersebut, dirinya merupakan salah satu pihak yang bersedia turun tangan secara langsung saat orang lain enggan terlibat.

Namun, jalinan kebaikan yang terbangun di masa lalu itu kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Nikita menilai iktikad baik yang pernah ia berikan di masa-masa sulit tidak lagi dihargai sebagaimana mestinya, hingga akhirnya ia memilih menyuarakan persoalan pinjaman ini ke hadapan publik luas. 

Lewat pesan menohok yang ditujukan langsung ke akun pribadi sang pengusaha, pihak Nikita menyampaikan tuntutan tegas. Ia meminta agar Giorgio tidak melupakan masa-masa sulit yang pernah dilewati dan segera menyelesaikan kewajiban finansial yang belum tertuntaskan hingga saat ini.

"CEO @giorgioantonioc masih ingat enggak? Beberapa tahun lalu, waktu lu punya masalah karena ketahuan beli sinte lewat Instagram, Ka Niki yang bantuin lu," bunyi unggahan narasi dalam Instagram Story tersebut.

Lebih lanjut, tulisan itu menegaskan pentingnya sikap saling menghargai atas pertolongan yang pernah diberikan di masa lalu. "Di saat lu lagi dalam masalah, Ka Niki satu-satunya orang yang bantuin dan bahkan minjemin lu uang Rp200 juta. Ka Niki bantuin lu waktu lu lagi susah, tanpa banyak pertimbangan. Jadi sekarang Ka Niki cuma minta satu hal: tolong hargai bantuan yang dulu pernah Ka Niki kasih dan selesaikan utang lu," tegas kalimat penutup dalam unggahan tersebut.

Langkah Nikita yang memilih membongkar perkara piutang ke ranah publik secara terbuka ini tak pelak memicu gelombang tanggapan dari netizen. Sebagian masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kejengkelan yang memuncak akibat tiadanya kejelasan pelunasan, sementara yang lain menyoroti fakta masa lalu terkait dugaan kasus narkoba yang kembali mencuat ke permukaan.

Fenomena penagihan utang antar-figur publik melalui platform media sosial seperti ini mencerminkan dinamika hubungan personal yang kerap bergeser menjadi konsumsi publik ketika jalur komunikasi internal menemui jalan buntu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Giorgio Antonio belum menyampaikan klarifikasi resmi maupun tanggapan publik terkait tuduhan utang Rp200 juta dan klaim keterlibatannya dalam kasus tembakau sintetis di masa lalu tersebut. Publik kini menanti perkembangan lebih lanjut mengenai penyelesaian konflik finansial yang melibatkan kedua nama tersebut.

Ditulis oleh Defi

Komentar