Media Sosial Bikin UMKM Bekasi Naik Kelas, Begini Kisahnya...

Pemanfaatan media sosial untuk UMKM didorong di Kabupaten Bekasi agar produk lokal memperluas pasar, meningkatkan promosi, dan naik kelas.

Media Sosial Bikin UMKM Bekasi Naik Kelas, Begini Kisahnya...
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Nia Yuniawati Asep Surya Atmaja bersama unsur Forkopimda meninjau Bazar UMKM dalam rangka menyambut HUT ke-80 Bhayangkara di halaman Museum Gedung Juang 45 Tambun Selatan.(ANTARA)

Frame Daily, Bekasi - Pemanfaatan media sosial untuk UMKM menjadi salah satu strategi yang didorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan promosi dan pasar. Dorongan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Nia Yuniawati Asep Surya Atmaja saat meninjau bazar puluhan gerai usaha dalam rangka menyambut HUT ke-80 Bhayangkara.

Kegiatan yang digelar Polres Metro Bekasi itu berlangsung di halaman Museum Gedung Juang 45, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 25 Juni 2026. Media sosial untuk UMKM dinilai dapat membuka peluang pemasaran yang tidak terbatas pada konsumen di sekitar lokasi usaha.

Nia Yuniawati mengatakan media sosial untuk UMKM perlu digunakan secara aktif untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan calon pembeli, serta memperluas jejaring bisnis. Pemanfaatan kanal digital juga dipandang relevan bagi usaha mikro dan kecil yang memiliki keterbatasan biaya promosi konvensional.

“Saya mengapresiasi kreativitas para pelaku UMKM yang semakin berkembang. Saya bangga karena teman-teman UMKM ini sangat bersemangat. Semoga bisa segera merambah pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Nia dalam keterangan yang dikutip ANTARA, Rabu.

Menurut dia, media sosial untuk UMKM telah menjadi salah satu metode berdagang yang perlu dioptimalkan seiring perubahan perilaku konsumen. Pelaku usaha didorong tidak hanya mengandalkan penjualan langsung, melainkan juga memanfaatkan konten digital untuk memperkenalkan keunggulan produk.

“Banyak metode berdagang. Sekarang sudah ada media sosial, ini bisa menjadi salah satu cara untuk menaikkan kelas UMKM di Kabupaten Bekasi,” ujar Nia.

Media Sosial Jadi Saluran Promosi Produk Lokal

Bazar yang berlangsung menjelang Hari Bhayangkara ke-80 itu menampilkan puluhan gerai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai bidang. Produk yang dipamerkan mencakup makanan, minuman, kerajinan, hingga produk kreatif yang dikembangkan masyarakat lokal.

Salah satu produk yang mendapat perhatian Nia adalah tas berbahan rotan. Produk kerajinan tersebut dinilai memiliki karakter dan nilai tambah yang dapat diperkuat melalui media sosial untuk UMKM, terutama melalui foto, video, serta cerita mengenai proses pembuatannya.

“Yang unik tadi saya melihat tas dari rotan. Banyak pilihan produk yang menarik dan kreatif. Promosikan lebih luas lagi melalui media sosial dengan konten sekreatif mungkin,” kata Nia.

Pemanfaatan media sosial untuk UMKM tidak hanya berkaitan dengan unggahan promosi. Kanal digital dapat digunakan untuk menampilkan katalog, menjawab pertanyaan konsumen, menerima pesanan, membangun identitas merek, hingga memperoleh masukan dari pembeli.

Kementerian Komunikasi dan Digital juga menempatkan transformasi digital sebagai salah satu agenda penguatan usaha kecil. Dalam pelatihan pemasaran digital dasar pada 2025, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi menyatakan pemerintah menargetkan 50 juta UMKM dapat terhubung ke ekosistem digital pada tahun tersebut.

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan BPSDM Komdigi Yusnita Habsari menyebut penguasaan keterampilan menjadi bagian penting dari proses transformasi. “Kesadaran saja tidak cukup tanpa keterampilan,” ujarnya dalam kegiatan pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM.

Konten Kreatif dan Literasi Digital Dibutuhkan

Dorongan media sosial untuk UMKM di Kabupaten Bekasi juga berkaitan dengan kebutuhan pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan membuat konten. Konten yang informatif dan menarik dapat membantu calon pembeli memahami produk, harga, cara pemesanan, serta nilai yang membedakan sebuah usaha dari kompetitor.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyatakan digitalisasi bukan hanya tren, melainkan kebutuhan bagi UMKM agar dapat berkembang di tengah perubahan pola transaksi dan pemasaran. Ia mengajak pelaku usaha, termasuk perempuan, memanfaatkan platform digital untuk memperkuat daya saing.

“Transformasi digital itu mudah. Jika kita bisa berbelanja secara daring, kita juga bisa berjualan secara daring. Tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan teknologi ini,” kata Meutya dalam Seminar Literasi Digital di Medan, Maret 2025.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa media sosial untuk UMKM dapat menjadi pintu masuk menuju pemanfaatan teknologi yang lebih luas. Pelaku usaha dapat memulai dari pengelolaan akun bisnis, kemudian mengembangkan katalog digital, layanan pelanggan, pembayaran non-tunai, hingga pemanfaatan lokapasar.

BPSDM Komdigi dalam sejumlah program pelatihan juga menekankan pentingnya pemasaran digital yang aman dan bertanggung jawab. Materi pelatihan tidak hanya mencakup pengelolaan konten, tetapi juga literasi digital, perlindungan data, serta keamanan dasar dalam beraktivitas di ruang digital.

Kebutuhan tersebut relevan bagi usaha kecil karena promosi digital dapat membawa interaksi langsung dengan pelanggan. Pelaku UMKM perlu memastikan informasi produk akurat, harga transparan, serta mekanisme pemesanan dan pengiriman dapat dijelaskan secara jelas kepada konsumen.

Bazar dan Festival Band Libatkan Pelajar

Bazar UMKM di Museum Gedung Juang 45 dikolaborasikan dengan festival band pelajar. Nia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak sosial karena memberi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan kreativitas melalui aktivitas yang produktif.

Menurut Nia, kegiatan seperti festival band dapat menjadi salah satu sarana untuk mengurangi potensi perilaku negatif di kalangan remaja. Kehadiran pelajar juga menciptakan suasana yang lebih ramai sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan ke gerai-gerai UMKM.

“Ini sangat bagus sekali karena bisa menurunkan angka kriminalitas, khususnya di kalangan anak-anak remaja. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Nia.

Kolaborasi antara bazar dan pertunjukan pelajar menunjukkan bahwa penguatan UMKM dapat dilakukan melalui kegiatan yang melibatkan banyak unsur. Bagi pelaku usaha, acara tatap muka tetap penting untuk memperkenalkan produk secara langsung, sedangkan media sosial untuk UMKM dapat memperpanjang jangkauan promosi setelah kegiatan selesai.

Dokumentasi kegiatan bazar, produk unggulan, serta interaksi pengunjung dapat diolah menjadi konten promosi. Strategi tersebut memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen yang tidak hadir di lokasi acara, termasuk calon pembeli dari luar Kabupaten Bekasi.

Pemkab Bekasi dalam beberapa kegiatan juga terus mendorong pengembangan produk lokal. Pada bazar produk olahan perikanan di Cikarang Pusat, 22 Juni 2026, pemerintah daerah menekankan pentingnya pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Kolaborasi Jadi Tindak Lanjut Penguatan UMKM

Nia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, komunitas, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang memberi akses promosi, pelatihan, jaringan pemasaran, serta ruang pamer bagi produk lokal.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga UMKM Kabupaten Bekasi semakin maju dan bisa segera naik kelas,” kata Nia.

Pemanfaatan media sosial untuk UMKM menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pelaku usaha secara bertahap. Penggunaan teknologi tetap membutuhkan keterampilan, konsistensi dalam menyajikan informasi, dan kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan.

Hingga Rabu, 25 Juni 2026, bazar puluhan gerai UMKM dalam rangka menyambut HUT ke-80 Bhayangkara menjadi salah satu ruang promosi produk lokal di Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dan penguatan keterampilan digital dapat terus dikembangkan agar produk UMKM Bekasi memiliki pasar yang lebih luas.

Ditulis oleh IR

Komentar