Frame Daily, Makassar – Produk UMKM, pasar global menjadi fokus Pemerintah Kota Makassar melalui penyelenggaraan International Geotourism Summit atau IGS 2026. Ajang internasional tersebut tidak hanya diposisikan sebagai promosi destinasi wisata, melainkan juga ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah memperkenalkan produk unggulan Sulawesi Selatan kepada peserta serta delegasi dari berbagai negara.
Produk UMKM, pasar global akan diperkenalkan melalui pameran kerajinan tangan, kuliner khas, fesyen berbasis kearifan lokal, dan produk ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Makassar menilai kehadiran tamu mancanegara dapat membuka peluang komunikasi bisnis, kerja sama perdagangan, hingga akses ekspor bagi pelaku usaha lokal.
Produk UMKM, pasar global menjadi agenda penting karena pelaku usaha kecil membutuhkan akses promosi yang lebih luas untuk meningkatkan skala bisnis. Kegiatan IGS 2026 diharapkan mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli, mitra distribusi, investor, dan pemangku kepentingan dari luar negeri.
Produk UMKM, pasar global juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Makassar sebagai kota kreatif dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Pemerintah daerah ingin manfaat pertemuan internasional tidak berhenti pada sektor akomodasi, transportasi, dan pariwisata.
Produk UMKM, pasar global diharapkan memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat melalui peningkatan permintaan, perluasan jaringan pemasaran, serta peningkatan kapasitas produksi. Pelaku usaha didorong menyiapkan kualitas produk, kemasan, konsistensi pasokan, dan kemampuan komunikasi bisnis agar dapat memanfaatkan peluang yang muncul.
IGS 2026 Jadi Etalase Produk Lokal
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pemerintah kota memanfaatkan momentum IGS 2026 untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada delegasi dari berbagai negara. Kegiatan itu juga dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya serta potensi ekonomi Sulawesi Selatan melalui karya pelaku UKM.
“Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum penyelenggaraan IGS 2026 sebagai sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada para peserta dan delegasi dari berbagai negara,” kata Munafri di Makassar, Kamis, 25 Juni 2026, sebagaimana dikutip ANTARA.
Ia menyebut produk yang dipromosikan mencakup kerajinan tangan, makanan khas, fesyen lokal, dan berbagai hasil ekonomi kreatif. Setiap produk dinilai memiliki karakter budaya yang dapat menjadi pembeda ketika dipasarkan kepada konsumen internasional.
Pemerintah Kota Makassar memandang pelibatan UKM dalam agenda berskala global sebagai langkah konkret untuk memperluas jaringan pemasaran. Kesempatan tersebut juga dapat mendorong produsen meningkatkan mutu, desain, keamanan produk, serta kemampuan memenuhi standar yang dibutuhkan calon pasar tujuan.
IGS 2026 direncanakan menghadirkan peserta dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Interaksi langsung antara pelaku UKM dan pengunjung internasional dapat menjadi sarana untuk mengukur minat pasar terhadap produk lokal, termasuk aspek harga, kemasan, variasi produk, serta kesiapan pasokan.
Pemerintah daerah juga menempatkan kegiatan itu sebagai bagian dari promosi investasi. Kehadiran investor berpotensi membuka peluang pembiayaan, pengembangan kapasitas produksi, dan penguatan rantai pasok ekonomi kreatif di Makassar.
Peluang Ekspor dan Tantangan Standar
Akses pasar internasional membutuhkan kesiapan yang berbeda dibandingkan penjualan di pasar lokal. Pelaku UMKM perlu memperhatikan standar mutu, ketentuan keamanan pangan bagi produk makanan, desain kemasan, label, sertifikasi, serta kepastian kapasitas produksi.
Untuk produk pangan, pemenuhan ketentuan izin edar dan informasi label menjadi faktor yang kerap diperiksa calon pembeli. Produk kerajinan dan fesyen juga membutuhkan konsistensi bahan baku, ukuran, kualitas pengerjaan, serta waktu produksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan promosi internasional dapat membantu pelaku usaha memahami kebutuhan calon pasar secara langsung. Pertemuan bisnis tidak selalu menghasilkan kontrak dagang pada saat acara berlangsung, tetapi dapat menjadi awal komunikasi untuk negosiasi harga, sampel produk, hingga penyesuaian spesifikasi.
Munafri menegaskan IGS 2026 tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan destinasi wisata. Pemerintah kota ingin kegiatan tersebut memperkuat posisi Makassar sebagai pusat ekonomi kreatif yang mampu menghubungkan potensi daerah dengan jejaring pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, UKM lokal diberi kesempatan untuk menampilkan hasil karya terbaik yang mencerminkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Sulawesi Selatan,” ujar Munafri.
Pelaku usaha juga perlu menghitung biaya pengiriman, ketentuan bea masuk negara tujuan, dan mekanisme pembayaran internasional sebelum menyepakati transaksi. Pendampingan ekspor dari pemerintah, lembaga pembiayaan, perbankan, serta agregator perdagangan dapat membantu usaha kecil mempersiapkan tahapan tersebut.
Pendampingan dan Promosi Berkelanjutan
Pemerintah Kota Makassar menyatakan terus mendorong peningkatan kapasitas UKM melalui program pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi promosi. Program tersebut diarahkan agar produk lokal mampu bersaing dengan produk dari daerah lain maupun negara lain.
Peningkatan kapasitas mencakup penguatan manajemen usaha, pemasaran digital, pengembangan desain, pencatatan keuangan, hingga penyusunan strategi penjualan. Kesiapan administrasi juga dibutuhkan ketika pelaku usaha ingin mengakses pembiayaan atau mengikuti proses kurasi dalam pameran internasional.
Pelaku UKM Mustari menyambut positif rencana penyelenggaraan IGS 2026. Ia menilai agenda internasional dapat menjadi kesempatan untuk memperluas relasi bisnis, memperkenalkan produk lokal, dan meningkatkan peluang penjualan.
“Kegiatan berskala internasional ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk memperluas relasi bisnis, meningkatkan penjualan, serta memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas,” kata Mustari, dikutip dari ANTARA.
Pemerintah daerah perlu memastikan pelibatan pelaku usaha dilakukan melalui proses kurasi yang terbuka dan berbasis kesiapan produk. Kurasi dapat membantu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan pameran serta memberi masukan kepada usaha yang masih memerlukan penguatan kualitas.
Promosi juga memerlukan tindak lanjut setelah kegiatan selesai. Kontak bisnis yang diperoleh selama pameran perlu dikelola melalui katalog digital, pengiriman sampel, komunikasi dengan calon pembeli, serta pembaruan informasi mengenai kapasitas dan harga produk.
Dampak Ekonomi bagi Makassar
Penyelenggaraan IGS 2026 berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di Makassar melalui kedatangan peserta, kebutuhan akomodasi, transportasi, konsumsi, serta belanja produk lokal. Dampak tersebut akan bergantung pada jumlah peserta, durasi kegiatan, dan efektivitas keterlibatan pelaku usaha setempat.
Bagi UKM, keterlibatan dalam forum internasional memberi kesempatan memperkuat identitas merek dan menguji penerimaan pasar. Produk yang mendapat perhatian pengunjung dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha untuk memperbaiki kemasan, variasi, harga, dan strategi pemasaran.
Pemerintah Kota Makassar menargetkan manfaat IGS 2026 dapat dirasakan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Agenda itu juga diharapkan meningkatkan minat investor untuk menanamkan modal pada sektor ekonomi kreatif dan usaha berbasis potensi lokal.
Kehadiran investor dapat membuka peluang kerja sama produksi, pengembangan fasilitas, dan akses jaringan distribusi. Setiap rencana investasi tetap memerlukan pembahasan bisnis serta kepatuhan terhadap ketentuan perizinan yang berlaku.
Perkembangan terbaru, Pemerintah Kota Makassar mengonfirmasi pelibatan UKM lokal sebagai bagian dari agenda IGS 2026. Pemerintah daerah akan melanjutkan pendampingan dan fasilitasi promosi agar produk unggulan Sulawesi Selatan dapat dipresentasikan secara kompetitif kepada peserta serta delegasi internasional.
Komentar