Leslie James, Wanita Terakhir Digantung di Wales

Kisah Leslie James, wanita terakhir yang digantung di Wales pada 1907, kembali diperdebatkan karena dugaan cedera otak dan bias pers.

Leslie James, Wanita Terakhir Digantung di Wales
Leslie James menjadi sensasi media Edwardian, bukan hanya karena tuduhan pembunuhan yang menjeratnya, tetapi juga karena kecantikannya yang terus menjadi bahan pemberitaan hingga menjelang eksekusi. (M.K.Jones/BBC)

Frame Daily, Inggris - Pada pagi 14 Agustus 1907, Leslie James digiring menuju tiang gantungan di Penjara Cardiff, Wales. Hari itu bertepatan dengan ulang tahunnya.

James, yang juga dikenal sebagai Rhoda Willis, telah divonis bersalah atas kematian bayi perempuan berusia satu hari bernama Treasure. Ia kemudian menjadi wanita terakhir yang dieksekusi dengan cara digantung di Wales.

Eksekusinya dilakukan pukul 08.00 oleh Henry Pierrepoint dengan Thomas Pierrepoint sebagai asistennya. Kasus tersebut menjadi bagian dari sejarah kelam praktik yang kala itu dikenal sebagai baby farming, yakni pengasuhan atau pengambilan bayi dengan imbalan uang.

Bayi Treasure dan Tuduhan Pembunuhan

Kasus bermula ketika James menerima bayi Treasure dari ibunya, Maud Treasure. Bayi tersebut diserahkan kepadanya dengan imbalan uang untuk dirawat.

Jaksa menuduh James membekap bayi itu dalam perjalanan kereta menuju Cardiff. Jenazah bayi kemudian ditemukan dalam sebuah bungkusan di tempat James tinggal.

Pada masa itu, praktik baby farming menjadi perhatian besar masyarakat Inggris. Sejumlah perempuan dituduh menerima bayi dari ibu yang kesulitan merawat anak, lalu mendapatkan uang dari pengasuhan tersebut.

Leslie James mengakui bayi Treasure meninggal saat berada dalam perawatannya. Ia mengaku tidak mengingat bagaimana bayi itu meninggal dan menegaskan tidak pernah berniat menyakitinya. (John F. Wake & M.K.Jones/BBC)

Kasus James segera mendapat perhatian luas karena dikaitkan dengan praktik tersebut. Ia akhirnya diadili di Swansea Assizes pada Juli 1907 dan dinyatakan bersalah.

Catatan sejarah menyebut juri membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk mencapai vonis.

Persidangan yang Kini Dipertanyakan

Lebih dari satu abad kemudian, kasus tersebut kembali mendapat perhatian melalui penelitian dan karya yang meninjau kembali kehidupan James.

Permukiman tempat Leslie James tinggal di kawasan Splott dibongkar pada 1970-an, lalu kawasan tersebut berkembang menjadi area industri. (Buku 'Before Deluge' karya John Briggs/BBC)

Salah satu persoalan yang disoroti adalah kondisi kesehatan dan latar belakang James sebelum kematiannya.

Sejumlah catatan menyebut ia mengalami kecelakaan sepeda sebelum kasus pembunuhan tersebut. Penelitian mengenai kasus ini juga mempertanyakan apakah kondisi mental dan fisiknya telah dipertimbangkan secara memadai dalam persidangan.

Dalam kajian sejarah mengenai kasus James, disebutkan bahwa pengacaranya baru ditunjuk pada pagi persidangan. Kondisi tersebut membuat waktu untuk mempersiapkan pembelaan sangat terbatas.

Ada pula keterangan mengenai dua bayi lain yang sebelumnya pernah berada dalam pengasuhan James. Salah satunya ditemukan di tangga Salvation Army dan kemudian meninggal, sedangkan bayi lainnya diserahkan kepada keluarga yang kemudian merawatnya.

Fakta-fakta tersebut dipakai dalam perkara untuk memperkuat gambaran bahwa James menjalankan praktik baby farming. Di sisi lain, peneliti modern mempertanyakan apakah seluruh konteks dari peristiwa tersebut benar-benar dipertimbangkan oleh pengadilan.

Perempuan yang Menjadi Sasaran Pemberitaan

James juga menjadi objek pemberitaan yang tidak hanya membahas kejahatannya.

Penampilan fisiknya ikut menjadi perhatian. Sejumlah laporan kontemporer menggambarkan kecantikan, rambut pirang, dan ketenangannya menjelang eksekusi.

Bahkan Henry Pierrepoint dilaporkan pernah memberikan komentar mengenai kecantikannya. Catatan sejarah eksekusi menyebut James digambarkan sebagai perempuan yang menarik dengan rambut pirang yang mencolok.

Fenomena tersebut kemudian dibaca kembali sebagai bagian dari cara media pada era Edwardian menggambarkan perempuan yang dituduh melakukan kejahatan.

Tubuh, penampilan, moralitas dan kehidupan pribadi James bercampur dengan pemberitaan mengenai perkara pidananya.

50 Ribu Tanda Tangan untuk Menyelamatkan Nyawanya

Menjelang eksekusi, upaya untuk menyelamatkan James sebenarnya cukup besar.

Petisi yang ditujukan untuk meminta pengampunan disebut mengumpulkan sekitar 50.000 tanda tangan. Dukungan juga datang dari Dewan Cardiff dan sejumlah pihak lain.

Upaya tersebut gagal. Pemerintah tetap mempertahankan hukuman mati.

James akhirnya digantung pada 14 Agustus 1907. Sejumlah sumber sejarah mencatat usia James sebagai 44 tahun, sementara dokumen lain menimbulkan perbedaan mengenai usia dan identitasnya.

Jejak Terakhir di Penjara Cardiff

Nama Leslie James kemudian hilang dari perhatian publik selama puluhan tahun.

Kini, kasusnya kembali dibicarakan bukan sekadar sebagai kisah pembunuhan bayi, melainkan sebagai gambaran bagaimana sistem hukum, media dan pandangan masyarakat terhadap perempuan bekerja pada awal abad ke-20.

James tetap tercatat secara resmi sebagai terpidana pembunuhan. Kematian bayi Treasure juga tidak terbantahkan terjadi ketika bayi tersebut berada dalam pengawasannya.

Pertanyaan sejarahnya adalah sejauh mana bukti yang tersedia saat itu cukup untuk memastikan unsur pembunuhan dan apakah proses peradilannya telah memberikan ruang yang memadai bagi pembelaan.

Pada akhirnya, Leslie James tetap menjadi nama penting dalam sejarah hukuman mati di Wales: seorang perempuan yang dieksekusi pada 1907 dan hingga kini tercatat sebagai wanita terakhir yang digantung di Wales.

Kisahnya memperlihatkan bagaimana sebuah perkara pidana dapat terus berubah maknanya ketika dokumen lama dibaca kembali dari perspektif zaman yang berbeda.

Ditulis oleh Junaidi Saifuddin

Komentar