Laptop Kini Punya NPU, Apa Bedanya dengan CPU dan GPU?

Kehadiran NPU mengubah cara laptop menangani pekerjaan berbasis kecerdasan buatan. Melalui OmniBook 5, HP memperkenalkan pemrosesan AI khusus yang dirancang lebih efisien untuk aktivitas sehari-hari.

Laptop Kini Punya NPU, Apa Bedanya dengan CPU dan GPU?
HP OmniBook 5 AI PC membawa Neural Processing Unit (NPU) untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan dalam aktivitas produktivitas sehari-hari. Foto: Senida aditya/Framedaily.id

Frame Daily, Jakarta - Laptop kini tidak hanya mengandalkan Central Processing Unit (CPU) dan Graphics Processing Unit (GPU). Seiring berkembangnya kecerdasan buatan (AI), produsen mulai menyematkan komponen khusus bernama Neural Processing Unit (NPU) untuk menangani beban kerja berbasis AI.

Perubahan tersebut terlihat pada HP OmniBook 5 AI PC yang diperkenalkan HP Indonesia di Jakarta, 5 November 2026. Perangkat ini membawa NPU khusus untuk menjalankan sejumlah pemrosesan AI dengan lebih efisien.

Kehadiran NPU menandai perubahan dalam arsitektur komputasi laptop. Jika sebelumnya CPU menjadi pusat pengolahan instruksi dan GPU menangani grafis, kini NPU mendapat tugas khusus untuk mempercepat pekerjaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.

Pertanyaannya, mengapa laptop membutuhkan tiga jenis unit pemrosesan tersebut?

CPU, GPU, dan NPU Memiliki Tugas Berbeda

CPU selama ini dikenal sebagai otak utama komputer. Komponen ini menangani berbagai instruksi sistem operasi, menjalankan aplikasi, mengelola data, hingga mengatur komunikasi antarkomponen.

GPU memiliki fokus berbeda. Unit ini dirancang untuk memproses banyak operasi secara paralel sehingga cocok untuk mengolah grafis, menjalankan permainan, mengedit video, dan pekerjaan komputasi tertentu.

Sementara itu, NPU dirancang untuk mempercepat komputasi jaringan saraf atau neural network yang menjadi dasar berbagai teknologi AI.

Ketiganya tidak saling menggantikan. CPU tetap menjalankan tugas komputasi umum, GPU menangani grafis dan komputasi paralel, sedangkan NPU mengambil bagian dalam pekerjaan AI yang kompatibel.

Dengan pembagian tersebut, sistem dapat mendistribusikan beban kerja sesuai karakteristik masing-masing komponen.

Mengapa NPU Dibutuhkan dalam Laptop AI?

Sebelum NPU hadir sebagai komponen khusus, sejumlah pekerjaan AI dapat dijalankan melalui CPU atau GPU. Namun, pemrosesan AI tertentu membutuhkan operasi matematika dalam jumlah besar dan dapat berlangsung terus-menerus.

NPU dirancang untuk menangani jenis pekerjaan tersebut dengan arsitektur yang lebih khusus. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kecepatan, tetapi juga mengoptimalkan konsumsi daya ketika menjalankan tugas AI yang sesuai.

Dalam penggunaan sehari-hari, kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk pemrosesan efek kamera, pengurangan kebisingan audio, pengenalan suara, hingga sejumlah fitur produktivitas berbasis AI.

Salah satu keuntungan pemrosesan langsung di perangkat atau on-device AI adalah sebagian pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus selalu mengirimkan data ke layanan cloud.

Namun, bukan berarti seluruh fitur AI dapat berjalan tanpa internet. Kebutuhan tersebut tetap bergantung pada aplikasi, model AI, dan jenis pemrosesan yang digunakan. Fitur AI yang memerlukan model besar atau layanan berbasis cloud masih membutuhkan koneksi internet.

Peran NPU pada HP OmniBook 5

HP OmniBook 5 menjadi salah satu contoh implementasi NPU dalam laptop untuk kebutuhan konsumen.

HP menyebut NPU pada perangkat ini digunakan untuk menangani beban kerja AI secara lebih efisien. Dukungannya mencakup ekosistem aplikasi seperti Microsoft Copilot, Microsoft 365, serta pemrosesan gambar dan audio melalui Poly Studio ketika pengguna menjalankan konferensi video.

Dalam aktivitas rapat daring, misalnya, pemrosesan tertentu dapat membantu meningkatkan kualitas pengalaman komunikasi melalui penyesuaian gambar dan suara.

Namun, perlu dibedakan antara aplikasi yang menggunakan akselerasi NPU dan aplikasi yang sepenuhnya berjalan secara lokal. Tidak semua fungsi Microsoft Copilot atau Microsoft 365 otomatis diproses oleh NPU.

Besarnya kemampuan NPU juga diukur melalui satuan TOPS atau Tera Operations Per Second. Angka ini menunjukkan kemampuan komputasi teoritis dalam satuan triliun operasi per detik.

Meski demikian, TOPS bukan satu-satunya ukuran performa AI. Dukungan perangkat lunak, jenis model, optimasi aplikasi, memori, dan kemampuan CPU serta GPU juga menentukan pengalaman pengguna.

Apakah NPU Membuat Laptop Lebih Hemat Baterai?

Salah satu alasan produsen menyematkan NPU adalah efisiensi daya. Ketika pekerjaan AI yang kompatibel dialihkan ke unit khusus, CPU dan GPU tidak harus selalu menangani seluruh beban tersebut.

Hal ini berpotensi membantu menjaga konsumsi daya, terutama untuk tugas AI yang berlangsung secara berulang seperti pemrosesan audio dan kamera.

HP OmniBook 5 sendiri diklaim mampu memutar video secara offline hingga 42 jam dalam kondisi pengujian tertentu. Namun, angka tersebut tidak bisa langsung dikaitkan dengan keberadaan NPU karena daya tahan baterai dipengaruhi banyak faktor, termasuk kapasitas baterai, layar, prosesor, dan pola penggunaan.

Untuk aktivitas nyata seperti konferensi video, bekerja dengan banyak aplikasi, dan menggunakan layanan AI berbasis internet, hasilnya dapat berbeda.

NPU Akan Menjadi Bagian Penting dari Masa Depan PC

Perkembangan NPU memperlihatkan bahwa persaingan laptop tidak lagi hanya berkutat pada jumlah inti prosesor, kecepatan CPU, kapasitas RAM, atau kemampuan grafis.

Kemampuan menjalankan AI secara efisien mulai menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam pengembangan PC generasi baru.

Meski demikian, keberadaan NPU tidak otomatis membuat sebuah laptop lebih unggul untuk semua jenis pekerjaan. Pengguna yang lebih banyak mengedit video, bermain gim, atau menjalankan aplikasi berat tetap perlu memperhatikan kemampuan CPU, GPU, RAM, dan penyimpanan.

Bagi pengguna umum, nilai NPU akan semakin terasa ketika aplikasi yang digunakan benar-benar memanfaatkan kemampuan tersebut.

HP OmniBook 5 menunjukkan bagaimana NPU mulai dibawa ke laptop untuk produktivitas sehari-hari. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan AI PC bukan hanya seberapa tinggi angka komputasinya, melainkan seberapa nyata teknologi tersebut membantu pekerjaan pengguna.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar