Frame Daily, Jakarta - HP Indonesia resmi meluncurkan HP OmniBook 5 14 Inch Laptop AI PC di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Laptop ini menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat ringkas untuk bekerja, membuat konten, hingga menjalankan aktivitas tambahan atau side hustle.
Peluncuran yang berlangsung melalui acara The OmniBook Clubhouse 2.0: Step into Your OmniWorld di Bengkel, Fairgrounds SCBD tersebut memperlihatkan arah HP dalam mengembangkan laptop berbasis kecerdasan buatan (AI).
OmniBook 5 dibekali prosesor Intel Core Ultra 7 dan Neural Processing Unit (NPU) khusus untuk menangani pemrosesan AI. Perangkat ini dipasarkan dengan harga mulai Rp16.999.000 berdasarkan harga ritel yang direkomendasikan (MSRP).
HP menempatkan perangkat tersebut sebagai laptop untuk pengguna dengan beragam aktivitas dalam satu hari, mulai dari pekerjaan utama, rapat daring, produksi konten, hingga hiburan.
HP OmniBook 5 AI PC
Laptop ini membawa prosesor Intel Core Ultra 7, layar OLED 2.5K, bobot 1,16 kg, serta klaim baterai hingga 42 jam.
AI PC untuk Pengguna dengan Aktivitas Ganda
President Director HP Indonesia Juliana Cen mengatakan perubahan pola kerja masyarakat turut mendorong kebutuhan perangkat yang mampu menangani berbagai aktivitas sekaligus.
Dalam pemaparannya, HP mengutip hasil riset Work Relationship Index yang menyebut 57 persen masyarakat Indonesia memiliki pekerjaan sampingan. Angka tersebut mencapai 66 persen pada kelompok Gen Z.
Data itu menjadi salah satu dasar HP melihat peluang pasar perangkat yang dapat menunjang pekerjaan utama sekaligus aktivitas kreatif dan usaha tambahan.
Dukungan NPU pada OmniBook 5 dirancang untuk menjalankan sejumlah beban kerja berbasis AI secara lebih efisien. Kemampuannya mendukung penggunaan Microsoft Copilot serta sejumlah fungsi AI pada aplikasi produktivitas Microsoft 365.
Laptop ini juga membawa fitur pemrosesan gambar dan audio melalui Poly Studio untuk mendukung kebutuhan konferensi video menggunakan aplikasi seperti Zoom dan Microsoft Teams.
Meski demikian, manfaat AI dalam penggunaan sehari-hari tetap bergantung pada aplikasi, jenis pekerjaan, serta dukungan perangkat lunak yang digunakan.
Bodi 1,16 Kg dan Layar OLED 2.5K
Di luar kemampuan AI, HP OmniBook 5 mengandalkan desain portabel. Laptop ini menggunakan sasis berbahan Forged Aluminum dengan ketebalan sekitar 11,77 mm dan bobot mulai 1,16 kg.
Bagian layar mengusung panel hingga 2.5K OLED dengan kemampuan layar sentuh. HP turut menyematkan teknologi HP Eye Ease dan True Black untuk mendukung kenyamanan serta kualitas tampilan.
Sektor audio didukung Poly Studio dengan teknologi DTS Ultra. Sementara itu, kamera Full HD IR dilengkapi Windows Hello untuk mendukung autentikasi pengguna.
Untuk konektivitas, perangkat menyediakan satu port HDMI, dua port USB Type-C, dan satu audio jack. Kelengkapan ini memungkinkan pengguna menghubungkan perangkat tambahan tanpa selalu bergantung pada adaptor eksternal.
Klaim Baterai hingga 42 Jam, Harga Rp16,99 Juta
Salah satu klaim utama HP OmniBook 5 terletak pada daya tahan baterainya. HP menyebut perangkat ini mampu memutar video secara offline hingga 42 jam dalam kondisi pengujian tertentu.
Angka tersebut perlu dibaca sesuai skenario pengujiannya. Pemakaian sehari-hari yang melibatkan koneksi internet, konferensi video, multitasking, dan pemrosesan AI dapat menghasilkan daya tahan berbeda.
Pengisian daya didukung adaptor HP 65W GaN yang dirancang lebih ringkas untuk kebutuhan mobilitas.
HP OmniBook 5 tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Smoke Silver, Soft Honeydew, Starlit Blue, dan Peony Pink.
Di Indonesia, laptop ini dipasarkan dengan harga mulai Rp16.999.000 berdasarkan MSRP. HP juga menghadirkan sejumlah aksesori pendukung, antara lain HP 400 Quiet Mouse, HP Protective Laptop Sleeve, dan HP USB-C Travel Hub G3.
Kehadiran OmniBook 5 memperlihatkan persaingan laptop AI yang semakin bergerak ke kebutuhan penggunaan sehari-hari. Kemampuan pemrosesan AI kini menjadi salah satu bagian dari spesifikasi, sementara faktor portabilitas, daya tahan baterai, kualitas layar, dan harga tetap menjadi pertimbangan konsumen.
Komentar