Frame Daily, Bandarlampung - Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Provinsi Lampung pada semester I 2026. Nilai penyaluran KUR di wilayah tersebut mencapai Rp1,3 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kementerian Keuangan Lampung, Purwadhi Adhiputranto, mengatakan KUR ditujukan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produktif yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan.
“Program KUR tersebut diperuntukkan bagi UMKM produktif, namun belum bankable atau tersentuh layanan perbankan. Di sini untuk penyaluran KUR, Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah penyalur terbanyak, mencatat sebesar Rp1,3 triliun,” kata Purwadhi di Bandarlampung, Sabtu (8/8/2026). Dikutip dari ANTARA
Lampung Timur Berada di Posisi Kedua
Setelah Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar berikutnya dengan nilai Rp827 miliar.
Kemudian Kabupaten Lampung Selatan mencatat penyaluran sebesar Rp604 miliar, Kabupaten Waykanan Rp505 miliar, dan Kota Bandarlampung sebesar Rp427 miliar.
Data tersebut menunjukkan penyaluran KUR di Lampung tersebar ke berbagai wilayah dengan Lampung Tengah menjadi daerah dengan realisasi terbesar sepanjang semester I 2026.
Pertanian Jadi Sektor Penerima KUR Terbesar
Dari sisi sektor ekonomi, pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi sektor dengan penyaluran KUR terbesar di Provinsi Lampung.
Nilai penyalurannya mencapai Rp3,23 triliun.
Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran mencatat penyaluran KUR sebesar Rp1,26 triliun.
“Sedangkan sektor terbesar untuk penyaluran KUR adalah sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp3,23 triliun, dan sektor perdagangan besar serta eceran sebanyak Rp1,26 triliun,” ujar Purwadhi.
BRI Kuasai 72,65 Persen Penyaluran KUR
Dari sisi bank penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi lembaga dengan porsi penyaluran KUR terbesar di Lampung.
BRI mencatat porsi 72,65 persen. Berikutnya Bank Mandiri sebesar 17,51 persen, BPD Lampung 4,98 persen, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar 3,59 persen.
Penyaluran KUR tersebut dilakukan melalui sejumlah skema, yakni KUR Supermikro, KUR Kecil, KUR Mikro, KUR Kluster, dan KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Total Penyaluran KUR Lampung Rp5,3 Triliun
Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR di Provinsi Lampung hingga semester I 2026 mencapai Rp5,3 triliun.
Realisasi tersebut setara dengan 50,18 persen dari target penyaluran KUR Lampung sepanjang 2026 yang mencapai Rp10,62 triliun.
Dengan demikian, penyaluran pada semester pertama telah mencapai lebih dari separuh target tahunan.
Dari sisi jumlah penerima, total debitur KUR mencapai 89.798 debitur, atau 86,87 persen dari target sebanyak 103.361 debitur.
KUR Mikro Mendominasi Penyaluran
Berdasarkan skema pembiayaan, KUR Mikro menjadi skema dengan jumlah debitur terbesar.
KUR Mikro tercatat disalurkan kepada 84.960 debitur dengan nilai mencapai Rp4,24 triliun.
Sementara KUR Kecil mencatat penyaluran Rp1,08 triliun kepada 4.627 debitur.
Adapun KUR Supermikro mencapai Rp1,70 miliar dengan jumlah 182 debitur. Sedangkan KUR bagi PMI tercatat sebesar Rp93 juta yang disalurkan kepada 29 debitur.
Capaian semester I 2026 tersebut menunjukkan penyaluran KUR Lampung masih didominasi pembiayaan untuk usaha mikro dan sektor pertanian, dengan Lampung Tengah menjadi daerah penerima penyaluran terbesar.

Komentar