Frame Daily, Jakarta - Pertandingan pamungkas Grup A Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Ceko vs Meksiko berakhir dengan hasil dramatis. Tuan rumah Meksiko berhasil menunjukkan kedigdayaannya di hadapan publik sendiri yang memadati Estadio Azteca. Dalam laga hidup mati ini, El Tri sukses menggilas perlawanan Ceko dengan skor telak 3-0.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Republik Ceko sebenarnya mengawali laga dengan sangat positif. Pasukan yang dijuluki Repre ini mendominasi penguasaan bola karena mereka sangat membutuhkan kemenangan demi menjaga asa lolos ke fase gugur. Peluang emas langsung didapatkan oleh Ceko pada menit kedelapan lewat tendangan first time Denis Visinsky, namun sayang bola masih menyamping tipis di sisi gawang. Ceko terus melancarkan serangan bertubi-tubi melalui pergerakan Pavel Sulc dan Michal Sadilek, tetapi solidnya lini belakang Meksiko yang dikomandoi Edson Alvarez membuat babak pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Meksiko yang bermain lebih sabar mulai memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Ceko yang asyik menyerang. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-55 melalui skema serangan balik cepat. Gelandang Luis Romo melepaskan umpan panjang akurat kepada Mateo Chavez. Pemain muda berusia 22 tahun tersebut melakukan akselerasi cepat, mengecoh penjagaan pemain Ceko, dan melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang gagal dihalau kiper Matej Kovar. Gol dari Mateo Chavez ini langsung mengubah papan skor menjadi 1-0 dan membakar semangat puluhan ribu suporter tuan rumah.
Hanya berselang enam menit dari gol pertama, petaka kembali menghampiri Ceko. Pada menit ke-61, kerja sama apik antara Gilberto Mora dan Jorge Sanchez memaksa kiper Matej Kovar keluar dari sarangnya. Sapuan bek Ceko, Tomas Holes, yang tidak sempurna justru mengenai badan Sanchez dan bola liar langsung dicocor dengan cerdik oleh Julian Quinones. Gol dari Julian Quinones tersebut menggandakan keunggulan Meksiko menjadi 2-0. Ketertinggalan dua gol membuat mental para pemain Ceko runtuh, sementara pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mulai melakukan penyegaran strategi dengan memasukkan beberapa pemain pengganti.

Salah satu momen paling bersejarah dalam laga ini terjadi pada menit ke-77 ketika penjaga gawang legendaris Meksiko, Guillermo Ochoa, masuk menggantikan Raul Rangel. Penampilan kiper berusia 40 tahun ini disambut gemuruh luar biasa dari seisi stadion. Dengan bermain di laga ini, Guillermo "Memo" Ochoa resmi mencatatkan sejarah besar dengan tampil di enam edisi Piala Dunia yang berbeda, menyamai rekor langka yang dipegang oleh megabintang dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup dengan sempurna pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+4. Melalui skema tusukan dari Santiago Gimenez, bola rebound berhasil dikuasai oleh Roberto Alvarado yang kemudian menyodorkan umpan matang kepada Alvaro Fidalgo. Tanpa cela, Alvaro Fidalgo melepaskan tembakan melengkung indah ke sudut atas gawang Ceko, mengubah skor akhir menjadi 3-0.
Dengan hasil pertandingan ceko vs meksiko piala dunia yang berakhir dengan skor mencolok ini, Meksiko kokoh di puncak klasemen Grup A dengan poin sempurna 9 dari tiga kemenangan beruntun.
Sementara itu, Republik Ceko harus rela finis sebagai juru kunci grup dengan hanya mengoleksi 1 poin. Hasil ini membawa Meksiko melaju dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Komentar