Frame Daily, Jakarta — Penyanyi Betrand Peto alias Onyo memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani proses klarifikasi atas dugaan kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) pada Kamis (8/10/2026). Proses pemeriksaan terhadap putra dari presenter Ruben Onsu ini berlangsung cukup panjang dan intensif.
Didampingi tim kuasa hukumnya, Timothy Ezra, penyanyi muda tersebut menghabiskan waktu hampir sembilan jam di dalam ruang pemeriksaan penyidik. Agenda klarifikasi perdana ini menjadi langkah penting dalam penanganan perkara yang saat ini tengah bergulir dan menyita perhatian publik.
Berdasarkan pantauan frame daily, kehadiran Betrand Peto di markas kepolisian dilakukan guna memberikan keterangan secara mendalam terkait rentetan peristiwa yang dituduhkan kepadanya. Selama durasi pemeriksaan yang berlangsung marathon tersebut, tim penyidik melayangkan puluhan pertanyaan mendetail demi menggali fakta hukum secara utuh.
Kuasa hukum Betrand Peto, Timothy Ezra, menyampaikan bahwa kliennya kooperatif dalam menjawab setiap materi pertanyaan yang disodorkan oleh pihak kepolisian. Secara keseluruhan, penyidik melayangkan sebanyak 55 pertanyaan yang berfokus pada alur kejadian serta aktivitas Betrand di lokasi kejadian.
"Intinya bagaimana Onyo sampai di situ, kenapa ke TKP, terus dan apa aja yang dilakukan dari sebelum, saat, dan sesudah sampai jam 05.00 subuh," kata Timothy Ezra kepada awak media.
Lebih lanjut, Timothy Ezra membeberkan bahwa substansi pertanyaan penyidik tidak hanya menyasar kronologi waktu dan keberadaan kliennya semata, melainkan juga menggali sosok-sosok yang berada di sekitar tempat kejadian perkara pada saat itu. Pihak penyidik berupaya merekonstruksi secara komprehensif mengenai siapa saja pihak yang menyaksikan langsung hingga fakta-fakta yang dapat memvalidasi keterangan seluruh pihak.
"Itulah pertanyaan-pertanyaannya. Siapa-siapa orangnya, saksi faktanya siapa aja, saksi yang meringankan siapa aja, perbuatan apa yang dilakukan dan tidak dilakukan," ujar Timothy menambahkan.
Proses klarifikasi ini difokuskan untuk memetakan peran serta tindakan Betrand selama rentang waktu yang relevan dengan laporan. Keterangan detail mengenai apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh Onyo hingga dini hari tersebut menjadi poin mendasar yang dicatat oleh penyidik dalam berita acara pemeriksaan.
Pihak kuasa hukum menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum ini secara transparan dan kooperatif. Mereka siap menghadirkan bukti maupun saksi-saksi pendukung, baik saksi fakta di lapangan maupun saksi yang meringankan, guna memperjelas posisi hukum Betrand Peto dalam perkara dugaan TPKS ini.
Hingga pemeriksaan selesai pada Kamis malam, tim kuasa hukum menyakini fakta-fakta yang telah disampaikan kepada penyidik dapat memperterang situasi yang sebenarnya. Pihak kepolisian sendiri masih terus melakukan pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi tambahan mengenai langkah hukum berikutnya setelah agenda klarifikasi marathon ini rampung digelar.
Komentar