Air Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Lapor ke Kementerian Lingkungan Hidup

Air Kali Bekasi berubah hitam pekat dan berbau menyengat dengan kualitas yang telah melampaui baku mutu. Pemkot Bekasi melaporkan dugaan pencemaran ke Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Jawa Barat karena sumbernya terindikasi berasal dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor.

Air Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Lapor ke Kementerian Lingkungan Hidup
Kondisi permukaan air Kali Bekasi dipenuhi busa dan berubah kehitaman saat dipantau dari jembatan di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hasil uji kualitas air menunjukkan kondisi sungai telah melampaui baku mutu, sementara Pemerintah Kota Bekasi melaporkan dugaan pencemaran ke Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Provinsi Jawa Barat karena sumbernya terindikasi berasal dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor. Frame Daily - Foto: Treasure.

Frame Daily, Jakarta - Kondisi air Kali Bekasi yang berubah hitam pekat disertai bau menyengat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas air telah melampaui baku mutu lingkungan sehingga memicu langkah cepat untuk menelusuri sumber pencemaran.

Berdasarkan hasil investigasi awal, sumber pencemaran tidak berada di wilayah Kota Bekasi. Indikasi kuat mengarah ke kawasan hulu di Kabupaten Bogor, tepatnya pada aliran Sungai Cileungsi yang menjadi bagian dari hulu Kali Bekasi.

Atas temuan tersebut, Pemkot Bekasi secara resmi melaporkan kasus ini kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat agar penanganan dapat dilakukan lintas wilayah. Koordinasi diperlukan karena dugaan sumber pencemaran berada di luar kewenangan administrasi Kota Bekasi.

Penelusuran Hingga Hulu Sungai

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai hingga memasuki wilayah Kabupaten Bogor.

Tim gabungan menemukan perubahan warna air sudah terlihat sejak di Sungai Cileungsi. Petugas juga memeriksa sejumlah saluran yang diduga menjadi jalur masuk limbah ke badan sungai.

Selain penelusuran lapangan, UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi mengambil sampel air untuk mengetahui karakteristik pencemar sekaligus memastikan sumber pencemaran secara ilmiah melalui uji laboratorium.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyampaikan hasil penelusuran lapangan mengarah pada aktivitas di wilayah hulu. Ia menegaskan analisis laboratorium tetap menjadi dasar untuk memastikan asal pencemaran sebelum langkah penegakan hukum dilakukan.

Koordinasi Lintas Wilayah

Karena dugaan pencemaran berasal dari luar Kota Bekasi, pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat identifikasi pihak yang bertanggung jawab sekaligus menentukan sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup.

Pemkot Bekasi juga memastikan pengawasan terhadap perusahaan di kawasan perbatasan tetap dilakukan secara berkala sebagai upaya mencegah pencemaran serupa kembali terjadi.

Polisi Temukan Ratusan Senjata Api, Narkoba, dan DVD Porno di Sekolah Frame Daily
Ratusan senjata api, narkoba, dan DVD porno ditemukan di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Polisi masih menyelidiki asal-usul dan pemiliknya.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Menjaga Kali Bekasi Tetap Lestari

Kali Bekasi merupakan salah satu sumber daya air penting bagi masyarakat. Kondisi air yang tercemar tidak hanya mengancam ekosistem sungai, tetapi juga berpotensi mengganggu kebutuhan air baku serta aktivitas warga di sepanjang aliran sungai.

Pemerintah berharap investigasi lintas daerah dapat segera mengungkap sumber pencemaran sehingga langkah pemulihan kualitas air bisa dilakukan secepatnya. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar penanganan lebih lanjut, termasuk penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menjadi penyebab pencemaran.

Ditulis oleh Treasure

Komentar