Ukraina Serang Terminal Minyak Rusia Dekat St. Petersburg dengan Drone

Ukraina mengklaim menyerang terminal minyak dekat St. Petersburg, Rusia, menggunakan drone. Moskow menyebut 389 drone berhasil dicegat di berbagai wilayah.

Ukraina Serang Terminal Minyak Rusia Dekat St. Petersburg dengan Drone
Foto ilustrasi : framedaily.id

Frame Daily, Jakarta – Ukraina mengklaim berhasil melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak di dekat St. Petersburg, Rusia, pada Sabtu (4/7/2026). Sementara itu, otoritas Rusia menyatakan serangan pesawat nirawak (drone) tersebut mengenai sebuah terminal minyak di kawasan Pelabuhan St. Petersburg, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Gubernur St. Petersburg, Aleksandr Beglov, mengatakan kota terbesar kedua di Rusia itu menjadi sasaran serangan drone dalam skala besar. Menurut dia, sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh 72 drone yang diluncurkan Ukraina, dengan satu di antaranya jatuh di kawasan Peterhof.

"Serangan tersebut mengenai sebuah pangkalan minyak di Distrik Kirovsky. Lokasi insiden sudah tuntas ditangani. Tidak ada korban jiwa," kata Aleksandr Beglov, seperti dikutip ANTARA.

Zelenskyy Klaim Serang Infrastruktur Strategis Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukan negaranya berada di balik serangan tersebut. Ia menyebut sasaran utama operasi adalah infrastruktur minyak yang menjadi sumber pendanaan bagi perang Rusia.

Melalui unggahan di platform X, Zelenskyy juga mengatakan pasukan Ukraina berhasil menyerang wilayah Kronstadt yang disebut sebagai sasaran militer penting.

"Pasukan Pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak yang mendatangkan pemasukan untuk perang Rusia dan ada pula serangan yang berhasil terhadap Kronstadt, sebuah sasaran militer penting. Jaraknya dari perbatasan Ukraina melebihi 850 kilometer," tulis Zelenskyy.

Rusia Klaim Hancurkan Ratusan Drone Ukraina

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan 389 drone Ukraina yang menyerang sejumlah wilayah Rusia.

Wilayah yang disebut menjadi sasaran serangan meliputi Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014, serta kawasan Laut Azov dan Laut Hitam. Rusia belum mengungkapkan rincian kerusakan yang ditimbulkan dari serangan-serangan tersebut.

Sementara itu, saluran Telegram lokal melaporkan terjadi kebakaran di pangkalan minyak di Pelabuhan St. Petersburg setelah serangan drone berlangsung. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan terbaru ini menandai meningkatnya intensitas operasi jarak jauh Ukraina terhadap infrastruktur strategis Rusia. Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv semakin sering menargetkan fasilitas energi dan logistik yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung operasi militer Moskow, sementara Rusia terus mengandalkan sistem pertahanan udara untuk meredam serangan tersebut.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar