Frame Daily, Jakarta - Penjualan tiket konser tunggal pedangdut Nassar Sungkar, bertajuk "King Nassar: Lost in the Jungle", secara resmi ludes terjual hanya dalam kurun waktu satu jam sejak dibuka.

Sebanyak hampir 6.000 tiket yang disediakan penyelenggara disapu bersih oleh para penggemar yang saling berburu akses di platform penjualan. Kecepatan transaksi ini mempertegas posisi Nassar bukan sekadar penyanyi dangdut biasa, melainkan ikon budaya pop yang memiliki basis massa lintas generasi dan lintas genre.
Hanya dalam hitungan menit, kategori-kategori utama mulai ditandai dengan status sold out, hingga akhirnya promotor menyatakan seluruh kuota tiket resmi habis tanpa sisa.
Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan di ranah media sosial. Ribuan netizen yang gagal mengamankan tiket mengekspresikan rasa baper (bawa perasaan) mereka di berbagai platform digital. Tagar dan komentar bertema desakan agar pihak penyelenggara menambah hari pertunjukan mendadak membanjiri akun resmi acara.
"Tambah hari dong, masa cuma kebagian gigit jari!" menjadi salah satu narasi seragam yang disuarakan para fans yang kehabisan tiket.
Menanggapi riuhnya permintaan pasar dan desakan publik yang kian membesar, pihak penyelenggara akhirnya memberikan kejelasan. Promotor konser, Kiki Aulia Ucup, menegaskan bahwa perhelatan "King Nassar: Lost in the Jungle" dipastikan tetap berjalan sesuai rencana awal tanpa adanya penambahan hari.
Keputusan ini diambil guna menjaga eksklusivitas serta kualitas produksi acara agar tetap berada pada standar optimal. Menurut pihak penyelenggara, menggelar konser satu hari memberikan ruang persiapan yang lebih solid dan intensif bagi seluruh tim teknis maupun pengisi acara.
Keputusan tegas tersebut sekaligus menutup spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya jadwal Day 2 yang sempat dihembuskan netizen. Bagi para penggemar yang gagal mendapatkan tiket, peluang untuk menyaksikan langsung pertunjukan ini secara resmi telah tertutup.
Konser "King Nassar: Lost in the Jungle" dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 mendatang dengan mengambil tempat di venue bersejarah, Istora Senayan, Jakarta. Pemilihan Istora sebagai lokasi dinilai tepat untuk menampung energi masif dari ribuan penonton yang siap bergoyang bersama.
Tema Lost in the Jungle yang diusung menjanjikan sebuah tata panggung eksplosif dan pengalaman visual unik, mengawinkan unsur teatralitas tinggi khas Nassar dengan aransemen musik dangdut kontemporer.
Keberhasilan penjualan tiket dalam waktu singkat ini menjadi bukti nyata bahwa geliat musik dangdut di panggung konser skala besar memiliki daya tawar yang sejajar—bahkan melampaui—konser-konser musisi pop maupun mancanegara. Kini, fokus beralih pada bagaimana King Nassar akan menjawab ekspektasi tinggi dari 6.000 pemegang tiket beruntung yang siap memadati Istora pada November mendatang.
Komentar