Tak Lagi Jadi Wonder Woman, Gal Gadot Dukung Pemeran Baru di DC Universe

Menyusul kabar pensiunnya Gal Gadot, spekulasi mengenai aktris pengganti makin hangat diperbincangkan, dengan nama Adria Arjona muncul sebagai kandidat kuat, meski sang aktris juga dikaitkan dengan peran superhero lain.

Tak Lagi Jadi Wonder Woman, Gal Gadot Dukung Pemeran Baru di DC Universe
Gal Gadot resmi mengonfirmasi dirinya tidak lagi memerankan Wonder Woman di era baru DC Universe (DCU) garapan James Gunn dan Peter Safran (Dok. Instagram @gal_gadot)

Frame Daily, Jakarta - Panggung jagat sinematik DC Universe (DCU) kembali bergejolak. Aktris asal Israel, Gal Gadot, secara terbuka menyampaikan pesan perpisahan terkait perannya sebagai Diana Prince alias Wonder Woman. Langkah ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan sang superhero wanita di bawah kepemimpinan anyar James Gunn dan Peter Safran.

Dalam pernyataan resminya, Gadot mengekspresikan rasa syukur mendalam atas kesempatan mengenakan kostum emas sang pejuang Amazon selama bertahun-tahun. Ia memberikan dukungan penuh kepada siapa pun yang kelak ditunjuk untuk melanjutkan estafet peran ikonik tersebut.

"Siapa pun yang nantinya memerankannya, aku harap dia bisa menikmati perjalanan luar biasa bersama karakter ini. Aku bersyukur pernah dapat kesempatan mengenakan kostumnya serta semua nilai yang ia perjuangkan," ungkap Gadot dilansir ComicBook.

Pernyataan emosional ini sekaligus menutup babak pahlawan super yang dimulai sejak debutnya di film Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), hingga film solonya Wonder Woman (2017) dan Wonder Woman 1984 (2020).

Ikon pahlawan yang dibawakan Gadot telah mengubah lanskap film pahlawan super wanita di Hollywood. Kesuksesan finansial dan kritikal film pertama Wonder Woman membuktikan bahwa superhero wanita sanggup mendominasi box office global. Namun, restrukturisasi total yang dilakukan DC Studios memaksa beberapa proyek lama dibatalkan, termasuk rencana pengembangan film ketiga Wonder Woman garapan sutradara Patty Jenkins.

Langkah James Gunn dan Peter Safran untuk melakukan reboot lunak (soft reboot) terhadap panggung DCU secara bertahap menyingkirkan jajaran pahlawan era Snyderverse, mulai dari Henry Cavill sebagai Superman, Ben Affleck sebagai Batman, hingga kini Gal Gadot.

Pengunduran diri Gadot secara otomatis memicu rumor panas terkait proses recast atau pemilihan ulang pemeran Diana Prince. Di tengah banyaknya nama aktris muda Hollywood yang dispekulasikan oleh para penggemar, nama Adria Arjona mendadak menjadi perbincangan paling hangat.

Aktris kelahiran Puerto Riko yang sukses mencuri perhatian lewat perannya dalam serial Andor dan film Hit Man ini dinilai memiliki karisma, keanggunan, serta ketangguhan fisik yang cocok untuk membawakan sosok putri Amazon tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak DC Studios maupun perwakilan Arjona mengenai keterlibatannya sebagai Wonder Woman.

Spekulasi keterlibatan Adria Arjona di era baru DCU makin rumit dengan munculnya rumor lain. Selain dikaitkan dengan Wonder Woman, nama Arjona juga ramai diperbincangkan untuk memerankan karakter superhero lain, yaitu Maxima, dalam proyek film Superman: Man of Tomorrow mendatang.

Dalam komik DC, Maxima adalah seorang ratu prajurit dari planet Almerac yang memiliki kekuatan super setara dengan Superman. Latar belakang karakter Maxima yang tangguh dan elegan dinilai sangat cocok dengan citra Arjona di layar lebar.

Keputusan DC Studios dalam memplot deretan pemeran baru masih disimpan rapat-rapat. Namun, satu hal yang pasti: pengisian peran Wonder Woman akan menjadi salah satu keputusan paling krusial dan dipantau ketat oleh publik global, mengingat standar tinggi dan impresi kuat yang telah ditinggalkan oleh Gal Gadot.

Ditulis oleh Defi

Komentar