Ratusan Kera Ekor Panjang Turun ke Pasar Ngebel Saat Kemarau

Ratusan kera ekor panjang kembali turun ke Pasar Ngebel, Ponorogo, saat musim kemarau akibat berkurangnya sumber pakan alami di Pegunungan Wilis.

Ratusan Kera Ekor Panjang Turun ke Pasar Ngebel Saat Kemarau
Ilustrasi kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) berkeliaran di kawasan Pasar Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, saat musim kemarau untuk mencari sumber makanan akibat berkurangnya pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis. (Ilustrasi: AI/Frame Daily)

Frame Daily, Jakarta – Ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) kembali berkeliaran di kawasan Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (16/7). Fenomena tahunan ini terjadi seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis selama musim kemarau.

Di lansir dari kantor berita ANTARA, Warga setempat menyebut kemunculan kawanan kera bukanlah peristiwa baru. Setiap musim kemarau, satwa liar tersebut turun dari kawasan hutan untuk mencari makanan di sekitar pasar dan permukiman warga.

"Kalau musim kemarau mereka sering turun mencari makan. Datangnya bergerombol, jumlahnya bisa lebih dari seratus ekor," kata Kepri, warga Desa Wagir Lor.

Menurut Kepri, kawanan kera biasanya menyisir area pasar untuk mencari sisa makanan atau mengambil makanan yang diletakkan terbuka di lapak pedagang. Meski begitu, hingga kini satwa tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap pedagang maupun pengunjung.

"Biasanya mereka hanya mencari makanan. Kalau dagangan ditutup atau dijaga, mereka juga tidak mengganggu," ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan warga lainnya, Kasno. Ia mengatakan kawanan kera hampir setiap hari turun ke kawasan pasar selama musim kemarau karena berkurangnya ketersediaan pakan di habitat alaminya.

"Hampir setiap hari turun. Selama ini hanya mencari makan dan tidak pernah menyerang pedagang," katanya.

Warga mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk menyimpan makanan dengan baik agar tidak menarik perhatian kawanan kera. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi interaksi langsung antara manusia dan satwa liar.

Fenomena kemunculan ratusan kera ekor panjang saat musim kemarau telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar Telaga Ngebel yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Pegunungan Wilis. Kondisi ini menunjukkan satwa liar masih bergantung pada ketersediaan pakan alami di habitatnya, sehingga saat musim kering mereka cenderung mencari sumber makanan ke kawasan aktivitas manusia.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar