Frame Daily, Jakarta - Rumah produksi Rapi Films kembali meramaikan industri perfilman nasional dengan merilis official trailer dan poster resmi film komedi-horor terbaru bertajuk Warga Rusun 609. Proyek layar lebar ini merupakan adaptasi resmi dari film komedi-horor Thailand legendaris, Buppah Rahtree (2003), yang disesuaikan dengan kearifan lokal serta problematika sosial kehidupan masyarakat urban di Indonesia.

Di bawah arahan sutradara pemenang penghargaan Herwin Novianto dan naskah buatan Upi, Warga Rusun 609 menyajikan perpaduan antara humor segar, ketegangan horor, serta kritik sosial yang dibungkus secara menghibur.
Sinopsis film ini berpusat pada dinamika kehidupan penghuni rumah susun yang mendadak penuh kekacauan. Masalah utama bermula dari amukan arwah Bunga (diperankan oleh Ranty Maria) yang menghuni unit 609. Arwah Bunga menuntut janji dan pembalasan dendam kepada Arka (diperankan oleh Morgan Oey), kekasihnya. Teror mistis ini memicu kepanikan massal dan mengganggu kedamaian para penghuni.
Namun, teror arwah Bunga bukan satu-satunya ancaman yang harus dihadapi oleh warga. Situasi kian pelit ketika seorang pengembang properti bernama Pak Bahlil datang membawa rencana relokasi dan penggusuran atas rusun tempat tinggal mereka. Keputusan sepihak ini memantik gelombang perlawanan dari para penghuni. Warga rusun yang panik harus memutar otak demi mempertahankan tempat tinggal mereka sekaligus mencari cara menghentikan teror mistis yang terus menghantui lorong-lorong rusun.
Kombinasi antara ancaman kehilangan rumah dan gangguan supranatural ini menciptakan situasi komikal serta menghadirkan berbagai benturan karakter yang absurd.
Keunggulan Warga Rusun 609 tidak hanya terletak pada penggarapan cerita, tetapi juga pada jajaran pemerannya. Morgan Oey dan Ranty Maria dipercaya sebagai pemeran utama. Bagi keduanya, proyek ini menjadi tantangan tersendiri mengingat intensitas akting yang menuntut keseimbangan antara ekspresi ketakutan dan unsur komedi.
Untuk melengkapi kemeriahan serta memperkuat nuansa komedi, film ini turut menghadirkan jajaran komedian dan figur publik ternama. Di antaranya adalah Gita Bhebhita, presenter dan komedian senior Sarah Sechan, Aming, hingga seniman komedi Dustin Tiffani. Kehadiran deretan nama tersebut dijamin akan menghadirkan interaksi yang menggelitik dan dialog-dialog kocak khas masyarakat kelas pekerja.
Meskipun diadaptasi dari Buppah Rahtree—salah satu karya cult classic horor-komedi terpopuler asal Thailand—tim produksi tidak sekadar memindahkan latar cerita ke Indonesia. Penulis naskah Upi menyuntikkan berbagai isu sosial yang akrab dengan masyarakat perkotaan Indonesia, seperti isu relokasi hunian, solidaritas warga kelas menengah ke bawah, hingga praktik mistis lokal yang dipadu dengan keputusasaan warga.
Penggunaan latar rumah susun padat penduduk memberikan ruang eksplorasi visual dan atmosferik yang kuat. Gang-gang sempit, lorong gelap, serta interaksi antar-tetangga yang usil menjadi panggung utama berlangsungnya komedi situasional dan kejutan horor (jump scare) yang efektif.
Sutradara Herwin Novianto mengungkapkan bahwa fokus utama pembuatan film ini adalah menciptakan keseimbangan antara rasa takut dan tawa. Penonton diajak merasakan ketegangan saat arwah Bunga mengamuk, namun di saat yang sama tertawa melihat respons lucu dan konyol yang diambil oleh warga rusun.
Cuplikan official trailer yang telah dipublikasikan secara daring langsung mendapatkan respons positif dari netizen dan penikmat film horor tanah air. Banyak penonton yang menantikan bagaimana elemen klasik Buppah Rahtree diterjemahkan ke dalam lanskap budaya pop Indonesia.
Film Warga Rusun 609 diproyeksikan menjadi salah satu tontonan hiburan utama di penghujung tahun. Berdasarkan pengumuman resmi rumah produksi, film ini dijadwalkan tayang secara perdana di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Komentar