JAKARTA, Frame Daily – Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan Program Sekolah Rakyat sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Presiden Prabowo Subianto memastikan setiap lulusan Sekolah Rakyat akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Presiden melalui Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat berdialog dengan 262 siswa Sekolah Rakyat Kota Semarang yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah, yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Wamensos Agus Jabo Priyono dalam keterangan resmi.
Menurut Agus Jabo, arahan Presiden tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan akses pendidikan, tetapi juga memastikan peserta didik memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi maupun kesempatan kerja yang layak.
Pendidikan Sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui konsep pendidikan berasrama, pemerintah ingin memberikan layanan pendidikan yang lebih komprehensif, mulai dari pembelajaran akademik hingga pembentukan karakter.
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
"Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang," ujar Presiden dalam salah satu kunjungan ke Sekolah Rakyat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga.
Pendampingan hingga Dunia Kerja
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak diukur hanya dari kelulusan siswa, melainkan juga dari keberlanjutan masa depan mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, lulusan yang ingin melanjutkan studi akan difasilitasi menuju perguruan tinggi sesuai minat dan kemampuan. Sementara lulusan yang memilih bekerja akan dibantu memperoleh akses ke dunia kerja, baik di dalam negeri maupun peluang kerja di luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan mobilitas sosial yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat sehingga kemiskinan tidak lagi diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sekolah Rakyat Masuki Tahap Penguatan
Seiring dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Kementerian Sosial juga terus memperkuat kesiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya mengingatkan seluruh kepala sekolah agar mempersiapkan proses transisi menuju Sekolah Rakyat permanen secara matang. Persiapan meliputi aspek akademik, sarana prasarana, pengelolaan asrama, hingga sistem monitoring dan evaluasi pembelajaran.
Selain itu, para kepala sekolah juga diminta menjunjung tinggi nilai empati, integritas, serta mengutamakan kepentingan peserta didik dalam menjalankan tugasnya.
Target Mencetak Generasi Berkualitas
Pemerintah berharap Program Sekolah Rakyat mampu menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
Melalui kombinasi pendidikan formal, pembinaan karakter, pendampingan hingga akses kuliah dan pekerjaan, program ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mandiri, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Komentar