Frame Daily, NTT - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan sejumlah menteri dan pejabat pemerintah turun langsung ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.
Pejabat yang ditugaskan antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Pemerintah juga menugaskan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke wilayah terdampak.
Informasi mengenai pengerahan jajaran pemerintah tersebut disampaikan pada Minggu (16/8/2026), sehari setelah gempa M7,7 mengguncang wilayah NTT.
Menteri Tak Ikuti Upacara di Istana
Menko PMK Pratikno mengatakan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tidak akan mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8/2026).
Para menteri tersebut akan dibagi ke sejumlah daerah untuk mengikuti upacara kemerdekaan sekaligus mengawal penanganan gempa NTT.
“Kita akan membagi tugas ke lapangan dan kemudian kita besok akan upacara tidak di Jakarta tapi kita akan ikut upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan di daerah,” kata Pratikno seusai rapat koordinasi penanganan gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8).
Menurut Pratikno, pembagian tugas dilakukan agar pemerintah pusat dapat langsung mengawal persoalan krusial di wilayah terdampak.
“Hadir ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses tanggap darurat dan juga nanti rehab-rekon,” ujarnya.
Kabar mengenai sejumlah menteri yang tidak mengikuti upacara di Istana dan ditugaskan ke daerah juga diberitakan media nasional pada Minggu (16/8).
27 Ton Logistik Dikirim dengan Hercules
Pemerintah telah mengirimkan total 27 ton logistik untuk masyarakat terdampak gempa NTT.
Logistik tersebut dikirim menggunakan sejumlah penerbangan pesawat Hercules pada Sabtu (15/8/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman dilakukan dalam beberapa kloter penerbangan.
“Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).
Selain pemerintah pusat, unsur PLN, Pertamina, dan Telkom juga diterjunkan untuk membantu pemulihan kebutuhan dasar, energi, serta komunikasi masyarakat.
Lebih dari 3.500 Personel TNI-Polri Dikerahkan
Pemerintah turut mengerahkan lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri pada hari kejadian.
Personel tersebut disebar ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah lainnya di NTT.
Mereka membantu proses evakuasi, pencarian korban, pengamanan, serta pemulihan kondisi di lapangan.
Pemerintah juga menyiapkan posko nasional dan posko di daerah untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana serta distribusi bantuan.
51 Orang Meninggal Dunia
Gempa M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Pusat gempa berada di wilayah Nagekeo dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut tidak lagi membahayakan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat total korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 51 orang. Sementara korban luka berat tercatat sebanyak 64 orang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan jumlah korban meninggal tersebut bertambah setelah tim SAR mengevakuasi empat warga dalam kondisi meninggal dunia, terdiri dari tiga warga di Manggarai Timur dan satu warga di Manggarai. "Untuk update per pukul 09.00 adalah 51. Penambahan yang pertama, di Manggarai Timur ada tiga warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," kata Syafii dalam konferensi pers Penanganan Bencana Gempa NTT, Minggu (16/8/2026).
Pemerintah Prioritaskan Penyelamatan dan Infrastruktur
Pratikno mengatakan pemerintah memprioritaskan penyelamatan warga serta pemulihan infrastruktur yang rusak.
Sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari jalan, jembatan, rumah sakit, listrik hingga jaringan internet.
Pemerintah juga menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat berakhir.
Pratikno menegaskan pembangunan kembali nantinya diharapkan tidak sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana.
Pemerintah ingin memastikan wilayah terdampak memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Hingga Minggu (16/8/2026), proses evakuasi, pendataan korban, distribusi bantuan, serta pemulihan layanan dasar masih terus dilakukan di sejumlah wilayah NTT. Data BNPB juga menunjukkan ribuan warga masih bertahan di titik-titik pengungsian.
Komentar