Potensi EBT Jatim Capai 188 GW

Potensi energi baru terbarukan sebesar 188 GW menjadikan Jawa Timur diproyeksikan sebagai salah satu daerah kunci dalam percepatan transisi energi Indonesia.

Potensi EBT Jatim Capai 188 GW
Ilustrasi Potensi energi surya dan angin di Jawa Timur dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. (Frame Daily)

Frame Daily, Jakarta - Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak transisi energi nasional. Potensi energi baru terbarukan (EBT) yang mencapai sekitar 188 gigawatt (GW) dinilai menjadi modal besar untuk mendukung target pengembangan energi bersih di Indonesia.

Potensi tersebut disampaikan Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekaligus Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Jawa Timur, Prof. Mochamad Ashari, dalam Surabaya Electric Forum yang menjadi bagian dari Indonesia Energy Week Surabaya 2026.

Menurut Ashari, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan di Jawa Timur sebesar 4.251 megawatt (MW). Target tersebut dinilai realistis apabila didukung kolaborasi lintas sektor.

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor pengembangan energi baru terbarukan nasional. Namun, percepatannya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat agar potensi tersebut dapat diwujudkan menjadi kapasitas pembangkit yang nyata,” ujar Ashari.

Potensi Besar, Tantangan Masih Ada

Ashari menjelaskan potensi energi baru terbarukan di Jawa Timur didominasi oleh energi surya dan angin. Besarnya sumber daya tersebut membuka peluang bagi provinsi ini untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pembangkit energi bersih sekaligus mendukung target bauran energi nasional.

Meski demikian, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa percepatan pembangunan infrastruktur, investasi, dan penguatan sumber daya manusia di sektor ketenagalistrikan.

Kolaborasi Jadi Kunci

Surabaya Electric Forum mempertemukan pemerintah, PLN Group, akademisi, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi mempercepat implementasi transisi energi.

Forum tersebut menekankan bahwa pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat agar berbagai proyek dapat direalisasikan sesuai target.

Dengan besarnya potensi yang dimiliki, Jawa Timur diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam mempercepat implementasi RUPTL 2025–2034 sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar