Frame Daily, Jakarta - Keinginan untuk memiliki bentuk tubuh ideal kerap kali membawa seseorang pada keputusan yang berisiko tinggi. Tekanan penampilan di dunia hiburan pun tak jarang memicu para publik figur untuk mengambil jalan pintas, meskipun berbahaya bagi keselamatan jiwa mereka. Pengalaman pahit inilah yang baru-baru ini diungkapkan oleh penyanyi dangdut kenamaan tanah air, Inul Daratista. Tergiur impian tubuh yang lebih kurus, pelantun tembang Kocok-Kocok tersebut harus menanggung akibatnya setelah nekat menjalani prosedur suntik pelangsing tanpa pengawasan ketat.
Kejadian ini bermula dari rasa penasaran Inul saat melihat perubahan bentuk fisik rekan-rekan sesama artis yang dinilainya berhasil tampil lebih ramping. Meski sudah rutin menjalankan olahraga yoga selama lebih dari 20 tahun, rasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya tetap menghampiri. Inul sempat bertukar pikiran dengan Krisdayanti (Mimi KD) mengenai rahasia tubuh kurusnya, bahkan merasa terinspirasi setelah melihat perubahan penampilan King Nassar.
"Waktu itu kan pengin kurus, sempat nanya ke Mimi KD, 'Gimana sih punya badan kurus? Apa harus wushu?' Aku kan sudah 20 tahun yoga, terus lihat King Nassar kok kurus banget," ujar Inul saat menceritakan kembali momen tersebut.
Keinginan tersebut kian kuat hingga Inul mulai mempertimbangkan opsi prosedur medis seperti sedot lemak. Namun, ketika niat itu disampaikan kepada sang suami, Adam Suseno, ia mendapat penolakan tegas. Adam menilai tubuh sang istri sudah sangat proporsional dan tidak memerlukan tindakan medis yang berlebihan. Penilaian sang suami itu juga diperkuat oleh pandangan perancang busana ternama, Ivan Gunawan, yang sebelumnya pernah menyebut bahwa postur tubuh Inul sebenarnya tidak besar.
Sayangnya, saran dari orang-orang terdekat tak lantas menghentikan langkah Inul. Didorong oleh rasa penasaran yang mendalam, ia memilih bertindak di luar pengetahuan suaminya. Inul secara diam-diam menghubungi seorang suster yang menawarkan produk obat pelangsing dengan metode suntik.
"Tapi dasar aku gatel kan, aku diam-diam telepon suster yang jual obat (kurus) yang disuntik itu. Nah dari situ disuruh cek semuanya dan oke semuanya. Akhirnya disuntiklah itu," tutur Inul.
Keputusan implulsif tersebut berbuah petaka dalam hitungan jam. Tak lama setelah suntikan obat penurun berat badan itu masuk ke dalam tubuhnya, Inul mulai merasakan respons fisik yang tidak wajar. Tubuhnya mengalami reaksi ekstrem hingga gemetaran hebat. Kondisi fisiknya drop secara mendadak pada malam harinya, membuat Inul terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
"Mas Adam gak tahu itu dan memang gak ada yang tahu. Malamnya masuk rumah sakit dan dirawat selama empat hari, gegara penasaran pengin kurus," ungkapnya.
Insiden medis yang mengharuskannya menjalani rawat inap selama empat hari tersebut menjadi pelajaran berharga bagi sang biduan. Niat hati ingin mendapatkan bentuk tubuh idaman (body goals), Inul justru harus membayar mahal rasa penasarannya dengan risiko kesehatan yang fatal.
Kisah yang dibagikan Inul Daratista ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas, khususnya mereka yang tergiur metode penurun berat badan secara serba cepat. Prosedur medis maupun penggunaan obat-obatan pelangsing yang dijual secara bebas tanpa resep dan pengawasan dokter spesialis berisiko tinggi memicu reaksi alergi, toksisitas, hingga kegagalan fungsi organ. Kesehatan fisik yang berharga tidak sepatutnya dikorbankan demi mengejar standar kecantikan semu dan serba instan.
Komentar