Natalie Harp, Ajudan Trump yang Kembali Jadi Perhatian di Gedung Putih

Natalie Harp kembali menjadi perhatian setelah Senator Jon Ossoff menyinggung kedekatannya dengan Donald Trump. Ajudan berusia 35 tahun itu dikenal sebagai sosok loyal yang kerap mendampingi presiden, termasuk dalam perjalanan rahasia dari Turki.

Natalie Harp, Ajudan Trump yang Kembali Jadi Perhatian di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan asisten eksekutifnya, Natalie Harp, turun dari Air Force One di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, 16 Agustus 2026 (REUTERS)

Frame Daily, Washington — Nama Natalie Harp mendadak ramai diperbincangkan di Amerika Serikat setelah Senator Georgia dari Partai Demokrat, Jon Ossoff, menyinggung kedekatannya dengan Presiden Donald Trump dalam sebuah kampanye.

Harp merupakan salah satu ajudan yang paling sering terlihat mendampingi Trump. Perempuan berusia 35 tahun itu memiliki jabatan sebagai special assistant dan executive assistant to the president.

Menurut laporan The Washington Post pada 18 Agustus 2026, Harp dikenal sebagai salah satu pembantu Trump yang sangat dekat dan dipercaya. Namanya kembali mencuat setelah Ossoff mengkritik perhatian Trump terhadap pembangunan ballroom Gedung Putih dan aktivitas perjalanannya bersama Harp.

Natalie Harp, ajudan Presiden Donald Trump, mendengarkan saat Trump mengumumkan renovasi Bandara Internasional Dulles di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 29 Juli 2026 [AFP/Getty Images]

Komentar tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Trump. Ketika ditanya wartawan mengenai pernyataan Ossoff di Gedung Oval pada Senin, Trump justru menyerang penampilan senator tersebut dengan menyamakannya dengan karakter komedi Pee-wee Herman.

Gedung Putih juga membela Harp. Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle menyebut Harp sebagai salah satu ajudan Trump yang paling loyal dan pekerja keras.

Dijuluki "Human Printer"

Harp bukan sosok baru dalam lingkaran Trump.

Namanya mulai dikenal luas saat kampanye presiden 2024. Ketika itu, ia kerap membawa printer portabel untuk mencetak pemberitaan positif mengenai Trump dan segera menyerahkannya kepada sang kandidat.

Kebiasaan tersebut membuat Harp mendapat julukan "human printer".

Trump diketahui lebih menyukai membaca dokumen fisik dibandingkan melihat sejumlah materi melalui layar. Harp kemudian menjadi salah satu orang yang membantu memenuhi kebiasaan tersebut.

Ia juga disebut kerap mengetik unggahan Truth Social yang didiktekan langsung oleh Trump.

Kedekatan itu bahkan pernah digambarkan dalam buku Regime Change karya jurnalis The New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan.

Dalam buku tersebut, Trump dilaporkan pernah mengatakan kepada stafnya mengenai Harp bahwa para pembantunya suatu hari akan pergi untuk mencari uang, sedangkan Harp disebut tidak akan meninggalkannya.

Ikut dalam Perjalanan Rahasia dari Turki

Peran Harp juga terlihat dalam perjalanan Trump meninggalkan Turki pada Juli 2026.

Natalie Harp bersama Presiden Donald Trump dalam sebuah pertemuan di Ankara, Turki, pada Juli 2026 [The New York Times]

Menurut laporan CBS News, Trump meninggalkan Ankara menggunakan pesawat Air Force One lama setelah muncul informasi mengenai ancaman terhadap keselamatannya. Pejabat AS mengatakan adanya dugaan rencana penembakan rudal terhadap pesawat presiden membuat Secret Service mengambil langkah pengamanan.

Dalam skenario tersebut, sejumlah kecil pejabat dan staf ikut berpindah pesawat secara diam-diam. Harp termasuk di antara orang-orang yang berada dalam kelompok tersebut.

Asisten eksekutif Presiden Donald Trump, Natalie Harp, terlihat turun dari Marine One setelah helikopter tersebut mendarat di Washington, Minggu, 16/08/2026 [Getty Images]

Perjalanan itu sebelumnya menjadi perhatian karena Trump sempat menggunakan pesawat Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar. Pesawat tersebut kemudian ditinggalkan untuk penerbangan dari Turki setelah Secret Service merekomendasikan penggunaan pesawat lama yang memiliki sistem pertahanan lebih lengkap.

Pernah Bekerja di Media Pro-Trump

Sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump, Harp memiliki pengalaman di dunia media.

Ia pernah bekerja di One America News Network (OAN) pada 2021 dan 2022 sebagai pembawa acara. Di jaringan televisi yang dikenal pro-Trump itu, Harp menyuarakan klaim Trump mengenai hasil Pemilu 2020.

Hubungannya dengan Trump sudah terbentuk sebelum ia menjadi pejabat Gedung Putih.

Natalie Harp, asisten pribadi Presiden AS Donald Trump, turun dari Marine One saat Presiden Trump berjalan menuju Air Force One di Joint Base Andrews, Maryland, pada 27 Juli 2026.(BRENDAN SMIALOWSKI)

Pada Konvensi Nasional Partai Republik 2020, Harp juga menyampaikan pidato yang memuji Trump terkait kebijakan Right to Try.

Harp merupakan penyintas kanker tulang. Dalam pidatonya, ia mengatakan kebijakan tersebut memberinya kesempatan memperoleh pengobatan eksperimental setelah sejumlah terapi yang tersedia tidak berhasil.

Dari Penyintas Kanker hingga Lingkaran Dalam Trump

Harp berasal dari California. Ia meraih gelar sarjana dari Point Loma Nazarene University pada 2012 dan gelar MBA dari Liberty University pada 2015.

Ia mulai bekerja di Gedung Putih sebagai pejabat yang ditunjuk presiden setelah Trump kembali menjabat pada Januari 2025.

Kini, Harp menjadi salah satu figur yang berada sangat dekat dengan presiden dalam aktivitas sehari-hari.

Perhatian terhadap dirinya meningkat setelah pernyataan Ossoff. The Washington Post dalam laporan 18 Agustus 2026 menempatkan Harp sebagai salah satu ajudan Trump yang keberadaannya semakin diperhatikan publik, terutama karena kedekatan dan aksesnya terhadap presiden.

Meski menjadi sasaran kritik politik, Gedung Putih tetap mempertahankan gambaran Harp sebagai sosok yang loyal dan berdedikasi kepada Trump.

Bagi publik Amerika, nama Natalie Harp mungkin baru terdengar luas dalam beberapa hari terakhir. Di lingkungan Trump, ia telah lama dikenal sebagai salah satu orang yang berada paling dekat dengan presiden.

Ditulis oleh Junaidi Saifuddin

Komentar