Frame Daily, Jakarta - Penyanyi dan pencipta lagu yang tengah naik daun, Nadhif Basalamah, baru-baru ini mengejutkan publik setelah berani bersuara mengenai pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di media sosial. Pelantun hit "Penjaga Hati" ini mengungkapkan bahwa dirinya kerap menjadi korban pelecehan seksual secara verbal melalui kolom komentar maupun pesan langsung (Direct Message), yang sebagian besar justru datang dari sesama pria (akun gay).
Langkah Nadhif untuk angkat bicara ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen mengenai batasan bercandaan dan ruang aman bagi publik figur pria di ranah digital.
Berawal dari Komentar yang Mulai Melewati Batas
Dalam sebuah pernyataan atau unggahan terbarunya, Nadhif mengungkapkan keresahannya terhadap perilaku sebagian netizen yang dinilai sudah tidak lagi menghargai privasi dan harga dirinya. Nadhif menyebutkan bahwa bentuk pelecehan yang diterimanya bervariasi, mulai dari godaan yang menjurus ke arah seksual, komentar tidak senonoh mengenai fisiknya, hingga pesan-pesan eksplisit.
"Awalnya mungkin dianggap sebagai candaan atau pujian biasa. Tapi lama-kelamaan, komentarnya semakin berani dan menjurus ke arah pelecehan seksual. Mengherankannya, sebagian besar dari komentar dan DM tersebut datang dari akun-akun pria atau komunitas tertentu," ujar sebuah sumber/pernyataan terkait situasi yang dihadapi Nadhif.
Penyanyi berusia 26 tahun ini menegaskan bahwa pelecehan seksual tetaplah pelecehan, tanpa memandang gender korban maupun pelakunya. Keberanian Nadhif untuk menolak normalisasi tindakan ini langsung menuai simpati.
Fenomena Sexual Harassment Terhadap Publik Figur Pria
Kasus yang menimpa Nadhif Basalamah seolah membuka kotak pandora mengenai fenomena yang sering kali diabaikan masyarakat: pelecehan seksual terhadap laki-laki. Di media sosial, publik figur pria sering kali menjadi objek objektifikasi seksual dengan dalih "pujian" atau "candaan".
Dukungan Mengalir dari Rekan Sesama Musisi
Pasca keberaniannya menyuarakan hal ini, dukungan mengalir deras untuk Nadhif, baik dari fans maupun rekan sesama musisi di industri hiburan tanah air. Banyak yang memuji sikap tegas Nadhif yang tidak tinggal diam menghadapi perilaku cyber harassment.
Hingga saat ini, pihak manajemen Nadhif mengimbau para pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam berkomentar dan saling menghormati batas privasi para pekerja seni. Nadhif sendiri berharap bahwa keputusannya untuk berbicara bisa meningkatkan kesadaran publik bahwa ruang digital yang sehat adalah tanggung jawab bersama.
Komentar