Mengenang Nirmal Purja Penakluk 14 Puncak Dunia

Mengenang Nirmal Purja, penakluk 14 puncak gunung tertinggi dunia yang wafat dalam longsoran salju di Broad Peak, meninggalkan warisan besar dunia pendakian.

Mengenang Nirmal Purja Penakluk 14 Puncak Dunia
"Nothing is impossible." Kalimat itu bukan sekadar slogan, tapi cara hidup Nirmal Purja. Dunia kehilangan seorang legenda, namun inspirasinya akan terus mendaki lebih tinggi dari puncak mana pun. (Foto: Instagram/@nimsdai)

Frame Daily, Pakistan, Dunia pendakian internasional berduka setelah Nirmal Purja, pendaki Nepal yang dikenal sebagai penakluk 14 puncak gunung tertinggi dunia dalam waktu tercepat, dipastikan meninggal dunia akibat longsoran salju di Broad Peak, Pakistan. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan salah satu pendaki paling berpengaruh dalam sejarah mountaineering modern sekaligus sosok yang mengubah cara dunia memandang kemampuan para pendaki Nepal.

Purja atau akrab disapa Nimsdai merupakan sosok yang mendobrak berbagai rekor pendakian. Namanya melambung setelah menyelesaikan proyek ambisius "Project Possible" pada 2019, yakni menaklukkan seluruh 14 gunung berketinggian lebih dari 8.000 meter hanya dalam enam bulan enam hari. Catatan itu mematahkan rekor sebelumnya yang bertahan selama bertahun-tahun dan menjadikannya salah satu pendaki paling disegani di dunia.

Kepergiannya pada usia 43 tahun menjadi kehilangan besar bagi komunitas pendaki global. Selain dikenal sebagai pemecah rekor, Purja juga dikenang sebagai mantan anggota pasukan elite Inggris yang kemudian mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendakian dan penyelamatan di pegunungan ekstrem.

Rekor Bersejarah Menaklukkan 14 Puncak Dunia

Nama Nirmal Purja mulai menjadi perhatian dunia ketika mengumumkan Project Possible pada 2019. Targetnya dianggap hampir mustahil, yakni mendaki seluruh 14 gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam waktu tujuh bulan.

Namun, Purja justru melampaui target tersebut. Ia berhasil menyelesaikan seluruh pendakian dalam 189 hari atau enam bulan enam hari, jauh lebih cepat dibandingkan rekor sebelumnya yang membutuhkan waktu hampir delapan tahun. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah olahraga pendakian gunung.

Keberhasilannya kemudian diangkat dalam film dokumenter Netflix "14 Peaks: Nothing Is Impossible", yang memperlihatkan perjuangan, tantangan, hingga risiko besar yang dihadapi selama menjalankan misi tersebut. Dokumenter itu membuat nama Purja semakin dikenal masyarakat dunia di luar komunitas pendaki.

Karier yang Mengubah Dunia Pendakian

Sebelum menjadi pendaki profesional, Nirmal Purja menjalani karier militer selama sekitar 16 tahun. Ia pernah bertugas sebagai Gurkha dan kemudian bergabung dengan Special Boat Service (SBS), satuan elite militer Inggris.

Setelah meninggalkan dunia militer, Purja mengalihkan fokusnya ke dunia pendakian gunung. Ia mendirikan perusahaan ekspedisi Elite Expeditions dan aktif memimpin berbagai ekspedisi ke Himalaya maupun Karakoram. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai misi penyelamatan pendaki di gunung-gunung tertinggi dunia yang dikenal memiliki tingkat risiko sangat tinggi.

Purja juga dikenal sebagai sosok yang konsisten mengangkat peran para pendaki dan pemandu asal Nepal. Menurutnya, kemampuan teknis para Sherpa dan pendaki Nepal layak mendapat pengakuan yang sama besarnya dengan para pendaki internasional.

Longsoran Salju di Broad Peak Mengakhiri Perjalanan

Tragedi terjadi saat Purja mengikuti ekspedisi di Broad Peak yang berada di kawasan Karakoram, Pakistan. Gunung dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter itu dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang di dunia.

Longsoran salju menerjang tim ekspedisi pada 30 Juli 2026. Setelah beberapa hari pencarian menggunakan drone dan operasi penyelamatan di medan ekstrem, otoritas Pakistan bersama pihak ekspedisi mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja termasuk di antara sepuluh pendaki yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Proses evakuasi sempat menghadapi kendala cuaca buruk, risiko longsoran susulan, serta kondisi medan yang sangat sulit dijangkau. Otoritas setempat menyebut operasi penyelamatan dilakukan secara bertahap demi menjaga keselamatan tim penyelamat.

Warisan Besar Sang Pendaki Legendaris

Kepergian Nirmal Purja memicu gelombang penghormatan dari berbagai tokoh, komunitas pendaki, hingga pemerintah Nepal. Banyak pihak menilai Purja bukan hanya pemecah rekor, tetapi juga simbol keberanian, disiplin, dan tekad untuk melampaui batas kemampuan manusia.

Melalui berbagai pencapaiannya, Purja berhasil mengubah persepsi dunia terhadap pendaki Nepal. Ia menunjukkan bahwa para pendaki lokal bukan sekadar pemandu di Himalaya, melainkan atlet elite dengan kemampuan luar biasa yang mampu memimpin ekspedisi kelas dunia.

Selain prestasi olahraga, Purja juga aktif mengampanyekan pelestarian kawasan pegunungan melalui yayasan yang didirikannya. Ia mendorong upaya menjaga kebersihan gunung dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya konservasi lingkungan di kawasan Himalaya.

Nama Nirmal Purja akan selalu dikenang sebagai penakluk 14 puncak gunung tertinggi dunia yang menginspirasi jutaan orang untuk berani menantang batas kemampuan. Meski perjalanan hidupnya berakhir di Broad Peak, warisan keberanian, dedikasi, dan pencapaian bersejarah yang ditinggalkannya dipastikan tetap hidup dalam sejarah pendakian dunia.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar

Iklan