Mengenal Skyquake, Fenomena Dentuman Misterius dari Langit

Mengenal skyquake, fenomena dentuman misterius dari langit yang kerap terdengar tanpa penyebab jelas. Simak ciri-ciri, penyebab, dan penjelasannya.

Mengenal Skyquake, Fenomena Dentuman Misterius dari Langit
Ilustrasi fenomena skyquake yang dikaitkan dengan aktivitas vulkanik. Sejumlah ahli menyebut gelombang suara dari erupsi gunung api dapat merambat jauh melalui atmosfer dan terdengar sebagai dentuman di wilayah lain. (Frame Daily)

Frame Daily, jakarta - Skyquake menjadi salah satu fenomena yang kembali menarik perhatian publik setelah muncul laporan mengenai suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Indonesia. Suara tersebut disebut terdengar seperti ledakan atau gemuruh dari arah langit, tetapi tidak disertai gempa bumi maupun sumber suara yang terlihat secara langsung.

Fenomena ini bukanlah hal baru. Dalam berbagai catatan ilmiah, suara misterius serupa pernah dilaporkan di berbagai negara dengan istilah skyquake. Meski telah lama menjadi bahan penelitian, hingga kini belum ada satu penyebab pasti yang dapat menjelaskan seluruh kejadian skyquake karena setiap peristiwa memiliki karakteristik yang berbeda.

Para ahli geofisika, meteorologi, hingga vulkanologi menilai bahwa skyquake bukan merupakan fenomena tunggal, melainkan istilah umum untuk berbagai dentuman atmosfer yang sumbernya belum dapat dipastikan saat pertama kali terdengar. Oleh karena itu, setiap laporan biasanya memerlukan investigasi berdasarkan kondisi wilayah, cuaca, aktivitas geologi, hingga lalu lintas udara saat kejadian.

Apa Itu Skyquake?

Skyquake adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suara dentuman keras, gemuruh, atau ledakan misterius yang seolah berasal dari langit tanpa sumber yang tampak jelas. Dalam sejumlah kasus, suara tersebut terdengar sangat kuat hingga membuat masyarakat mengira telah terjadi ledakan besar atau gempa bumi.

Berbeda dengan gempa bumi, skyquake umumnya tidak disertai getaran signifikan di permukaan tanah. Fenomena ini juga sering terjadi ketika langit tampak cerah tanpa adanya badai petir maupun aktivitas cuaca ekstrem.

Karena belum memiliki definisi ilmiah yang benar-benar baku sebagai satu jenis fenomena tertentu, istilah skyquake lebih banyak digunakan sebagai deskripsi terhadap suara misterius yang belum diketahui asal-usulnya saat pertama kali dilaporkan.

Fenomena serupa telah tercatat di Amerika Serikat, Jepang, India, Belgia, Italia, Australia, hingga Indonesia. Setiap kejadian kemudian dianalisis berdasarkan kondisi lokal untuk mencari penyebab yang paling memungkinkan.

Ciri-Ciri Skyquake

Skyquake memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari suara ledakan biasa maupun aktivitas gempa bumi.

Ciri yang paling umum adalah munculnya suara dentuman keras yang menyerupai ledakan meriam, dentuman sonik (sonic boom), atau gelegar petir. Meski demikian, langit sering kali terlihat cerah dan tidak menunjukkan adanya badai.

Selain itu, fenomena ini umumnya tidak diikuti getaran tanah yang kuat sebagaimana gempa bumi. Sebagian masyarakat memang mengaku merasakan getaran ringan akibat gelombang suara, tetapi alat pencatat gempa sering kali tidak mendeteksi aktivitas seismik yang berkaitan dengan dentuman tersebut.

Karakteristik lainnya ialah tidak adanya sumber suara yang dapat diamati secara langsung. Tidak terlihat ledakan, kebakaran, maupun objek tertentu yang menjadi asal dentuman sehingga memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Apa Penyebab Skyquake?

Hingga saat ini, para peneliti belum menyepakati satu penyebab tunggal yang dapat menjelaskan seluruh fenomena skyquake. Setiap kejadian memiliki kemungkinan penyebab yang berbeda sehingga perlu dianalisis secara terpisah.

Salah satu dugaan yang paling sering dikaitkan adalah aktivitas vulkanik. Letusan gunung api atau pelepasan energi dari dalam bumi dapat menghasilkan gelombang tekanan yang merambat jauh melalui atmosfer sehingga terdengar sebagai dentuman di wilayah lain.

Kemungkinan lainnya adalah sonic boom, yakni suara ledakan yang muncul ketika pesawat melampaui kecepatan suara. Gelombang kejut tersebut dapat menghasilkan dentuman keras yang terdengar hingga radius tertentu.

Para ilmuwan juga mempertimbangkan faktor meteorologi, seperti petir yang terjadi di lapisan awan tinggi, perubahan tekanan atmosfer secara mendadak, hingga gelombang akustik yang terbentuk akibat kondisi cuaca tertentu.

Selain itu, terdapat pula kemungkinan berasal dari meteor yang memasuki atmosfer Bumi. Ketika benda langit bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, gesekan dengan atmosfer dapat memicu ledakan udara (airburst) yang menghasilkan suara dentuman.

Pada beberapa kasus lain, penyebabnya dapat berasal dari aktivitas manusia, misalnya peledakan industri, latihan militer, atau kegiatan pertambangan. Karena itu, setiap laporan harus diverifikasi menggunakan data seismik, meteorologi, vulkanologi, dan informasi lalu lintas udara.

Mengapa Skyquake Masih Sulit Dijelaskan?

Salah satu tantangan terbesar dalam meneliti skyquake adalah sifat kejadiannya yang berlangsung sangat singkat. Ketika suara dentuman terdengar, sering kali tidak tersedia data pengamatan yang cukup untuk langsung mengidentifikasi sumbernya.

Selain itu, gelombang suara di atmosfer dapat merambat dalam jarak yang sangat jauh. Akibatnya, lokasi asal suara belum tentu berada di wilayah tempat dentuman terdengar sehingga proses pelacakan menjadi lebih kompleks.

Karena melibatkan banyak kemungkinan penyebab, investigasi biasanya membutuhkan kerja sama berbagai lembaga, mulai dari badan meteorologi, lembaga geologi, otoritas penerbangan, hingga instansi terkait lainnya.

Itulah sebabnya sebagian laporan skyquake pada akhirnya dapat dijelaskan setelah dilakukan analisis mendalam, sementara beberapa kasus lainnya tetap belum memiliki kesimpulan yang benar-benar pasti.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendengar Skyquake?

Ketika mendengar dentuman keras yang belum diketahui penyebabnya, masyarakat disarankan untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Spekulasi yang belum terverifikasi dapat memicu kepanikan.

Langkah yang lebih tepat adalah menunggu penjelasan resmi dari instansi berwenang, seperti BMKG apabila berkaitan dengan aktivitas seismik dan atmosfer, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) jika terdapat dugaan aktivitas gunung api.

Apabila dentuman disertai tanda-tanda bencana lain, seperti abu vulkanik, gempa kuat, atau kerusakan bangunan, masyarakat perlu mengikuti arahan pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan.

Meski masih menyimpan banyak tanda tanya, skyquake merupakan fenomena yang telah lama dikenal dalam kajian ilmiah sebagai istilah untuk suara dentuman misterius dari langit. Hingga kini, para peneliti terus mempelajari berbagai laporan yang muncul di berbagai belahan dunia guna memahami mekanisme yang melatarbelakanginya. Dengan mengandalkan informasi dari sumber resmi dan hasil penelitian yang terverifikasi, masyarakat dapat memahami fenomena skyquake secara lebih objektif tanpa terjebak pada spekulasi yang belum terbukti.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar