Lima Jam Berenang, Anak Gadis 12 tahun Menembus Laut Demi Mencari Pertolongan

Kisah Cherry Ann Mateo, gadis 12 tahun dari Antique, Filipina, yang berenang hampir enam kilometer untuk mencari pertolongan.

Lima Jam Berenang, Anak Gadis 12 tahun Menembus Laut Demi Mencari Pertolongan
Cherry Ann Mateo. (Photos courtesy of Jayr Ciriaco / Framedaily.id)

Frame Daily Kategori: Feature | Human Interest | Internasional

Ketika Perjalanan Pulang Berubah Arah

FILIPINA - Kisah ini terjadi Pada 6 Mei 2026, Cherry Ann Mateo seorang anak perempuan yang berusia 12 tahun berada di sebuah perahu motor bersama tiga penumpang lainnya dalam perjalanan menuju Batbatan Island, Antique, Filipina. Mereka baru saja meninggalkan Culasi setelah melakukan perjalanan untuk menjual ikan kering.

Perjalanan itu berubah ketika laut menjadi lebih keras. Gelombang besar dan angin kencang membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan antara Mararison dan Batbatan Island.

Dalam keadaan seperti itu, setiap orang memiliki pilihan untuk bertahan dengan caranya sendiri. Cherry memilih sesuatu yang tidak biasa untuk anak seusianya: ia berenang menuju Batbatan Island untuk mencari pertolongan bagi keluarganya dan penumpang lain.

Keputusan tersebut membawa Cherry keluar dari tempat kecelakaan dan menuju perjalanan panjang yang harus ditempuh tanpa perahu. Di hadapannya hanya ada laut dan daratan yang menjadi tujuan.

Cherry Ann Mateo. Foto : Philippine News Agency

Laut yang Harus Dilewati

Philippine Coast Guard kemudian menyebut ia menempuh jarak hampir enam kilometer selama sekitar lima jam sebelum mencapai daratan, dikutip dari GMA News.

Laporan mengenai durasinya berbeda. Philippine News Agency mencatat sekitar empat jam, sedangkan Panay News menyebut lebih dari dua jam berdasarkan keterangan pejabat penanggulangan bencana setempat. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi pencatatan waktu, sementara sejumlah sumber sepakat bahwa Cherry berenang dalam jarak beberapa kilometer untuk mendapatkan bantuan.

Yang menarik dari perjalanan itu bukan hanya jaraknya. Cherry tidak berenang menuju sebuah tempat yang sudah ia kenal sebagai tujuan perjalanan, melainkan menuju daratan untuk mencari seseorang yang dapat membantunya menghadapi keadaan yang sedang dialami keluarganya.

Setelah mencapai Batbatan Island, ia menyampaikan informasi mengenai kecelakaan tersebut. Kabar dari seorang anak berusia 12 tahun itu kemudian menjadi bagian awal dari pencarian terhadap tiga penumpang lain yang masih berada di laut.

Dari Rumah di Pulau ke Laut yang Tak Terduga

Cherry berasal dari Sitio Tigbao, Batbatan Island, Culasi, Antique. Ia tumbuh di lingkungan kepulauan yang membuat laut bukan sesuatu yang asing bagi kehidupan keluarganya.

Ibunya mengatakan kepada Philippine News Agency bahwa Cherry sudah belajar berenang sejak berusia sekitar lima tahun. Kemampuan itu tumbuh sebagai bagian dari kehidupannya, jauh sebelum ada bayangan bahwa suatu hari ia akan menggunakannya dalam keadaan darurat.

Karena itu, ketika keadaan berubah di laut, Cherry memiliki satu kemampuan yang bisa diandalkan. Ia tidak sedang mengikuti latihan penyelamatan dan tidak sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan seperti itu. Ia hanya seorang anak yang tahu cara berenang dan sedang berusaha mendapatkan bantuan.

Di situlah sisi manusiawi kisah ini terasa. Keberanian Cherry tidak muncul dari sebuah rencana besar, melainkan dari keadaan yang memaksanya mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Ilustrasi/AI

Ketika Kabar dari Daratan Membuka Pencarian

Setelah informasi mengenai kecelakaan diterima, pencarian terhadap penumpang lainnya dilakukan. Nelayan setempat dan petugas penanggulangan bencana ikut bergerak, sementara operasi pencarian berlangsung hingga malam dan berlanjut keesokan harinya.

Tiga penumpang lainnya kemudian ditemukan di lokasi berbeda. Dante Salvador dilaporkan berhasil mencapai garis pantai, sementara Angelita Patricio dan Rose Salvador ditemukan oleh tim penyelamat. Keempat penumpang akhirnya berhasil diselamatkan, dikutip dari Panay News.

Operasi pencarian dan penyelamatan berakhir sekitar pukul 06.00 pada 7 Mei 2026. Bagi keluarga para penumpang, pagi itu membawa kabar bahwa orang-orang yang sebelumnya terpisah di laut akhirnya dapat ditemukan.

Ilustrasi/AI

Sementara itu, bagi Cherry, bagian paling panjang dari kejadian tersebut sudah ia lewati sehari sebelumnya. Ia telah melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan ketika orang-orang yang bersamanya membutuhkan bantuan.

Ilustrasi/AI

Dari Kisah Darurat Menjadi Kenangan

Beberapa hari kemudian, keberanian Cherry mulai mendapat perhatian lebih luas. Pada 11 Mei 2026, Philippine Coast Guard memberikan penghargaan kepadanya bersama Edgar Antonio dan Johnny Patricio, dua orang yang turut membantu proses penyelamatan.

Pada 1 Juni 2026, Antique Provincial Board juga memberikan sertifikat penghargaan kepada Cherry. Keluarganya menerima bantuan finansial sebesar 10.000 peso dari kantor anggota parlemen setempat, di kutip dari Philippine News Agency.

Sumber foto : The Manila Times

Penghargaan kembali datang pada 28 Juli 2026 dalam pembukaan Regional Rescuelympics 2026. Cherry menerima Plaque of Heroism dan bantuan tunai dari Office of Civil Defense Region 6.

Bagi orang-orang yang kemudian mengenal kisahnya, Cherry mungkin akan selalu diingat sebagai anak yang berenang mencari pertolongan ketika sebuah perjalanan pulang berubah menjadi keadaan darurat. Bagi dirinya sendiri, semua itu bermula dari sesuatu yang sederhana: melihat keluarganya membutuhkan bantuan dan mengetahui bahwa ia harus mengambil keputusan yang sebenarnya juga membahayakan untuk dirinya sendiri. Tindakan yang tergerak dari insting seorang anak kecil mampu menaklukan apa yang mungkin bagi orang dewasa akan pikirkan berkali kali untuk di lakukan.

Laut yang pada hari itu menjadi tempat kecelakaan juga menjadi ruang tempat Cherry menunjukkan kemampuan yang telah dipelajarinya sejak kecil. Dari seorang anak di sebuah pulau kecil, ia kemudian membawa sebuah cerita yang jauh lebih besar dari perjalanan yang semula hendak ia tempuh.

Di rangkum dari berbagai Sumber : - GMA News — laporan mengenai keterangan Philippine Coast Guard terkait Cherry Ann Mateo. - Philippine News Agency (PNA) — laporan mengenai kronologi kejadian, keluarga, dan penghargaan untuk Cherry. - Panay News — laporan mengenai kecelakaan perahu, proses pencarian, serta penghargaan yang diterima Cherry. - Daily Guardian — laporan mengenai perjalanan Cherry berenang mencari pertolongan.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar